• Home
  • Advertorial
  • Hari Pertama Masuk Sekolah, Bupati Inhu Kunjungi Murid dan Tetap Selalu Jaga Protokol Kesehatan

Hari Pertama Masuk Sekolah, Bupati Inhu Kunjungi Murid dan Tetap Selalu Jaga Protokol Kesehatan

Senin, 20 Juli 2020 | 08:54
Bupati lnhu Yopi melakukan kunjungan ke SMPN 4 Rengat, di sekolah tempat dirinya pernah menimba llmu ini. Bupati Yopi melihat pelaksanaan protokol kesehatan sebagaimana diisyaratkan pada sekolah yang daerahnya masuk zona hijau.
INHU, RIAUGREEN.COM Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2020-2021, Senin (13/7/2020) di Kabupaten Indragiri Hulu (lnhu) dimulai dari tahapan tingkat SLTP, Bupati lnhu H. Yopi Arianto SE langsung melakukan peninjauan.

Bupati lnhu Yopi melakukan kunjungan ke SMPN 4 Rengat, di sekolah tempat dirinya pernah menimba llmu ini. Bupati Yopi melihat pelaksanaan protokol kesehatan sebagaimana diisyaratkan pada sekolah yang daerahnya masuk zona hijau.

Dalam kesempatan ini Yopi didampingi oleh Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Inhu Ibrahim Alimin, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kamaruzaman, Camat Rengat Sustiono, para kepala bidang di Dinas Pendidikan hingga beberapa kepala sekolah yang ada di kecamatan Rengat.

Setelah melakukan peninjauan ke kelas,kelas sekolah Bupati Yopi Arianto menyempatkan diri melakukan dialog dan diskusi dengan Dinas Pendidikan dan para guru yang hadir.


Dalam laporannya, Sekretaris Kamaruzaman menyebutkan bahwa sesuai aturan dari Kemendikbud baru tingkat SLTP yang boleh melakukan proses belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyakit covid-19.

Tatap muka dilakukan dengan cara menjaga jarak dan wajib pakai masker. Sekolah juga menyediakan fasilitas cuci tangan di masing-masing kelas. Karena ketentuan jaga jarak dilakukan, sekolah harus menerapkan pembelajaran system dua shift, atau bergilir.

''Kalau satu kelas itu jumlahnya 30 orang, maka dibagi dua menjadi 15 orang per kelas. Yang satu shift lagi bergantian besoknya masuk,'' kata Kamaruzaman.

Kamaruzaman juga melaporkan, dalam hal ketentuan Kemendikbud bahwa proses belajar tatap muka itu tetap harus izin orangtua, ada sekolah yang orangtuanya belum mengizinkan anaknya hadir langsung ke sekolah. Hal ini cukup merepotkan bagi sekolah karena harus juga membagi waktu melakukan belajar daring (online) kepada anak yang belum diizinkan ikut belajar tatap muka.

Dalam kesempatan itu turut pula didiskusikan tentang aspirasi orangtua yang banyak bertanya kapan tingkat sekolah dasar dan pendidikan anak usia dini mulai sekolah tatap muka.

Bupati Yopi menyebutkan memahami apa yang dirasakan orangtua yang anaknya belum bisa sekolah. Sempat berlangsung diskusi termasuk khusus bagi murid yang baru masuk kelas 1 SD. Ada guru yang mengusulkan agar diizinkan membuka sekolah minimal satu hari sebagai proses pengenalan sekolah kepada murid baru.

''Namun ini aturan secara nasional, kita harus ikuti. Apalagi untuk keamanan kita bersama. Ada tahapannya sesuai jenjang pendidikan. Secara umum Inhu ini masuk zona hijau, tetapi kita kan harus tetap antisipasi penyebaran corona terutama kepada anak-anak,'' kata Yopi.

Dalam diskusi itu juga mengemuka tentang terjadinya penurunan siswa di beberapa sekolah negeri di Rengat. Seperti yang disampaikan Kepala SMPN 4 Rengat, jumlah siswanya saat ini sebanyak 300-an orang. ''Padahal daya tampung kita sebanyak 500 orang pak,'' kata Tiwi.

Beberapa guru mengatakan salah satu faktor penurunan itu karena pertambahan sekolah swasta. Meskipun mengeluarkan biaya lebih besar dibandingkan sekolah negeri , beberapa orangtua lebih memilih menyekolahkan anaknya ke swasta.

Kondisi ini menurut Bupati Yopi seakan berbalik dibandingkan beberapa tahun lalu, di mana dulu sekolah negeri yang menolak penambahan siswa karena daya tampung sudah penuh.


''Ini perlu diatasi dengan melakukan terobosan, apa yang bisa menjadi daya tarik sekolah sehingga orangtua mau menyekolahkan anaknya. Sekolah itu harus bisa mencetak lulusannya menjadi orang-orang hebat. Contohnya, tadi bisa jadi anak yang orangtuanya tidak mampu secara ekonomi kelak jadi pejabat,'' katanya.

Sekolah, menurut Yopi harus mencari dan membuat inovasi, karena hal yang sama juga berlaku di swasta, dirinya mengibaratkan sekolah seperti marketing yang harus mempunyai sesuatu sehingga orang tertarik untuk membeli, tertarik memiliki.

"Kita bersyukur ada sekolah swasta karena sangat membantu pemerintah dalam memenuhi pemenuhan jumlah sarana pendidikan. Keberadaan sekolah swasta kan juga bisa mengurangi pengangguran karena menciptakan lapangan kerja,'' katanya.

Secara konkret Bupati Yopi mencontohkan hal yang bisa menarik orang untuk menyekolahkan anaknya di suatu sekolah. ''SMPN 4 Rengat ini misalnya, kan sudah terbukti salah satu lulusannya bisa menjadi bupati, hal ini bisa dijadikan bahan untuk mempromosikan sekolah,'' kata Yopi.

Dalam kesempatan itu juga Bupati lnhu H. Yopi Arianto SE juga berkesempatan memberikan bantuan seragam SMP kepada 23 orang siswa dan siswi SMPN 4 Rengat yang masih menggunakan baju seragam SD karena belum mampu membeli baju seragam SMP. (Adv/buds)

Loading...
BERITA LAINNYA
Bupati Inhu Yopi Arianto Lantik 302 CPNS
Rabu, 17 Juni 2020 | 22:34
BERIKAN KOMENTAR
Top