• Home
  • Nasional
  • WHO: 7 Provinsi RI Alami Penularan Corona Tinggi, 5 dari Luar Jawa-Bali

WHO: 7 Provinsi RI Alami Penularan Corona Tinggi, 5 dari Luar Jawa-Bali

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:08
RIAUGREEN.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan tujuh provinsi di Indonesia mengalami penularan Corona yang sangat tinggi. WHO pun menyarankan agar pembatasan ketat tetap dilakukan.

Imbauan WHO tersebut tertuang dalam Situation Report-65 yang dirilis oleh WHO pada Kamis (29/7/2021). Situation report ini rutin dirilis setiap pekan oleh WHO. Ini merupakan laporan per 28 Juli 2021.

WHO mengungkap kasus mingguan Corona di tujuh provinsi. Tingkat penularan sangat tinggi terjadi per 100 ribu penduduk.

"Dari 19 hingga 25 Juli, tingkat penularan komunitas tertinggi (CT4) diamati di tujuh provinsi, berbeda dengan enam di minggu sebelumnya; tingkat penularan yang sangat tinggi per 100.000 penduduk dilaporkan di DKI Jakarta (688,6), DI Yogyakarta (362,9), Kalimantan Timur (248,9), Kalimantan Utara (213,3), Kepulauan Riau (208.1), Papua Barat (198,1) dan Kepulauan Bangka Belitung (178,0)," tulis WHO dalam laporannya.

WHO pun menyarankan agar pembatasan tetap dilakukan. Warga harus tetap dibiasakan menaati protokol kesehatan yang ketat.

"Upaya menekan penularan melalui pelaksanaan upaya pembatasan sosial dan penanganan kesehatan masyarakat (PHSM) perlu dilanjutkan dan dipercepat. Sangat penting bagi masyarakat untuk terus berlatih menjaga jarak fisik, mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari keramaian, tertutup dan pengaturan kontak dekat, dan memastikan ventilasi yang baik untuk membatasi penyebaran COVID-19 lebih lanjut," demikian saran WHO.

10 Provinsi Alami Peningkatan 25%
Selain itu, 10 di antara provinsi di Indonesia mengalami peningkatan penularan kasus hingga 25%. Bahkan, penularan kasus 50% atau lebih terjadi di Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

"Sepuluh di antara provinsi tersebut mengalami peningkatan di atas 25%, termasuk dua dengan peningkatan 50% atau lebih: Kalimantan Utara (58%) dan Kalimantan Selatan (50%). Semua Provinsi di Jawa, kecuali Jawa Tengah, mengalami penurunan jumlah dari kasus yang dilaporkan. Namun demikian, penanganan kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang ketat (PHSM) harus terus diterapkan di seluruh negeri," ungkapnya.

Untuk Jakarta, kasusnya memang sedang turun. Namun, angka tersebut masih termasuk tingkat tinggi.

"Jawa dan Bali telah mengalami peningkatan tajam dalam angka kejadian sejak Juni. Kasus mingguan COVID-19 meningkat di enam provinsi selama minggu 19-25 Juli. Meskipun DKI Jakarta melaporkan penurunan kasus, itu tetap pada tingkat tertinggi dari skenario penularan komunitas dalam enam minggu terakhir. DI Yogyakarta juga tetap berada di CT4 pada tiga minggu terakhir," ujarnya.(detik.com)

loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top