• Home
  • Pekanbaru
  • Revitalisasi Bahasa Melayu, BBPR dan Pemprov Riau Kompak Lestarikan Warisan Bahasa Daerah

Revitalisasi Bahasa Melayu, BBPR dan Pemprov Riau Kompak Lestarikan Warisan Bahasa Daerah

Rabu, 21 Mei 2025 | 10:31
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) menggelar rapat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rangka mendukung revitalisasi Bahasa Melayu Riau. Kegiatan yang berlangsung di Pekanbaru ini dihadiri oleh sejumlah pihak penting, termasuk Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Arden Sumeru, Rektor Universitas Lancang Kuning Prof. Dr. Junaidi, serta para maestro budaya yang terlibat langsung dalam pelestarian bahasa daerah.

Dalam sambutannya, Arden Sumeru menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik inisiatif Badan Bahasa melalui BBPR dalam menjaga eksistensi Bahasa Melayu. Ia menekankan bahwa upaya revitalisasi ini sangat penting, mengingat Bahasa Melayu Riau merupakan akar dari Bahasa Indonesia, yang kini menjadi bahasa resmi negara.

    “Ini adalah tugas mulia kita bersama untuk melestarikan Bahasa Melayu sebagai bagian dari upaya menjaga jati diri dan kekayaan budaya bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arden berharap ke depannya pembinaan Bahasa Melayu juga dapat menyasar siswa jenjang SMA dan sederajat di bawah naungan Dinas Pendidikan Riau. Ia menilai penting bagi generasi muda untuk memahami dan mencintai bahasa daerahnya sendiri sejak dini.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Umi Kulsum, mengingatkan bahwa banyak bahasa daerah di dunia saat ini berada di ambang kepunahan. Berdasarkan data UNESCO, setiap hari terdapat dua bahasa daerah yang punah, dan dalam kurun waktu 10 tahun, sebanyak 20 persen anak-anak tidak lagi dapat berbahasa daerah mereka sendiri.

    “Di Indonesia, tercatat sudah ada 11 bahasa daerah yang punah karena tak lagi digunakan oleh penuturnya. Ini adalah ancaman serius bagi keberlangsungan budaya bangsa,” terang Umi.

Menurutnya, kepunahan bahasa lokal terjadi akibat berbagai faktor seperti urbanisasi, kemiskinan, hingga minimnya kebanggaan generasi muda terhadap bahasa daerah mereka. Menyadari kondisi ini, sejak 2024, Badan Bahasa Kemendikbudristek melalui seluruh kantor bahasa di Indonesia, termasuk BBPR, telah mengimplementasikan Program Revitalisasi Bahasa Daerah.

Program ini menargetkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai kelompok utama untuk dibina agar aktif mempelajari dan menggunakan bahasa daerah mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Di Provinsi Riau, program ini dikemas dalam berbagai kegiatan kreatif berbasis Bahasa Melayu, antara lain:

- Penulisan aksara Arab Melayu
- Lomba cerpen
- Stand-up comedy berbahasa Melayu
- Pidato, bersyair, serta membaca dan menulis puisi

Untuk tahun 2025, program ini akan diselenggarakan di empat kabupaten, yakni Bengkalis, Siak, Rokan Hulu (Rohul), dan Rokan Hilir (Rohil). Sedangkan pada tahun 2024 lalu, kegiatan ini telah dilaksanakan di Kampar, Dumai, Indragiri Hulu (Inhu), dan Kepulauan Meranti.

 “Kami berharap program ini dapat terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Bahasa Melayu, sekaligus mencegahnya dari kepunahan,” tutup Umi Kulsum.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top