• Home
  • Riau
  • Kasus Penangkapan Ikan Ilegal, Gubernur Riau Bertemu Mendagri Malaysia

Kasus Penangkapan Ikan Ilegal, Gubernur Riau Bertemu Mendagri Malaysia

Kamis, 26 Mei 2022 | 14:33
Gubernur Riau Syamsuar (kiri) saat bertemu dengan Mendagri Malaysia Dato' Seri Hamzah bin Zainudin di Malaysia, Rabu (25/5/2022).(Dok. Pemprov Riau)

PEKANBARU, RIAUGREEN.com - Gubernur Riau Syamsuar mengadakan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Dato' Seri Hamzah bin Zainudin di Malaysia, Rabu (25/5/2022).

Dalam pertemuan ini, Syamsuar dan Hamzah membahas beberapa hal penting. Seperti imigran ilegal, penangkapan ikan ilegal atau illegal fishing, peredaran narkotika dan konektivitas transportasi kapal RoRo Dumai-Melaka.

Gubernur Riau pada pertemuan itu, didampingi Wakapolda Riau Brigjen Tabana Bangun, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Parlindungan Hutagalung, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Riau D.P. Siregar, dan Protokol Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur Rijal Al-Huda.

Syamsuar mengatakan, ia bersama Mendagri berdarah Kabupaten Kampar, itu sepakat akan menjalin kerja sama dalam upaya pencegahan imigran ilegal, peredaran narkoba, dan illegal fishing.

"Dalam pertemuan tadi, Pak Mendagri Malaysia berharap tidak ada lagi imigran gelap. Bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia, harus memiliki dokumen yang lengkap," sebut Syamsuar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Selain itu, kata dia, juga membahas terkait illegal fishing yang dilakukan nelayan Malaysia yang masuk ke Indonesia dan nelayan Indonesia yang masuk ke Malaysia.

Dijelaskan Syamsuar, terkait illegal fishing, juga menjadi perhatian Wakapolda Riau.

Lantaran Malaysia dan Indonesia telah bekerja maksimal untuk melakukan antisipasi dan penanganan illegal fishing di wilayah kedaulatan negara Indonesia dan Malaysia.

"Kalau ada yang terjadi seperti itu (iIlegal fishing), kami bersepakat untuk membantu nelayan agar bisa kembali pulang ke negara masing-masing," kata Syamsuar.***



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top