• Home
  • Siak
  • Terkait Material Dianggap Tak Layak, Themas (TACB) Minta Maaf Atas Perkataan yang Terlontar

Terkait Material Dianggap Tak Layak, Themas (TACB) Minta Maaf Atas Perkataan yang Terlontar

Kamis, 21 Maret 2019 | 23:06
Themas TACB diwawancarai wartawan usai pertemuan Renovasi Istana Siak
SIAK, RIAUGREEN.COM - Saat ditanya seputar perkataan dan material yang dianggap tak layak kayu bagian atas renovasi istana peraduan Sultan, akhirnya Themas Tim Ahli Cagar Budaya ( TACB) ketika ditanya wartawan Kamis (21/3/2019) usai musyawah menuturkan.

Memang pihaknya ada membeli kayu yang dianggap tak layak dipakai bagian atas sebagaimana diposting di fb netizen.

"Memang ada kami beli sekitar satu kubik, namun waktu itu hanya digunakan untuk penyangga sementara bagian atas sudah diganti semua dengan kayu yang memang kuat," tuturnya.

Terkait ada ucapannya via telpon seluler pada salah seorang tokoh saat itu, dirinya secara pribadi minta maaf, karena memang posisi waktu itu sedang diperjalanan menyetir mobil dan signal maupun suara tidak begitu jelas, "Sehingga penerimaan dan jawaban saya kurang jelas, secara pribadi saya mohon maaf atas ucapan," tuturnya.

Terkait keinginan apa yang disampaikan oleh para tokoh tadi dalam pertemuan hari Selasa mendatang, sesuai hasil komunikasinya dilaksanakan di Siak nanti pertemuannya di kantor Bupati Siak, Bupati dan pihak perusahaan pemberi CSR PT RAPP juga hadir.

"Termasuk Dinas PU juga akan kami sampaikan hadir bersama juga Dispora, juga para tokoh-tokoh saat bagaimana yang diminta, yang saya akan sampaikan ke pihak perusahaan (pimpinan) yang akan diundang akan saya sampaikan," ujar Themas.

Tentu renovasi cagar budaya ini yang terbaiklah sampai selesai dikerjakan, baik bahan material dan bangunannya, katanya menjawab saat itu.

Sementara itu kadispora kabupaten siak Drs H Fauzi Asni MSi sebelum pertemuan ditanya, dirinya mengakui termasuk Tim Perencana tolong bedakan bukan pengawasan di lapangan, karena kalau pengawasan itu tentu orang yang tau teknis dan tau jenis bahan termasuk kayu, kalau ditanya ke Saya jenis kayu sama sekali saya tidak mengerti, kata fauzi.

Memang perencanaan awalnya sudah memang beberapa kali melalui pembicaraan baik dengan atasannya saat itu, dari pihak perusahaan CSR, dan para tokoh Siak yang ada di pekanbaru, orang tua-tua kita asal siak .

Yang pasti memang dirinya termasuk tim perencanaan, tolong bedakan dengan pengawas, karena gawe cagar budaya ini masuk aset instansinya tentu diri ikut didalamnya, karena memang ini aset dinasnya, termasuk kalau sudah selesai direnovasi diserahkan ke instansi, sambil menunjuk pagar sekeliling itu termasuk aset pariwisata, tapi kalau teknis dirinya mengakui tidak memahamilah, apalagi kalau ditanya jenis kayu saya tidak mengerti, karena memang dirinya mengakui taunya orang administrasi.

Terkait barang-barang yang dibongkar dari renovasi sudah dikumpulkan seperti, ada lemari - lemari, dan peti seperti brankas itu ada, kalau kondisinya sudah terbuka pekerja masuk kesini memang sudah demikian, ditanya apakah ada laporan apa saja yang dilaporkan, fauzi mengakui ada laporan ke pihaknya berupa surat-surat, sambil berlalu menyalami tokoh masyarakat waktu itu, tak sempat menjelaskan surat apa isi dari brankas yang ada saat itu. (zul)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pemkab Siak Gesa Peluang Pariwisata Halal
Rabu, 12 Juni 2019 | 17:44
Bapekam Mesti Paham Tupoksi
Selasa, 21 Mei 2019 | 15:09
BERIKAN KOMENTAR
Top