HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 28 Mei 2026 – Hong Kong telah menyalip Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas batas terbesar di dunia, menurut laporan terbaru Global Wealth Report 2026 yang diterbitkan oleh Boston Consulting Group pada 27 Mei.
Kekayaan lintas batas Hong Kong meningkat 10,7% pada tahun 2025 menjadi US$2,9 triliun, didorong oleh arus dana dari Tiongkok daratan dan pasar saham yang sangat kuat, yang menghasilkan aktivitas IPO (initial public offering atau penawaran umum perdana) yang signifikan serta kenaikan besar pada platform internet utama yang menjadi acuan pasar, menurut laporan tersebut. Laporan itu juga memproyeksikan bahwa dari tahun 2025 hingga 2030, kekayaan lintas batas yang dikelola Hong Kong akan tumbuh rata-rata 9% per tahun dan tetap mempertahankan posisi pertama secara global, yang semakin menegaskan posisi Hong Kong sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas batas kelas dunia.
Paul Chan, Sekretaris Keuangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSARG), menyoroti bahwa Rencana Lima Tahun Nasional ke-15 Tiongkok secara jelas mendukung Hong Kong dalam memperkuat fungsinya sebagai pusat pengelolaan aset dan kekayaan internasional, yang juga merupakan komponen utama dari strategi pengembangan “Finance +” Hong Kong.
“Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah telah bekerja sama erat dengan sektor keuangan untuk terus meningkatkan infrastruktur dan ekosistem keuangan, memperluas ragam produk investasi dan alat manajemen risiko, serta memperdalam konektivitas dengan pasar modal di seluruh dunia.
“Dengan memanfaatkan keunggulan prinsip ‘satu negara, dua sistem', yang didukung oleh kebijakan ekonomi yang bebas, terbuka, transparan, dan dapat diprediksi, serta lingkungan investasi yang stabil dan aman, termasuk konektivitas lintas pasar, Hong Kong semakin menarik banyak individu dengan kekayaan ultra tinggi dan kantor keluarga (family office) untuk hadir dan berinvestasi di kota ini,” kata Chan.

Christopher Hui, Sekretaris Layanan Keuangan dan Perbendaharaan HKSARG, mencatat bahwa Pemerintah telah menerbitkan Pernyataan Kebijakan Pengembangan Bisnis Family Office di Hong Kong pada Maret 2023 dan sejak itu menerapkan berbagai langkah untuk mendorong family office beroperasi di Hong Kong. Inisiatif tersebut, katanya, mencakup pemberian konsesi pajak keuntungan bagi kendaraan investasi milik keluarga yang dikelola oleh single family office yang memenuhi syarat serta peluncuran Skema Pendatang Investasi Modal Baru (New Capital Investment Entrant Scheme).
“Pemerintah akan mengajukan proposal legislasi ke Dewan Legislatif bulan depan (Juni 2026) untuk lebih meningkatkan rezim pajak preferensial bagi dana investasi, single family office, dan carried interest, guna semakin meningkatkan daya saing sistem perpajakan dan menarik lebih banyak dana investasi serta family office untuk mendirikan dan menjalankan operasinya di Hong Kong,” kata Hui.
Menurut studi yang ditugaskan oleh Invest Hong Kong dan dipublikasikan pada Februari 2026, terdapat lebih dari 3.380 single family office yang beroperasi di Hong Kong hingga akhir tahun 2025, yang mencerminkan peningkatan lebih dari 25% dalam dua tahun terakhir.
https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong






