HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire – 11 Mei 2026 – Invest Hong Kong (InvestHK) akan memperluas keterlibatan strategisnya dengan benua Afrika seiring dengan kunjungan delapan hari yang dilakukan oleh Associate Director-General of Investment Promotion, Ms Loretta Lee, pada 10 Mei ini ke Johannesburg, Afrika Selatan, dan Kigali, Rwanda. Misi ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara Afrika serta mempromosikan Hong Kong sebagai jembatan utama bagi perusahaan Afrika untuk memasuki pasar Tiongkok Daratan dan kawasan Asia-Pasifik.
Ms Lee mengatakan, “Afrika memiliki posisi strategis di Global South dan merupakan mesin pertumbuhan penting di tengah ketidakpastian ekonomi global. Konektivitas menjadi kunci untuk membuka potensi ini, dan Hong Kong memainkan peran strategis dalam menghubungkan modal, talenta, serta inovasi dan teknologi antara Afrika, Tiongkok Daratan, dan pasar internasional untuk mendorong pertumbuhan multilateral yang berkualitas tinggi. Sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk investasi masuk maupun perusahaan Tiongkok Daratan yang ingin berekspansi ke luar negeri, InvestHK memfasilitasi investasi dua arah melalui wawasan pasar strategis, akses global yang luas, promosi terarah, dan fasilitasi kebijakan.”
Ms Lee akan mengunjungi Johannesburg pada 10 hingga 13 Mei untuk bertemu dengan perwakilan kamar dagang lokal, institusi keuangan, bank, pelaku fintech, serta sektor layanan bisnis dan profesional. Melanjutkan misinya ke Kigali, Rwanda, pada 13 Mei, Ms Lee akan mewakili InvestHK di Africa CEO Forum untuk mendorong pertukaran tingkat tinggi dengan para eksekutif puncak (C-suite) dari perusahaan multinasional terkemuka di benua tersebut.
Perusahaan-perusahaan Afrika yang membangun kehadiran di Hong Kong dapat memperoleh manfaat dari sistem hukum common law yang diakui secara global serta rezim pajak paling kompetitif di Asia. Belum lama ini, Hong Kong semakin memperkuat daya saingnya dengan menurunkan pajak keuntungan menjadi 8,25 persen dari tarif standar 16,5 persen bagi pedagang komoditas fisik yang memenuhi syarat. Dengan menggabungkan insentif fiskal ini dan status Hong Kong sebagai pusat offshore Renminbi terkemuka di dunia, Hong Kong menawarkan jalur masuk yang efisien dan berlikuiditas tinggi bagi eksportir komoditas Afrika ke pasar Asia.
Sejalan dengan kemajuan Rencana Lima Tahun ke-15 nasional, Hong Kong memanfaatkan statusnya sebagai “super connector” dan “super value-adder” untuk mendukung pembangunan nasional. Seiring hubungan ekonomi Tiongkok–Afrika yang bergeser menuju perdagangan dan investasi bernilai tinggi, Hong Kong berada pada posisi unik untuk mempercepat arus modal dua arah—mendorong pertumbuhan di sektor keuangan, pelayaran, serta inovasi dan teknologi.
Mengutip kemenangan pertama tim rugby nasional Afrika Selatan di Hong Kong Sevens, Ms Lee menekankan bahwa hubungan antarmasyarakat yang dinamis seperti ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi fondasi penting dalam mendorong hubungan ekonomi bilateral yang lebih kuat.






