Ini Penyebab Perubahan Iklim yang wajib Kamu Ketahui

Jumat, 22 April 2022 | 20:35
RIAUGREEN.COM - Perubahan iklim adalah perubahan signifikan rata-rata cuaca dimana cuaca atau keadaan atmosfer, suhu udara, dan curah hujan dalam hitungan dasawarsa hingga jutaan tahun. Perubahan iklim berdampak pada berkurangnya air bersih dan penurunan kualitasnya. Apa penyebab perubahan iklim'

Pada dasarnya, iklim berubah secara terus-menerus karena interaksi antara komponen-komponennya dan faktor eksternal seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, dan beragam kegiatan manusia, seperti dikutip dari laman Knowledge Center Kementerian Lingkuhan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Kerangka Kerja Perubahan Iklim (United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) juga menekankan, perubahan iklim disebabkan baik secara langsung atau tidak langsung oleh aktivitas manusia. Aktivitas tersebut mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami dalam jangka panjang.

Komposisi atmosfer global yang terpengaruh aktivitas manusia yaitu komposisi material atmosfer bumi berupa gas rumah kaca (GRK) yang terdiri dari Karbon Dioksida, Metana, Nitrogen, dan lain-lain.

Pada dasarnya, gas rumah kaca tersebut dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Akan tetapi, konsentrasi gas rumah kaca yang semakin meningkat membuat lapisan atmosfer semakin tebal.

Penebalan lapisan atmosfer menyebabkan jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer bumi semakin banyak. Peningkatan konsentrasi gas tersebut mengakibatkan efek rumah kaca, yaitu proses peningkatan suhu bumi atau pemanasan global.

Pemanasan global akan meningkatkan jumlah air pada atmosfer sehingga curah hujan meningkat. Tetapi, curah hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan air punya risiko lebih cepat kembali ke laut. Alhasil, air yang ada belum sempat tersimpan dalam sumber air bersih untuk digunakan manusia.

Lantas, apa saja aktivitas manusia yang menjadi penyebab perubahan iklim'

1. Pengubahan Energi

Penggunaan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas alam untuk menghasilkan energi listrik dan energi panas adalah salah satu penyebab utama emisi atau sisa pembakaran di dunia. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan karbon dioksida dan dinitrogen oksida. Keduanya adalah gas rumah kaca berbahaya yang menyelimuti Bumi dan memerangkap panas matahari.

Saat ini, baru sekitar seperempat energi listrik di dunia dihasilkan dari sumber daya terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga angin. Sumber daya terbarukan ini hanya menghasilkan sedikit menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara.

2. Manufaktur Barang dan Pertambangan

Usaha manufaktur melakukan pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi dalam membuat barang, mulai dari semen, besi, elektronik, plastik, hingga pakaian.

Usaha pertambangan, konstruksi, dan proses industri lainnya juga kerap beroperasi dengan batu bara, minyak, atau gas. Alhasil, proses industri dan manufaktur menjadi salah satu kontributor emisi gas rumah kaca terbesar di seluruh dunia, seperti dikutip dari laman PBB Indonesia.

3. Penebangan Hutan

Penebangan hutan menghasilkan emisi karena pohon yang ditebang akan melepaskan karbon yang tersimpan di dalamnya. Di sisi lain, hutan berfungsi untuk menyerap karbon dioksida. Karena itu, penebangan hutan juga membatasi kemampuan alam dalam mengurangi emisi di atmosfer.

Sekitar 12 juta hektare hutan dihancurkan setiap tahun untuk lahan usaha, rumah, pertanian, hingga peternakan. Penggundulan hutan, pertanian, dan perubahan fungsi lahan lainnya menyumbang sekitar seperempat dari emisi gas rumah kaca di dunia.

4. Penggunaan Alat Transportasi

Penggunaan bahan bakar fosil pada sebagian besar mobil, truk, kapal, hingga pesawat merupakan penyumbang utama gas rumah kaca seperti emisi karbon dioksida. Penggunaan alat transportasi menghasilkan hampir seperempat dari emisi karbon dioksida global terkait energi.

5. Produksi Makanan

Produksi makanan juga merupakan kontributor utama perubahan iklim. Sebab, berbagai aktivitas produksi, pengemasan, dan pendistribusian makanan menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Kegiatan produksi makanan yang termasuk penyumbang emisi gas rumah kaca yaitu penggundulan hutan dan pembersihan lahan menjadi lahan pertanian dan penggembalaan, gas dari sapi dan domba, produksi dan penggunaan pupuk dan pupuk kandang untuk bercocok tanam, serta penggunaan energi untuk menjalankan alat pertanian dan kapal nelayan.

6. Suplai Energi untuk Ruangan

Tempat tinggal dan bangunan komesial menggunakan lebih dari setengah energi listrik global, baik untuk memanaskan dan mendinginkan ruangan. Manusia juga menggunakan energi listrik untuk penerangan, peralatan, dan gawai. Penggunaan bahan bakar fosil dalam mengubah energi tersebut menyumbang emisi gas rumah kaca.
7. Pemakaian Berlebihan Pakaian hingga Plastik

Konsumsi dan gaya hidup sehari-hari juga menyumbang emisi gas rumah kaca. Contoh, penggunaan berlebihan plastik yang dibuat dengan bahan bakar fosil, pembakarannya untuk menyalakan elektronik, menjalankan kendaraan pribadi, hingga memproduksi dan mencuci pakaian.

source:detik.com

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top