BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 25 Mei 2026 – Asosiasi Produsen Semen Thailand atau Thai Cement Manufacturers Association (TCMA) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Chulalongkorn University untuk memajukan kolaborasi strategis di bidang pengetahuan dan teknologi, dengan dukungan dari mitra internasional. Kemitraan ini bertujuan mengembangkan dan menguji coba teknologi penangkapan karbon di SARABURI SANDBOX, sebagai langkah menuju penerapan skala industri dan pengembangan kebijakan di masa depan. Inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam membangun fondasi ekosistem industri rendah karbon Thailand serta mendukung target Net Zero 2050 negara tersebut.
Bapak Surachai Nimla-or, Ketua TCMA, menyatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan peran proaktif sektor industri dalam mendorong komitmen iklim nasional melalui model Kemitraan Pemerintah dan Swasta (Public–Private Partnership/PPP). Inisiatif ini mempertemukan sektor industri, akademisi, pemerintah, dan mitra internasional, termasuk Environment and Climate Change Canada (ECCC), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), dan Global Cement and Concrete Association (GCCA), guna mempercepat transisi menuju industri semen rendah karbon yang sejalan dengan Peta Jalan Semen dan Beton Net Zero Thailand 2050.
“Kolaborasi dengan Universitas Chulalongkorn ini meningkatkan upaya kami menjadi sebuah platform jangka panjang, mulai dari pengembangan pengetahuan, kesiapan tenaga kerja, hingga penerapan teknologi skala percontohan. Upaya ini akan diperkuat melalui keahlian dari Kanada dan pengujian langsung di SARABURI SANDBOX, yang akan menjadi platform pembelajaran untuk mengembangkan solusi yang dapat diterapkan secara luas bagi industri,” ujar Surachai.
Profesor Dr. Wilert Puriwat, Presiden Universitas Chulalongkorn, menekankan peran universitas sebagai Mitra Pengetahuan Strategis dalam menjembatani penelitian dengan implementasi nyata, sekaligus membina “Green Talent” untuk mendukung transformasi industri.
“Universitas Chulalongkorn memandang kolaborasi ini sebagai mekanisme strategis untuk memperkuat basis pengetahuan di bidang teknologi rendah karbon bersamaan dengan pengembangan sumber daya manusia. Hal ini akan meningkatkan kapasitas tenaga kerja sejalan dengan proses transisi dan mendukung ekonomi hijau Thailand dalam jangka panjang,” ujar Profesor Dr. Wilert.
Yang Mulia Ping Kitnikone, Duta Besar Kanada untuk Thailand, menyampaikan dukungan kuat Kanada terhadap inisiatif ini dengan menyoroti lebih dari 65 tahun hubungan bilateral dan komitmen bersama terhadap aksi iklim.
“Kolaborasi ini mencakup transfer pengetahuan, teknologi, dan keahlian dalam mitigasi gas rumah kaca, khususnya melalui dukungan tenaga ahli teknis dan penguatan kapasitas. Teknologi penangkapan karbon akan menjadi jembatan antara inovasi dan penerapan industri, sehingga membantu mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon,” ujar sang duta besar.
Dari pihak pemerintah, Dr. Pirun Saiyasitpanich, Direktur Jenderal Departemen Perubahan Iklim dan Lingkungan Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan, menyatakan bahwa industri semen merupakan sektor strategis dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca nasional menuju Net Zero 2050 sekaligus memperkuat ketahanan iklim.
“Kolaborasi ini menjadi mekanisme kebijakan penting yang menghubungkan implementasi di tingkat proyek dengan aksi di tingkat nasional, dengan SARABURI SANDBOX berfungsi sebagai tempat uji coba untuk pembelajaran dan pengembangan. Hasil dari inisiatif ini akan menjadi dasar dalam perancangan kebijakan serta memungkinkan penerapan yang efektif di tingkat nasional,” ujar Dr. Pirun.
Bapak Teeratas Isarangkul Na Ayudhaya, Wakil Direktur Jenderal Departemen Pekerjaan Industri Kementerian Perindustrian, menambahkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan kebijakan “One MIND” yang mengintegrasikan regulasi dengan promosi industri hijau.
“Departemen siap mendukung kolaborasi ini dalam mengembangkan model industri yang dapat diterapkan secara luas guna meningkatkan daya saing Thailand dalam ekonomi global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Teeratas.
Dr. Chana Poomee, Ketua Kehormatan TCMA sekaligus Presiden ASEAN Federation of Cement Manufacturers (AFCM), menyoroti inisiatif ini sebagai langkah penting dalam memposisikan Thailand sebagai “model regional” untuk dekarbonisasi industri.
“Dengan mengintegrasikan kolaborasi lintas sektor melalui skema PPP, yang menghubungkan kebijakan, teknologi, pengetahuan, serta pengembangan tenaga kerja dengan implementasi nyata, inisiatif ini akan membangun fondasi Ekosistem Industri Rendah Karbon dan berkembang menjadi model sistemik yang dapat diperluas ke seluruh kawasan,” ujarnya.
Kolaborasi ini menandai titik awal pembangunan ekosistem industri rendah karbon Thailand yang menghubungkan pengetahuan, teknologi, inovasi, sumber daya manusia, dan kebijakan ke dalam penerapan nyata serta jalur komersialisasi. Inisiatif ini diharapkan dapat mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon, memperkuat ketahanan iklim, dan meningkatkan daya saing negara di tengah lanskap global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.






