• Home
  • Dunia
  • Tanah Longsor di India, 76 Orang Tewas, 90 Ribu Orang Dievakuasi

Tanah Longsor di India, 76 Orang Tewas, 90 Ribu Orang Dievakuasi

Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:58
Hujan lebat memicu tanah longsor dan banjir di India (AFP Photo)

RIAUGREEN.COM - Tim penyelamat di India menyisir lumpur dan puing-puing bangunan pada Sabtu (24/7) ini untuk mencari korban selamat menyusul bencana tanah longsor dan banjir yang terjadi akibat hujan lebat. Sejauh ini 76 orang telah tewas dan hampir 90.000 orang lainnya dievakuasi akibat bencana alam tersebut.

Hujan deras mengguyur pantai barat India dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan puluhan orang hilang di dekat ibu kota komersial Mumbai dan memicu banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa di negara bagian Goa.

"Curah hujan di berbagai bagian negara bagian yang sering bertepatan dengan air pasang dan juga debit dari bendungan menyebabkan berbagai daerah menjadi tergenang," kata pemerintah negara bagian Maharashtra dalam siaran persnya seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (24/7/2021).

Lebih dari separuh kematian terjadi di Raigad, selatan Mumbai, di mana tanah longsor mengubur puluhan rumah, menewaskan 47 orang dan 53 orang lainnya dikhawatirkan terperangkap di bawah lapisan lumpur.

Hujan menyebabkan sungai Savitri meluap, membuat kota Mahad benar-benar tidak dapat diakses melalui jalan darat. Warga yang ketakutan pun naik ke atap dan lantai atas untuk menghindari genangan air.

Tim penanggulangan bencana nasional, National Disaster Response Force (NDRF) tidak dapat mendaratkan helikopter mereka di daerah tersebut karena cuaca buruk pada hari Jumat (23/7), tetapi akhirnya dapat menyelamatkan penduduk setempat saat air mulai surut.

Kepala menteri negara bagian Pramod Sawant mengatakan, Goa mengalami banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa akibat musim hujan yang telah menyebabkan "kerusakan yang meluas" di wilayah tersebut, tetapi tidak ada korban.

Tim penyelamat dan unit militer bekerja untuk mengevakuasi orang-orang yang terdampar akibat banjir, tetapi operasi mereka terhambat oleh tanah longsor yang menghalangi jalan, termasuk jalan raya utama antara Mumbai dan Goa.

Ketinggian air naik hingga hampir 20 kaki (6 meter) pada hari Kamis (22/7) di daerah Chiplun, 250 kilometer (160 mil) selatan Mumbai, setelah 24 jam hujan tanpa henti menenggelamkan jalan dan rumah.

"Kontak dari kota benar-benar terputus karena jalur darat tergenang," kata pemerintah Maharashtra.

Tujuh tim penyelamat Angkatan Laut yang dilengkapi dengan perahu karet dan pelampung dikirim ke daerah yang terkena bencana, bersama dengan penyelam khusus dan helikopter untuk mengangkut penduduk yang terdampar.

Hampir 90.000 orang telah dievakuasi di Maharashtra sejauh ini.**

loading...
BERITA LAINNYA
165 Orang Tewas Akibat Banjir di Jerman
Senin, 19 Juli 2021 | 19:11
BERIKAN KOMENTAR
Top