“Kampanye ‘Safe Start for Little Seed' dari Save the Children Mengajak untuk Melindungi Tumbuh Kembang Anak”
HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Save the Children Hong Kong secara resmi meluncurkan kampanye “Safe Start for Little Seed”. Selain perlindungan hukum, inisiatif ini bertujuan menumbuhkan budaya “Nol Toleransi terhadap Kekerasan Anak” serta menanamkan “tanah yang aman untuk tumbuh” di seluruh masyarakat, guna memastikan keselamatan anak selalu menjadi prioritas utama kapan pun dan di mana pun.
Kampanye ini mendapat dukungan kuat dari Alice Fung, Phil Lam, Sean Wong, serta Grace Chan. Selain berbagi pengalaman pribadi tentang pola asuh positif, mereka juga mengajak masyarakat untuk menandatangani petisi dan menjadi “Penjaga Benih” demi melindungi anak-anak.
Meskipun Undang-Undang Pelaporan Wajib Kekerasan Anak yang mulai berlaku awal tahun ini mewajibkan 25 kategori profesional untuk melaporkan dugaan kekerasan, Save the Children Hong Kong menilai hukum tersebut hanyalah dasar awal. Agar anak-anak benar-benar dapat tumbuh dengan rasa aman, partisipasi seluruh komunitas sangat penting. Kampanye “Safe Start for Little Seed” dimulai dari pola asuh positif dan komunikasi tanpa kekerasan di rumah, lalu meluas ke sekolah dan organisasi layanan anak. Melalui layanan perlindungan anak dan lokakarya, kampanye ini meningkatkan kesadaran serta keterampilan praktis bagi tenaga garis depan di LSM, sekolah, dan pusat olahraga. Orang tua, tetangga, pelatih, dan tutor dapat menjadi “Penjaga Benih” dengan mengenali risiko sejak dini, menunjukkan kepedulian aktif, dan mengetahui cara mencari bantuan.
Save the Children Hong Kong juga menegaskan bahwa meskipun hukum pelaporan wajib telah diterapkan, masih ada ruang untuk perbaikan kebijakan. Hal ini termasuk memperluas kewajiban pelaporan secara bertahap kepada semua profesi yang bekerja dengan anak, mengintegrasikan pelatihan perlindungan anak dalam kurikulum pendidikan tinggi, serta mengadakan pelatihan rutin bagi staf di berbagai organisasi. Pemerintah diharapkan meninjau kebijakan secara berkala untuk memastikan perlindungan anak yang menyeluruh.
Menghapus Hukuman: Mendampingi Anak Melalui Dialog
Banyak orang tua di Hong Kong menghadapi tekanan kerja yang tinggi. Ketika menghadapi kebutuhan mendadak anak—seperti sakit atau ledakan emosi—mereka mungkin bereaksi dengan teriakan atau hukuman fisik karena frustrasi. Namun, teguran keras atau hukuman fisik hanya menghasilkan kepatuhan jangka pendek dan tidak membantu anak memahami alasan di balik perilaku mereka, bahkan dapat merusak kepercayaan dalam jangka panjang.
Aktris senior Alice Fung berbagi dalam video kampanye bahwa ia pernah menggunakan hukuman fisik saat anaknya masih kecil. Ia mengingat pernah menampar anaknya karena berlari ke jalan karena takut akan keselamatannya, sambil mengakui, “Itu sebenarnya adalah rasa takut saya sendiri.” Saat anaknya berusia tujuh tahun dan terluka saat bermain, ketika ia hendak menghukumnya, sang anak berkata, “Mama, tolong jangan pukul aku lagi, aku sudah sangat kesakitan.” Momen itu menjadi titik balik baginya. Sejak saat itu, ia memilih pendekatan dialog dibandingkan hukuman fisik. “Sekarang dia sudah berusia lima puluhan, dan kami tetap menjadi sahabat yang sangat dekat,” ujarnya.
Mempercayai Anak: Mendukung Eksplorasi dengan Empati
Penyanyi dan penulis lagu Phil Lam menyebut bahwa meskipun orang tuanya tegas, mereka tidak pernah menggunakan hukuman fisik. Ia mengaitkan kepercayaan dan dukungan tersebut dengan kemampuannya menemukan jalannya sendiri, sebuah prinsip yang kini ia terapkan pada putranya yang berusia 18 bulan. Dengan contoh melepas penggunaan empeng, Phil berkata, “Saya bilang padanya empeng hanya untuk tidur. Karena kamu tidak sedang tidur, bagaimana kalau dikembalikan ke saya'” Meski belum sepenuhnya memahami, anaknya berpikir sejenak dan melepaskannya. Phil terkejut dengan hasilnya dan menambahkan, “Jangan anggap anak tidak mengerti. Mereka mengerti banyak hal.” Ia mengingatkan para orang tua bahwa ketika anak merasa dicintai, mereka akan merasa aman dan percaya diri untuk menjelajah dunia.
Aktor muda Sean Wong yang membintangi film Time Still Turns the Pages memahami bagaimana satu kata dapat meninggalkan dampak yang mendalam. Dalam kehidupan nyata, ia bersyukur orang tuanya tidak memberikan tekanan berlebihan terkait akademik. Saat masa ujian yang penuh stres, ibunya mengajaknya ke pasar bunga atau festival kuliner untuk bersantai. Ia menyadari keberuntungannya dibanding teman-temannya: “Saya melihat teman-teman yang nilainya tinggi tetapi tidak bahagia. Mereka merasa mengecewakan orang tua.” Ia menambahkan, “Saya berharap orang tua bisa melihat dari sudut pandang anak—bahwa mereka sudah berusaha sebaik mungkin, lalu memberikan pujian dan dorongan. Itu akan sangat mengurangi tekanan kami.”
Unduhan Buku Gratis: 15 Menit Waktu Berkualitas Orang Tua dan Anak
Hubungan yang kuat dibangun melalui waktu berkualitas yang konsisten, bukan hanya durasi kebersamaan. Save the Children Hong Kong mendorong orang tua untuk meluangkan 15 menit setiap hari—tanpa gangguan ponsel dan pekerjaan—untuk bermain, berbicara, atau membaca bersama anak. Hal ini membantu memahami pikiran dan perasaan anak serta memperkuat rasa aman mereka. Untuk mendukung keluarga, organisasi ini menerbitkan buku anak The Rights Twins and Their Guardian Bears yang memperkenalkan empat hak dasar anak menurut Konvensi PBB: kelangsungan hidup, perlindungan, perkembangan, dan partisipasi. Dengan menandatangani petisi online untuk menjadi “Penjaga Benih”, masyarakat dapat mengunduh buku elektronik secara gratis dan mempraktikkan “aturan 15 menit” melalui kegiatan membaca bersama.
Kalina Tsang, CEO Save the Children Hong Kong, menyatakan: “Menjadi ‘Penjaga Benih' bukan sekadar slogan; ini adalah ajakan. Hukum telah membangun jaring pengaman, tetapi agar anak-anak benar-benar berkembang, seluruh kota harus bersama-sama menanamkan budaya ‘nol toleransi terhadap kekerasan anak' di setiap lapisan masyarakat. Satu tindakan kepedulian hari ini berarti satu penyesalan yang lebih sedikit di masa depan.”
Meninjau Kebijakan untuk Lingkungan Aman Jangka Panjang
Menyambut undang-undang baru tersebut, Save the Children Hong Kong menekankan pentingnya pemantauan dan penyempurnaan kebijakan secara berkelanjutan. Berdasarkan laporan penelitian terbaru mereka, Children's Views on Safety Within Organisations in Hong Kong, setengah dari 587 anak usia 9–17 tahun merasa tidak memiliki staf yang dapat dipercaya di organisasi yang berinteraksi dengan anak. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun hukum memberikan dasar perlindungan, lingkungan aman jangka panjang memerlukan perubahan budaya yang sistematis.
Organisasi ini merekomendasikan agar pemerintah secara bertahap memperluas cakupan pelaporan wajib kepada semua profesional yang sering berinteraksi dengan anak. Selain itu, pelatihan perlindungan anak perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan tinggi serta diterapkan secara rutin di semua organisasi terkait anak. Hanya dengan membangun budaya “nol toleransi terhadap kekerasan anak” di seluruh lapisan masyarakat, Hong Kong dapat menjadi lingkungan yang benar-benar ramah anak dan mengutamakan anak.
Save the Children Hong Kong berkomitmen memperkuat perlindungan anak melalui pencegahan. Di tingkat komunitas, program Heart to Heart Parent-Child Programme membantu orang tua meningkatkan keterampilan pola asuh positif dan komunikasi tanpa kekerasan melalui lokakarya, sehingga anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang harmonis. Sejak diluncurkan pada 2018, program ini telah menjangkau lebih dari 1.200 orang tua dan hampir 2.000 anak di Hong Kong.
Di tingkat institusi, layanan perlindungan anak mereka membantu organisasi dalam merancang kebijakan, manajemen risiko, dan pelatihan staf. Hal ini membekali sekolah dan LSM dengan pengetahuan serta mekanisme internal untuk melindungi anak secara aktif.
Di tingkat kebijakan, organisasi ini menggerakkan masyarakat melalui advokasi dan laporan penelitian untuk mendukung kebijakan berbasis anak. Mereka terus memberikan rekomendasi terkait implementasi dan cakupan Undang-Undang Pelaporan Wajib Kekerasan Anak, serta mengajak seluruh komunitas untuk bersama-sama menjaga keselamatan anak.
Untuk informasi lebih lanjut tentang “Safe Start for Little Seed”, silakan kunjungi: https://savethechildren.click/SafeStartforLittleSeed_EN
https://savethechildren.org.hk/en/
https://www.linkedin.com/company/save-the-children-hong-kong
https://www.facebook.com/savethechildrenhk
https://www.instagram.com/savethechildrenhk/
YouTube: https://www.youtube.com/user/savehk
Tentang Save the Children Hong Kong
Save the Children meyakini bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan. Di Hong Kong dan di seluruh dunia, organisasi ini melakukan apa pun yang diperlukan—setiap hari maupun dalam situasi krisis—agar anak-anak dapat mewujudkan hak mereka untuk mendapatkan awal kehidupan yang sehat, kesempatan untuk belajar, serta perlindungan dari segala bentuk bahaya. Dengan lebih dari 100 tahun pengalaman, Save the Children merupakan organisasi anak independen pertama dan terkemuka di dunia yang berfokus pada transformasi kehidupan dan masa depan anak-anak.
Didirikan pada tahun 2009, Save the Children Hong Kong merupakan bagian dari gerakan global yang beroperasi di sekitar 100 negara. Organisasi ini bekerja sama dengan anak-anak, keluarga, sekolah, komunitas, serta para pendukungnya untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi anak-anak di Hong Kong dan di seluruh dunia.






