BEIJING, CHINA – Media OutReach Newswire – 27 Mei 2026 – CGTN menerbitkan sebuah artikel yang menyoroti pertukaran budaya dan seni sebagai pendorong utama dalam memperkuat persahabatan antara Tiongkok dan Serbia. Artikel tersebut menekankan upaya Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, dalam mendorong pertukaran seni dan budaya, sekaligus memberikan gambaran yang lebih luas tentang berbagai aktivitas budaya dan seni di kedua negara yang berperan dalam memperkuat saling pengertian antara masyarakat kedua negara.
Peng Liyuan, istri Presiden Tiongkok Xi Jinping, dan Tamara Vucic, istri Presiden Serbia Aleksandar Vucic, mengunjungi Beijing Dance Academy pada hari Senin.
Di ruang-ruang studio tari, mereka dengan penuh perhatian menyaksikan pengajaran tari Tiongkok, balet, dan berbagai jenis tarian lainnya. Mereka kemudian menyaksikan pertunjukan para siswa serta melakukan dialog hangat dengan para guru dan siswa dalam suasana yang hidup dan penuh keakraban.
Saat menyaksikan latihan balet dan latihan tari Tiongkok, Peng mengatakan bahwa seni tari melampaui batas negara, menyampaikan budaya dan gagasan, serta memainkan peran unik dalam pertukaran antar masyarakat dan pembelajaran bersama.
Peng menyampaikan harapan agar para seniman dari kedua negara memperkuat pertukaran dan kerja sama untuk menciptakan lebih banyak karya unggulan. Tamara Vucic juga menyatakan kesediaannya untuk mendorong pertukaran budaya dan seni antara kedua negara serta berkontribusi pada pendalaman persahabatan Serbia–Tiongkok.
Seni sebagai Jembatan Persahabatan China–Serbia
Pertukaran seni telah secara konsisten memainkan peran penting dalam sejarah persahabatan Tiongkok dan Serbia.
Atas undangan Tamara Vucic, Peng mengunjungi Museum Nasional Serbia pada tahun 2024, museum terbesar dan tertua di negara tersebut. Peng dan Tamara Vucic bersama-sama mengunjungi pameran lukisan di museum tersebut, menyaksikan demonstrasi tenun tangan tradisional perempuan Serbia, dan bahkan mencoba membuat bola felt—cendera mata dari wol felt—yang melestarikan warisan budaya dan tradisi Serbia.
Selama kunjungan tersebut, Peng berulang kali menyampaikan apresiasi terhadap seni dan kerajinan Serbia, memuji keindahan serta keunikan keterampilannya sekaligus menyoroti nilai warisan budaya yang terkandung di dalamnya. Ia menyampaikan harapan agar pertukaran budaya dan kerja sama antara Tiongkok dan Serbia semakin ditingkatkan guna membangun jembatan dialog antar peradaban.
Pertukaran budaya dan seni telah lama menjadi bagian penting dari hubungan kedua negara.
Pada tahun 1955, Kolo, ansambel nasional Serbia, melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok, menandai awal dari persahabatan panjang yang terus berlanjut hingga saat ini.
Dalam sebuah pameran foto yang memperingati 70 tahun kunjungan pertama Kolo ke Tiongkok pada tahun 2025, mantan Sekretaris Negara Kementerian Kebudayaan Serbia Lav Pajkic menyatakan bahwa kerja sama budaya merupakan komponen penting dalam hubungan Serbia–Tiongkok.
Ia menambahkan bahwa selama 70 tahun terakhir, peradaban Serbia dan Tiongkok saling menghargai, melakukan pertukaran, serta saling belajar, yang sekali lagi menegaskan persahabatan kokoh antara kedua negara.
Pertukaran Budaya Mendorong Masa Depan Bersama dan Kemakmuran Bersama
Pertukaran budaya dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat seiring kemitraan strategis Tiongkok dan Serbia yang terus mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Dalam pembicaraan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic, Xi menekankan bahwa kedua negara perlu memperluas kerja sama secara menyeluruh di bidang budaya, pendidikan, olahraga, dan pariwisata, serta di tingkat subnasional, guna melestarikan persahabatan tradisional antara rakyat Tiongkok dan Serbia.
Pada tahun 2024, Teater Seni Rakyat Beijing melakukan pertunjukan di Beograd dengan mementaskan “Our Jing Ke”, sebuah drama karya peraih Nobel Mo Yan, untuk memperkenalkan gaya seni pertunjukan Tiongkok kepada masyarakat Serbia. Pada Januari 2026, sebuah pameran porselen Dehua Tiongkok dibuka di Beograd, memberikan jendela untuk melihat kerajinan tradisional Tiongkok. Pada April, ruang kelas Konfusius di Sekolah Menengah Filologi merayakan Hari Bahasa Mandarin Internasional dengan menyanyikan lagu-lagu populer Tiongkok, berlatih tai chi, serta membacakan bagian favorit dari Analek Konfusius.
Aktivitas-aktivitas ini dan pameran seni telah menjadi platform serta saluran penting bagi Tiongkok dan Serbia untuk saling mengenal.
Menurut pernyataan bersama setelah pembicaraan Xi dan Vucic, kedua negara akan berupaya membuka babak baru dalam pertukaran antarmasyarakat dan integrasi budaya. Seperti pepatah Serbia mengatakan, “Prijatelj je plod vremena” (teman adalah buah dari waktu).






