• Home
  • Nasional
  • Panglima TNI ke Riau, Minta Klaster PTM Diantisipasi-Percepat Vaksinasi

Panglima TNI ke Riau, Minta Klaster PTM Diantisipasi-Percepat Vaksinasi

Kamis, 23 September 2021 | 17:27
detikcom
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meninjau serbuan vaksin COVID-19 di Riau.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin rapat penanganan COVID-19 bersama Forkopimda se-Provinsi Riau. Dalam kesempatan ini, Hadi mengingatkan pentingnya percepatan vaksinasi dan pengawasan ketat pembelajaran tatap muka (PTM) agar tidak muncul klaster Corona.

Rapat bersama Forkopimda se-Provinsi Riau ini digelar di Hotel Pangeran, Kamis (23/9/2021). Hadir pula Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito dan Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto.

Kegiatan diawali penjelasan Gubernur Riau Syamsuar terkait kondisi dan dinamika penanganan COVID-19 di Riau. Data terakhir, kasus aktif di Riau saat ini berjumlah 1.236 orang, dengan rincian 206 dirawat di rumah sakit dan 1.030 orang terbagi melaksanakan isoter dan isoman. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 95,9 persen.

Syamsuar menyampaikan terima kasih kepada Hadi atas kepedulian untuk terus membantu Provinsi Riau, baik dalam sinergisitas penanganan COVID-19 maupun dukungan percepatan vaksinasi bagi masyarakat Riau yang saat ini sangat diminati masyarakat.

"Penanganan pandemi COVID-19 saat ini tentunya membutuhkan partisipasi aktif semua pihak, termasuk masyarakat. Kesadaran disiplin protokol kesehatan yang tinggi dan percepatan vaksinasi, maka tren kasus konfirmasi Indonesia, termasuk di antaranya Provinsi Riau, akan semakin turun," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Hadi mengapresiasi kinerja Satgas karena terjadi tren penurunan kasus konfirmasi positif di Riau. Namun dia mengingatkan agar hal itu jangan sampai membuat pengawasan jadi longgar.

"Namun kita perlu terus mencermati perkembangan dan fakta-fakta di lapangan," katanya.

Hadi mengingatkan bahwa tracing kontak sangat penting dilaksanakan untuk mencegah tertularnya orang-orang terdekat di sekitar, baik keluarga maupun tetangga.

"Terlebih mereka yang rentan, baik lansia maupun yang memiliki komorbid," ungkapnya.

Untuk beberapa wilayah di Riau, Hadi menyampaikan bahwa data yang dilaporkan agar selalu di-update dengan benar agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan langkah dalam penanganan COVID-19 di wilayahnya.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan, untuk di wilayah Kampar, Indragiri Hilir, dan Rokan Hulu, diminta agar Satgas lebih meningkatkan percepatan vaksinasi secara masif. Vaksinasi penting dipercepat untuk membangun kekebalan imunitas.

"Terkait kegiatan sekolah PTM (pembelajaran tatap muka), Bapak Gubernur dan jajaran harus memperhatikan persyaratan PTM, karena kemungkinan terjadinya klaster yang timbul dari kegiatan tersebut," ujar Hadi mengingatkan.

Panglima TNI dalam kesempatan ini juga menekankan agar jajaran Kodam dan Polda memberikan pendampingan dalam manajemen di lapangan. Demikian pula dengan jajaran pemda, dinkes, BKKBN, dan BPBD turut berperan dalam semua program penanganan sesuai kapasitas masing-masing.

"Untuk pelaksanaan vaksinasi, pemda bersama TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi. Saat ini suplai vaksin akan semakin banyak, maka diperlukan percepatan vaksinasi agar segera mencapai target vaksinasi," pungkas Panglima TNI.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga meninjau program percepatan vaksinasi di Pekanbaru. Dalam kesempatan ini, Hadi mengingatkan pentingnya program percepatan vaksinasi untuk mengatasi pandemi COVID-19.

Marsekal Hadi meninjau percepatan vaksinasi di SMPN 9 Pekanbaru, Kamis (23/9/2021). Turut serta Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito dan Kabaharkam Polri Komjen Arief Sulistyanto.

Ditargetkan ada 1.000 dosis vaksin yang akan diberikan kepada siswa dan siswi SMP di seputar Kota Pekanbaru. Kegiatan ini didukung 35 vaksinator gabungan dari TNI-Polri dan Dinkes.

Ada hal menarik dalam peninjauan program percepatan vaksinasi kali ini. Marsekal Hadi sempat berdialog langsung dengan salah seorang siswa bernama Gilang.

"Bagaimana, enak sekolah virtual atau tatap muka'" tanya Hadi. Gilang menjawab, lebih enak sekolah tatap muka karena dapat bertanya langsung ke guru jika ada hal yang kurang dipahami.

Kemudian Hadi kembali bertanya apa cita-cita siswa tersebut jika sudah besar nanti.

"Jadi pemain bola, Bapak, jadi kiper," jawab Gilang.

Marsekal Hadi lantas mengajak siswa tersebut mempraktikkan bagaimana jika mendapatkan serangan bola dari kanan atas ataupun bawah. Ini dilakukan Hadi semata-mata untuk menghilangkan rasa takut dari siswa tersebut sebelum divaksinasi.

Selanjutnya, Panglima TNI, Kepala BNPB dan Kabaharkam Polri melanjutkan menyapa jajaran yang melaksanakan vaksinasi di beberapa wilayah secara virtual. Salah satu tempat yang disapa Panglima TNI adalah vaksinasi di Pondok Modern Nurul Hidayah, yang hari ini melaksanakan vaksinasi sebanyak 1.200 santri.

"Bagus, lanjutkan lagi untuk yang belum divaksin baik dosis pertama maupun dosis kedua agar kegiatan di pesantren bisa berjalan dengan baik dan terhindar dari terpaparnya COVID-19, termasuk para pengasuhnya. Jangan lupa, semuanya dilaksanakan vaksinasi," ucap Hadi. (DETIK.COM)

loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top