• Home
  • Kampar
  • Diduga Depresi Tak Sembuh-sembuh, Bapak Ini Plih Gantung Diri

Diduga Depresi Tak Sembuh-sembuh, Bapak Ini Plih Gantung Diri

Minggu, 31 Maret 2019 | 11:06
foto int
Ilustrasi
KAMPAR, RIAUGREEN.COM - Warga Perumahan Griya Setia Makmur Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Jumat (29/3/2019) heboh karena adanya penemuan mayat gantung diri di belakang sebuah rumah.

Penemuan mayat ini bermula dari seorang warga Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar yang juga sebagai saksi bernama Candra yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian mencium bau busuk.

Candra yang mencium bau busuk dari arah tempat kejadian berbicara kepada istrinya untuk menghubungi orang yang berada di rumah tempat kejadian melalui telepon.

Istri Candra memberitahukan lewat telepon kepada Melky, orang yang tinggal di rumah tempat kejadian tentang adanya bau busuk.

Melky sendiri diketahui merupakan keponakan dari mayat yang ditemukan tergantung tersebut.

Setelah diberitahu, Melky mencoba mengecek ke luar rumah, saat membuka pintu dan mencium bau busuk, penasaran dengan bau tersebut dirinya mencoba mencari keliling rumah.

Saat Melky berjalan ke belakang ia terkejut menemukan pamannya yang diketahui bernama Syafri (50) lehernya tergantung pada seutas tali.

Bergegas keponakan korban berteriak memanggil warga meminta pertolongan untuk menurunkan pamannya.

Sigap sejumlah masyarakat yang mendengar langsung menolong untuk menurunkan mayat tersebut dan membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau menggunakan ambulan Puskesmas Tambang.

Kapolsek Tambang, Iptu Jurfredi mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan dari para saksi yakni tetangga dan keponakannya, mayat meninggal akibat bunuh diri.

"Dari penyelidikan korban bunuh diri dengan cara menggantung diri akibat depresi penyakitnya yang tidak kunjung sembuh," ucapnya.

Penyakit yang di derita mayat korban ini sudah komplikasi. Korban mengidap penyakit paru-paru basah, sesak nafas dan maag kronia.

"Kita ingin memperdalam kasus ini dengan meminta keluarga untuk mayat dilakukan otopsi, tetapi pihak keluarga tidak mau," ucapnya, di tribun.

"Saat di rumah sakit tim sempat mengecek tubuh mayat. Dari hasil pengecekan luar oleh petugas medis tidak ditemukan bekas luka maupun tanda-tanda kekerasan," jelasnya.

Iptu Jurfredi mengatakan saat kejadian kebetulan keponakan dari korban di rumah. Menurut penuturan warga dan keluarga korban biasanya tinggal sendirian saja dirumah. (tnr)

Loading...
BERITA LAINNYA
Terduga Wanita Pengedar Sabu Ditangkap Polisi
Senin, 18 Maret 2019 | 12:40
BERIKAN KOMENTAR
Top