HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – Cushman & Wakefield, perusahaan layanan properti global terkemuka, hari ini merilis laporan tahunan berjudul Beyond the Carbon Blind Spot – Embodied Carbon and Scope 3 Emissions in the Commercial Property Sector on the Chinese Mainland, sebuah laporan penting yang menyoroti meningkatnya signifikansi konsep karbon sepanjang siklus hidup (whole-life carbon) dalam membentuk masa depan investasi, pengembangan, dan kinerja aset properti.


  • - Apa itu karbon tertanam (embodied carbon)'
  • - Emisi Scope 1, 2, dan 3 dalam properti komersial
  • - Shanghai – Perbandingan rata-rata sewa gedung perkantoran Grade A hijau dengan non-hijau (Kuartal 4 2015–Kuartal 1 2026)

Sumber: Cushman & Wakefield Research

Laporan ini menemukan bahwa meskipun efisiensi energi operasional telah meningkat secara signifikan di seluruh sektor, karbon tertanam dan emisi Scope 3 kini menyumbang sebagian besar emisi siklus hidup total pada banyak bangunan komersial.

Perubahan Menuju Pemikiran Karbon Sepanjang Siklus Hidup

Seiring meningkatnya efisiensi bangunan dan dekarbonisasi jaringan listrik, pentingnya karbon tertanam menjadi semakin besar. Laporan ini menyoroti “paradoks redevelopmen”: meskipun bangunan baru lebih efisien secara energi, proses pembongkaran dan pembangunan ulang dapat menghasilkan emisi karbon awal yang sangat tinggi, sehingga total emisi sepanjang siklus hidup dapat melebihi bangunan yang dipertahankan dan direnovasi.

Perubahan ini sangat relevan di pasar perkotaan yang berkembang pesat seperti Shanghai, Beijing, Shenzhen, dan Guangzhou, di mana siklus pembangunan ulang berlangsung cepat dan reposisi aset sering terjadi.

Scope 3 Menjadi Pendorong Utama Pasar

Emisi Scope 3—yang mencakup karbon tertanam, penggunaan energi oleh penyewa, serta aktivitas rantai pasok—kini menjadi kategori emisi terbesar bagi sebagian besar portofolio properti.

Laporan menunjukkan bahwa ruang kantor yang disewa semakin menjadi titik utama paparan Scope 3 bagi penyewa, terutama perusahaan multinasional dengan komitmen net-zero global. Akibatnya, kinerja Scope 3 kini memengaruhi:

  • Keputusan sewa dan permintaan penyewa
  • Alokasi modal dan penyaringan investasi ESG
  • Akses terhadap pembiayaan hijau
  • Pelaporan perusahaan dan kerangka benchmarking

Karbon sebagai Faktor Finansial

Karbon tertanam dan emisi Scope 3 kini bukan hanya sekadar metrik keberlanjutan—tetapi juga menjadi faktor material yang memengaruhi nilai finansial aset. Laporan menunjukkan bahwa perbedaan dalam kinerja karbon sepanjang siklus hidup dapat menciptakan perbedaan signifikan pada hasil aset melalui:

  • Kinerja sewa dan ketahanan tingkat hunian
  • Biaya operasional dan kebutuhan belanja modal
  • Imbal hasil keluar (exit yield) dan permintaan investor

Analisis komparatif menunjukkan bahwa kinerja karbon saja dapat menciptakan perbedaan nilai sekitar 37% antara aset yang secara fundamental serupa.

Dari Risiko ke Peluang

Meskipun kerangka regulasi terus berkembang, modal global dan penyewa besar sudah mulai memasukkan pertimbangan karbon sepanjang siklus hidup ke dalam pengambilan keputusan. Laporan ini menyoroti peluang yang jelas bagi pelaku pasar yang bertindak lebih awal melalui:

  • Strategi adaptive reuse dan retrofit
  • Material rendah karbon dan inovasi konstruksi
  • Keterlibatan rantai pasok dan reformasi pengadaan
  • Leasing hijau dan kolaborasi dengan penyewa
  • Peningkatan data karbon dan tata kelola

Beyond the Carbon Blind Spot menyimpulkan bahwa sektor properti komersial di Tiongkok daratan sedang memasuki fase baru yang menentukan, di mana kinerja karbon sepanjang siklus hidup menjadi pusat daya saing, nilai aset, dan strategi investasi. Para pemangku kepentingan yang mengintegrasikan karbon tertanam dan Scope 3 dalam pengambilan keputusan inti saat ini akan berada pada posisi terbaik untuk meningkatkan ketahanan, membuka akses modal, dan menciptakan nilai jangka panjang di pasar yang berkembang pesat.

Alton Wong, Executive Director, Head of Sustainability Advisory Services, Head of Advisory Services, Valuation and Advisory Services, Greater China, mengatakan: “Karbon tertanam dan emisi Scope 3 kini berada di pusat agenda dekarbonisasi properti komersial. Seiring meningkatnya kinerja operasional, industri dipaksa untuk menghadapi emisi yang jauh lebih besar dan lebih kompleks yang tertanam di seluruh siklus hidup aset. Hal ini mendorong perubahan mendasar dalam cara bangunan dirancang, dibangun, dan dikelola, dengan penekanan yang semakin besar pada pemilihan material, strategi retrofit, dan keterlibatan rantai pasok. Apa yang sebelumnya dianggap sebagai isu teknis keberlanjutan kini menjadi prioritas strategis utama bagi investor dan penyewa.”

Shaun Brodie, Head of Research Content, Greater China, mengatakan: “Penelitian kami menunjukkan bahwa karbon dengan cepat menjadi faktor penentu kinerja properti komersial di Tiongkok daratan. Transisi menuju pemikiran karbon sepanjang siklus hidup bukan hanya tentang mengurangi emisi—tetapi juga tentang memahami bagaimana keberlanjutan secara langsung memengaruhi nilai aset, dinamika penyewaan, dan hasil investasi. Seiring penyewa dan penyedia modal semakin mempertimbangkan karbon tertanam dan emisi Scope 3, aset yang gagal beradaptasi berisiko mengalami keusangan lebih cepat, sementara aset yang unggul dalam kinerja karbon akan memperoleh keunggulan kompetitif yang jelas.”

Silakan klik di sini untuk mengunduh laporan lengkap.


Tentang Cushman & Wakefield

Cushman & Wakefield (NYSE: CWK) adalah perusahaan layanan properti komersial global terkemuka yang melayani pemilik dan pengguna properti, dengan sekitar 53.000 karyawan yang tersebar di hampir 350 kantor di 60 negara. Di kawasan Tiongkok Raya (Greater China), jaringan yang terdiri dari 23 kantor melayani pasar lokal di seluruh wilayah tersebut.

Pada tahun 2025, perusahaan ini membukukan pendapatan sebesar 10,3 miliar dolar AS dari layanan intinya yang mencakup penilaian (valuation), konsultasi, layanan proyek & pengembangan, pasar modal, layanan proyek & penyewa, industri & logistik, ritel, serta lainnya.

Berlandaskan keyakinan bahwa “Better never settles” (yang terbaik tidak pernah berhenti berkembang), perusahaan ini meraih berbagai penghargaan industri dan bisnis atas budaya kerjanya yang telah memenangkan banyak penghargaan.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.cushmanwakefield.com.hk atau ikuti kami di LinkedIn (https://www.linkedin.com/company/cushman-&-wakefield-greater-china).