• Home
  • Dunia
  • Medsosnya Diserang Netizen +62, Ini Sosok Politisi Wanita India Hina Nabi Muhammad

Medsosnya Diserang Netizen +62, Ini Sosok Politisi Wanita India Hina Nabi Muhammad

Rabu, 08 Juni 2022 | 18:52
Ini Sosok Politisi Wanita India Hina Nabi Muhammad. Instagram/@nupursharma_bjp ©2022 Merdeka.com

RIAUGREEN.COM - Partai berkuasa di India baru saja memberi sanksi terhadap salah satu anggota, Nupur Sharma. Ia dipecat.

Sanksi tegas itu diterapkan usai Nupur Sharma melontarkaan hinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Penghinaan yang dilakukan Nupur Sharma terdengar hingga ke tanah air.

Alhasil, warganet ramai-ramai memberikan tanggapan berupa hujatan dan kecaman di akun media sosial resmi milik Nupur. Berikut ulasannya.

Menghina Nabi Muhammad & Dipecat

Sebelumnya, Nupur merupakan sosok wanita yang berperan sebagai juru bicara nasional untuk Partai Bharatiya Janata atau BJP. Tak lama setelah berdebat di televisi, Nupur diberikan sanksi berupa pemecatan dari keanggotaan utamanya dari partai.

Secara tegas, Nupur memberikan komentar dalam sebuah debat dan mengarah pada penghinaan terhadap Nabi Muhammad pada pekan lalu. Nupur secara langsung menghina Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah.

Akibatnya, bentrokan terjadi di salah satu negara bagian India. Tak sedikit pihak yang menutut agar Nupur segera ditangkap dan diberi tindakan

Tanggapan Partai

Berbeda halnya dengan sosok wanita tersebut, BJP dalam pernyataannya justru ikut mengecam segala bentuk penghinaan terhadap tokoh agama manapun. BJP menyebut, menghormati dan toleransi merupakan salah satu aspek yang dijunjung tinggi.

"Partai Bharatiya Janata juga menentang keras ideologi apapun yang menghina atau melecehkan sekte atau agama apapun. BJP tidak mendukung orang atau filosofi semacam itu," jelas BJP, dikutip dari Al Jazeera, Senin (6/6).

"Konstitusi India memberikan hak kepada setiap warga negara untuk mempraktikkan agama apapun yang mereka pilih dan menghormati serta menghargai setiap agama." imbuhnya.

Hal itu secara jelas merupakan tanggapan BJP atas perkataan Nupur Sharma. Sehingga, BJP menganggap jika tindakan Nupur jelas keluar dari ideologi partai hingga konstitusi India.

Ramai Dikecam

Duta Besar India untuk Kuwait dan Watar dipanggil pada Minggu, menerima nota protes terkait komentar tersebut. Kementerian Luar Negeri Pakistan juga mengecam "pernyataan sangat menghina" tersebut dan respons BJP.

"Pernyataan yang sangat tidak dapat diterima ini tidak hanya sangat melukai sentimen rakyat Pakistan tapi miliaran Muslim di seluruh dunia," jelas pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Selain memanggil Duta Besar India, Qatar juga menuntut pemerintah India meminta maaf dan mengecam tindakan tersebut.

Kecaman juga disampaikan Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Sekretariat Jenderal Organisasi Kerjasama Islam mengungkapkan kecaman kerasnya atas penghinaan yang dilakukan seorang pejabat partai berkuasa di India terhadap Nabi Muhammad SAW," jelas OKI melalui sebuah pernyataan.

Akun Media Sosial Diserang Warganet Indonesia

Mengetahui hal tersebut, tak sedikit dari warganet di tanah air yang turut merasa kesal. Akun Instagram resmi milik Nupur dalam @nupursharma_bjp ramai dipenuhi tanggapan hingga kecaman.
Banyak yang merasa tak terima jika Nabi Muhammad dihina. Sementara itu, salah satu warganet pun turut memberikan saran bagi Nupur untuk melakukan serangkaian penelitian dengan bijak terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pernyataan hingga hinaan.

"Don't insult Islam and Prophet Muhammad SAW (Jangan menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW)," tulis akun @rafidh20_____

"Jika anda bukan seorang muslim diamlah jangan menghina nabi dan rosul utusan Allah dan agama kami," tulis akun @da_lethal2.0

"Semoga Allah mengampunimu, dan diberikan hidayah mengenal Islam lebih dekat dan menyesali perbuatanmu menghina Nabi Muhammad SAW," tulis akun @little.jellyid

"Prophet #Muhammad is The Most Greatest Man In This Universe. Please do research before you judging our religion especially our Prophet Muhammad (Nabi Muhammad adalah manusia terhebat di alam semesta ini. Tolong lakukan penelitian terlebih dahulu sebelum Anda menghakimi agama kami, terutama Nabi Muhammad kami)," tulis akun @hausinfo.


Source ; Merdeka


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top