• Home
  • Politik
  • Bongkar Korupsi DPRD DKI, Ahok Dipuji Menteri, Gubernur dan Pejabat Negara
Ahok vs DPRD DKI

Bongkar Korupsi DPRD DKI, Ahok Dipuji Menteri, Gubernur dan Pejabat Negara

Sabtu, 7 Maret 2015 | 10:22:26
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (ahok). (sumber foto by google picture/internet)
RIAUGREEN.COM - Sejak menjadi wakil gubernur di DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sudah mewakafkan dirinya untuk perang terhadap korupsi. Dia mengaku siap mati untuk memutus mata rantai korup utamanya di lingkungan pemprov yang selama ini dikenal dengan lahan basah.

Ucapan itu tampaknya bukan isapan jempol belaka. Sejak diberikan mandat sebagai gubernur DKI yang ditinggalkan Jokowi, Ahok langsung menunjukkan taringnya.

Ahok, sapaannya, tak perlu pikir panjang untuk memecat anak buah yang kedapatan main anggaran. Termasuk harus bersitegang dengan DPRD jika tak becus mengawasi pengelolaan anggaran.

Seperti yang terlihat beberapa hari terakhir. Ahok dengan segenap bukti yang dimiliki coba membongkar kecurangan anggota DPRD DKI yang memasukkan anggaran tambahan di APBD DKI tanpa sepengetahuannya.

Tak tanggung-tanggung, uang yang disebut Ahok sebagai dana siluman itu jumlahnya mencapai triliunan. Meski mitra kerja, Ahok menegaskan siap melawan dan membongkar kebobrokan DPRD yang selama ini seolah terpelihara dengan baik.

Keseriusan Ahok melakukan transparansi rupanya diapresiasi banyak pihak. Berikut puji-pujian yang datang ke Ahok karena berani melawan DPRD :


1. Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi

Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Yuddy Chrisnandi menyatakan dukungan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dukungan ini terkait polemik antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan APBD DKI Jakarta 2015.

Yuddy mengatakan, tak hanya rakyat, pemerintah pusat juga mendukung langkah mantan Bupati Belitung Timur ini untuk menerapkan e-budgeting.

"Bukan hanya dukungan dari masyarakat, dukungan dari pemerintah pusat kepada Pak Ahok untuk tetap dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya," jelasnya kemarin.

Dia menambahkan, telah mendapatkan penjelasan mengenai polemik yang terjadi dari Ahok. Dan politisi Hanura ini mengharapkan komunikasi kedua belah pihak dapat kembali harmonis.

"(Saya) meminta agar meningkatkan komunikasi dengan rekan-rekan di legislatif, sehingga saling pengertian tanpa bermaksud mencampuri anggaran pemerintah DKI agar tidak terjadi dispute," tutup politisi Hanura ini.

2. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil berharap kisruh antara Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama dan DPRD DKI bisa menemukan solusi terbaik.

"Saya cuma berharap masalah ini beres karena, menurut pandangan saya, APBD ini multipersepsi. Saya mendoakan, saya tidak mau ikut campur masalah orang," kata pria yang akrab disapa Emil inil.

Emil menilai, kekisruhan politik di Ibu Kota timbul karena tidak adanya ruang aspirasi untuk para anggota DPRD dalam menyamakan visi dan misi dalam merancang APBD. "DPRD punya pandangan dan Pak Ahok punya pandangan," ujarnya.

Dia yakin, kondisi serupa tak akan terjadi Bandung. Sebab, APBD Kota Bandung tidak sebesar APBD DKI Jakarta.

"Sejauh ini tidak ada karena APBD-nya tidak sebesar Jakarta," kata dia.

"Di Bandung, DPRD sudah diberikan. Jadi, satu anggota DPRD kita kasih ruang, mau apa konstituennya? Aspirasinya nanti kita masukkan ke SKPD. Sepertinya, di Jakarta tidak ada ruang anggota DPRD punya dana aspiratif," kata Emil.

3. Staf Khusus Mensesneg Refly Harun

Pujian pada Ahok juga datang dari salah satu staf khusus Mensesneg, Refly Harun. Pria yang juga pengamat hukum dan tata negara itu berharap semua kepala daerah harus meniru keberanian Ahok.

"Tidak ada kepala daerah yang berani melakukan perlawanan. Sementara Ahok, sesuai dengan gayanya, berani melawan kesewenang-wenangan DPRD dalam menyusun anggaran. Saya justru menyarankan seluruh kepala daerah tiru Ahok dan lawan DPRD yang sewenang-wenang itu," jelas Refly.

Refly makin kagum ketegasan yang ditampilkan Ahok menunjukkan tak takut kehilangan jabatan.

"Yang menarik itu, Ahok berulang kali menegaskan bahwa dia tidak takut kehilangan jabatan. Biar komunikasi politiknya buruk, tapi Ahok harus dibela karena dia mau melawan cara-cara anggota DPRD DKI Jakarta dalam menyusun APBD," tegasnya.




Editor  : Hafiz
Source : merdeka.com


BERITA LAINNYA
Cahyo: Saya Siap Lahir Bhatin
Minggu, 24 Maret 2024 | 03:51
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top