• Home
  • Dunia
  • Israel Kembali Hancurkan Desa Palestina di Tepi Barat

Israel Kembali Hancurkan Desa Palestina di Tepi Barat

Kamis, 08 Juli 2021 | 15:26
AP
Israel hancurkan rumah-rumah sementara, beberapa dari tenda, yang ditinggali warga Palestina di Tepi Barat ( Photo/Majdi Mohammed)
RIAUGREEN.COM - Otoritas Israel menghancurkan desa Khirbet Humsu yang ditinggali komunitas penggembala Bedouin di Tepi Barat. Penghancuran ini menjadi babak terbaru dalam upaya Israel menghilangkan desa-desa Palestina yang terdiri atas rumah-rumah sementara.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (8/7/2021), penghancuran yang dilakukan Israel ini membuat warga desa Palestina, yang mencari nafkah dengan menggembalakan 4.000 ekor domba, kehilangan tempat tinggal untuk kelima kalinya dalam setahun terakhir.

Uni Eropa sebelumnya membantu warga desa Palestina membangun kembali setelah Israel melakukan penghancuran.

Untuk penghancuran kali ini yang dilakukan pada Rabu (7/7) waktu setempat, Christopher Holt dari Konsorsium Perlindungan Tepi Barat menyebut sedikitnya 65 orang termasuk 35 anak kehilangan tempat tinggal.

Konsorium itu merupakan badan bantuan internasional yang didukung Uni Eropa, yang membantu warga Palestina yang desanya dihancurkan.
   
Holt yang berada di lokasi penghancuran, menyebut militer Israel datang tanpa peringatan pukul 09.00 waktu setempat dan meminta warga untuk segera pindah. Ketika warga di lokasi menolak, Israel mulai meratakan rumah-rumah di desa tersebut dengan alat berat.

"Ini eskalasi yang sangat serius," sebut Holt.

Pemerintah Israel yang kini dipimpin Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett menyatakan desa itu dibangun secara ilegal di tengah-tengah lapangan tembak militer.

Seorang pejabat keamanan Israel menyatakan pemerintah telah melakukan diskusi selama berbulan-bulan dengan warga desa tersebut dan menawarkan lokasi alternatif yang tidak jauh dari desa yang dihancurkan.

Namun Holt menyatakan bahwa warga desa tidak mendapat peringatan dini sebelum penghancuran dilakukan. Kini warga desa Palestina itu juga mengaku tidak memiliki tempat lain untuk tinggal di tengah cuaca panas menyengat.

Desa Khirbet Humsu yang terletak di dataran tinggi di atas Lembah Yordan merupakan bagian dari 60 persen wilayah Tepi Barat yang dikenal sebagai Area C, yang berada di bawah kendali Israel sepenuhnya seperti diatur dalam perjanjian damai interim tahun 1990-an.***

loading...
BERITA LAINNYA
165 Orang Tewas Akibat Banjir di Jerman
Senin, 19 Juli 2021 | 19:11
BERIKAN KOMENTAR
Top