• Home
  • Dunia
  • Ruang Bawah Tanah Apartemen di Mariupol di Temukan 200 Mayat

Ruang Bawah Tanah Apartemen di Mariupol di Temukan 200 Mayat

Kamis, 26 Mei 2022 | 13:11

RIAUGREEN.com - Sebanyak 200 mayat ditemukan di ruang bawah tanah di Mariupol setelah para pekerja menggali reruntuhan sebuah gedung apartemen.

Penasihat Wali Kota Mariupol, Petro Andryushchenko menyampaikan mayat-mayat tersebut telah membusuk dan baunya menyeliputi lingkungan sekitarnya. Andryushchenko tidak menjelaskan kapan penemuan mayat tersebut, dikutip dari laman South China Morning Post, Kamis (26/5).

Mariupol digempur tanpa henti selama hampir tiga bulan pengepungan yang berakhir pekan lalu setelah sekitar 2.500 pejuang Ukraina meninggalkan pabrik baja Azovstal tempat mereka terkepung. Pasukan Rusia telah menguasai seluruh kota, di mana diperkirakan 100.000 orang tetap berada di kota itu. Jumlah populasi Mariupol sebelum perang sebanyak 450.000 orang. Dari 100.000 orang ini, banyak dari mereka terperangkap selama pengepungan dengan sedikit makanan, air, pemanas atau listrik.

Menurut otoritas Ukraina, sedikitnya 21.000 orang tewas dalam pengepungan tersebut. Ukraina menuduh Rusia berusaha menutupi kejahatannya dengan membawa peralatan kremasi mobile dan mengubur para korban secara massal.

Selama serangan di Mariupol, serangan udara Rusia menghantam sebuah rumah sakit bersalin dan bioskop di mana warga sipil berlindung. Penyelidikan Associated Press menemukan hampir 600 orang tewas dalam serangan di bioskop tersebut, dua kali lipat dari perkiraan otoritas Ukraina.

Di wilayah Donetsk, tentara Rusia merebut kota industri Svitlodarsk, yang memiliki pembangkit listrik tenaga termal atau panas bumi dan mengibarkan bendera di sana. Sebelum perang, kota ini memiliki populasi sekitar 11.000 orang.

Tentara Rusia juga menggempur kota Slovyansk, menurut Wali Kota Vadym Lyakh. Dia mengatakan tidak ada korban jiwa karena warga telah meninggalkan rumah-rumah mereka. Dia juga mendesak warga yang masih di kota itu melarikan diri ke wilayah barat. Pertempuran sengit juga masih berlangsung di kota Lyman.***


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top