Konvergensi kebijakan progresif dan infrastruktur skala besar yang dikembangkan oleh Vingroup memposisikan Vietnam sebagai pusat yang sedang bangkit bagi ekonomi pengalaman dan acara global.
HANOI, VIETNAM – Media OutReach Newswire – 28 Mei 2026 – Di seluruh kawasan Asia-Pasifik, ekonomi berbasis pengalaman (experience economy) sedang mengalami perubahan besar. Di banyak destinasi yang telah mapan, meningkatnya biaya venue dan akomodasi memaksa 73% penyelenggara acara untuk memperketat anggaran mereka, menurut Mordor Intelligence. Pada saat yang sama, ketidakpastian politik di sejumlah pasar membuat investor internasional semakin berhati-hati dalam mengambil komitmen jangka panjang.
Di tengah kondisi tersebut, Vietnam semakin menarik perhatian sebagai destinasi baru untuk pameran global, hiburan langsung, dan acara berskala besar berbasis pengalaman. Stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, populasi muda dengan daya beli yang terus meningkat, serta upaya terkoordinasi dari pemerintah dan sektor swasta menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik negara tersebut.
Hal ini disebut sebagai “peluang emas” bagi industri budaya Vietnam oleh Dr. Cấn Văn Lực, Kepala Ekonom BIDV, dalam ajang 2026 Exhibition, Event and Advertising Summit yang digelar di Vietnam Exposition Center (VEC) pada 8 Mei.
Menurut Dr. Lực, Vietnam telah mempertahankan rata-rata pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 6,4% selama empat dekade reformasi ekonomi Doi Moi tanpa mengalami krisis ekonomi besar. Pendapatan per kapita kini telah melampaui USD 5.000 dan diproyeksikan mencapai USD 8.500 pada tahun 2030, sehingga mendorong peningkatan permintaan terhadap hiburan, olahraga, dan acara langsung.
Profil Vietnam yang terus meningkat juga tercermin dari posisinya sebagai salah satu dari 20 ekonomi perdagangan terbesar dunia, 15 destinasi investasi asing langsung teratas, serta kenaikan 29 peringkat dalam Indeks Kebebasan Ekonomi. Keunggulan makroekonomi ini semakin diterjemahkan menjadi momentum nyata bagi industri event di negara tersebut.
Sektor MICE Vietnam saat ini diperkirakan bernilai sekitar USD 6 miliar, sementara pasar periklanannya telah mencapai USD 3,5 miliar. Industri hiburan langsung saja telah menghasilkan lebih dari USD 50 juta pendapatan, didukung oleh lebih dari 700 acara berskala besar setiap tahun dan lebih dari USD 1 miliar dampak ekonomi turunan dari wisatawan internasional, berdasarkan data yang dipresentasikan dalam forum tersebut.
Sebagian besar momentum ini didorong oleh kemajuan paralel dalam reformasi kebijakan dan pembangunan infrastruktur.
Reformasi Kebijakan Membuka Peluang Baru
Saat Vietnam memasuki fase pembangunan baru, budaya semakin diposisikan sebagai pendorong strategis pertumbuhan nasional.
“Budaya bukan hanya fondasi spiritual masyarakat, tetapi juga semakin menjadi sumber daya intrinsik, motor penggerak pembangunan, dan sumber kekuatan lunak nasional,” ujar Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Lâm Thị Phương Thanh dalam forum tersebut.
Awal tahun ini, Politbiro Vietnam menerbitkan Resolusi No. 80 mengenai pengembangan budaya Vietnam, yang menargetkan kontribusi industri budaya sebesar 7% terhadap PDB pada tahun 2030 dan 9% pada tahun 2045. Majelis Nasional juga mengesahkan Resolusi No. 28/2026/QH16, yang dipandang sebagai langkah signifikan dalam melonggarkan pembatasan di sektor budaya, pameran, dan pertunjukan dengan mengurangi hambatan terkait perpajakan, akses lahan, dan prosedur administrasi.
Langkah-langkah utama dalam kebijakan tersebut mencakup komitmen untuk mengalokasikan minimal 2% anggaran negara tahunan untuk sektor budaya, membentuk dana investasi ventura budaya, menurunkan PPN menjadi 5%, serta memberikan insentif pajak untuk pameran, pertunjukan, dan kegiatan olahraga. Kebijakan yang mendorong pengembangan kawasan kreatif dengan dukungan lahan dan insentif infrastruktur juga diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan industri.
Jika reformasi kebijakan menjadi fondasi, maka infrastruktur kini menjadi faktor penentu kemampuan Vietnam dalam bersaing untuk mendapatkan event internasional berskala besar.
“Anda tidak bisa menarik menteri, perwakilan pemerintah, atau 5.000 perusahaan terbesar dunia hanya secara kebetulan. Mereka datang karena adanya perencanaan dan pembangunan infrastruktur yang matang,” kata Geoff Dickinson, CEO dmg events, salah satu penyelenggara event energi terbesar di dunia.
Infrastruktur Berkembang Pesat
Perkembangan pesat industri event Vietnam kini semakin dibentuk oleh investasi besar dari sektor swasta.
Salah satu proyek paling menonjol adalah Vietnam Exposition Center (VEC) di Hanoi yang dikembangkan oleh Vingroup. Dengan luas mencapai 900.000 meter persegi, VEC diposisikan sebagai salah satu kompleks pameran dan event terpadu terbesar di Asia Tenggara.
Kemampuan Vingroup dalam penyelenggaraan dan operasional kelas dunia telah dibuktikan melalui berbagai mega-event legendaris, terutama dengan menghadirkan tur dunia “Übermensch” milik G-Dragon ke Vietnam di bawah brand 8Wonder. Berbekal pengalaman tersebut, VEC dirancang untuk mengeksekusi generasi baru aktivasi berskala besar secara mulus. Ke depan, model operasional ini juga akan diperluas ke seluruh ekosistem Vingroup, termasuk proyek VEC Can Gio di Ho Chi Minh City dan Blue Wave Theater — venue berkapasitas 60.000 penonton yang diproyeksikan menjadi teater terbesar di Asia Tenggara.

Jason Yan, Partner di M Square Capital, dana investasi di balik franchise festival EDM Ultra Worldwide, mengatakan bahwa infrastruktur fisik dan model operasional VEC telah memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan produksi berskala global.
“Kami tidak lagi hanya melihat penyelenggaraan festival. Kesuksesan di industri ini juga bergantung pada manajemen artis dan operasional venue. Vingroup jelas telah berinvestasi untuk membangun kemampuan tersebut,” ujarnya.
Ke depan, grup ini juga berinvestasi dalam mega-proyek yang dirancang untuk meningkatkan posisi Vietnam dalam lanskap infrastruktur event global. Salah satunya adalah Stadion Hùng Vương yang direncanakan dibuka pada 2028 dengan kapasitas 135.000 kursi dan dirancang sesuai standar FIFA serta hiburan internasional.
Proyek lainnya, Stadion PVF berkapasitas 60.000 kursi, akan dilengkapi atap PTFE retractable yang dapat dibuka dan ditutup dalam waktu 12 hingga 20 menit, sehingga mampu mengatasi tantangan cuaca pada konser luar ruang dan acara olahraga.
Selain pembangunan venue, Vingroup juga membangun ekosistem yang lebih luas untuk mendukung industri event.
Green SM mengoperasikan lebih dari 186.000 taksi dan sepeda motor listrik di 34 provinsi dan empat negara, membantu mendukung transportasi dan logistik untuk event berskala besar serta delegasi internasional.
Vinpearl menyediakan lebih dari 16.100 kamar hotel dan vila di pusat-pusat pariwisata dan ekonomi utama, dilengkapi lapangan golf dan kompleks hiburan VinWonders, yang berkontribusi menyediakan kapasitas hospitality terintegrasi untuk event besar.
Ekosistem ini juga diperkuat oleh V-Spirit sebagai penyelenggara event internasional, V-Culture Talent sebagai organisasi pengembangan talenta, dan VinPalace sebagai jaringan pusat konvensi dan kuliner.
Secara keseluruhan, reformasi kebijakan, modal swasta, dan investasi infrastruktur berskala besar sedang menciptakan kondisi yang berpotensi mengubah secara signifikan peran Vietnam dalam industri event global.
“Kami percaya ini adalah momen Vietnam,” kata Dickinson. “Kombinasi antara ambisi nasional dan infrastruktur kelas dunia memiliki potensi untuk mengubah negara ini menjadi destinasi utama event global.”
Tentang Vietnam Exposition Center (VEC)
Vietnam Exposition Center (VEC) adalah kompleks pameran terbesar di Asia Tenggara, dengan luas lebih dari 90 hektar. Sebagai tujuan untuk acara-acara nasional dan internasional besar, VEC mengemban misi “Membawa Vietnam ke dunia dan membawa dunia ke Vietnam,” berfungsi sebagai gerbang tempat keunggulan global bertemu dan identitas Vietnam menjangkau khalayak di seluruh dunia, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan sektor-sektor ekonomi utama dan memperkuat posisi Vietnam di panggung global.
Situs web: https://vec.global/en
Email: inquiry@vec.global






