• Home
  • Dunia
  • Kata Hamas Soal Israel yang Kembali Gempur Gaza

Kata Hamas Soal Israel yang Kembali Gempur Gaza

Jumat, 18 Juni 2021 | 15:42
AP
Ilustrasi -- Petempur Hamas saat melakukan parade di Gaza
RIAUGREEN.COM - Kelompok militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengomentari serangan udara yang dilancarkan Israel baru-baru ini. Serangan udara Israel itu diketahui membalas serangan balon api yang dikirimkan militan Palestina di Gaza.

Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (18/6/2021), militan-militan Palestina di Gaza mengirimkan serangan balon api selama tiga hari berturut-turut ke Israel. Balon api yang dipasangi objek yang dibakar atau peledak itu memicu kebakaran di wilayah Israel bagian selatan, dengan para petugas pemadam kebakaran Israel berjuang memadamkannya.

Saat gelombang pertama serangan balon api dari Gaza memicu kebakaran pada Selasa (15/6) waktu setempat, militer Israel melancarkan balasan dengan menggempur posisi Hamas di Gaza pada Rabu (16/6) pagi waktu setempat.

Ketika serangan balon api terus berlanjut hingga Kamis (17/6) waktu setempat, Israel kembali melancarkan serangan udara pada Kamis (17/6) malam yang berlanjut hingga Jumat (18/6) waktu setempat.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Israel, sedikitnya delapan kebakaran terjadi di wilayah Israel bagian selatan pada Kamis (17/6) waktu setempat, empat kebakaran pada Rabu (16/6) waktu setempat dan lebih dari dua lusin kebakaran pada Selasa (15/6) waktu setempat. Semua dipicu oleh serangan balon api dari Gaza.

Menurut laporan media Palestina, gempuran terbaru Israel pada Kamis (17/6) malam mengenai sebuah gedung yang dikuasai Hamas di Beit Lahiya, Gaza City. Serangan lainnya dilaporkan mengenai sebuah gedung pemerintahan sipil yang dikelola Hamas di Gaza bagian utara, sebuah pangkalan Hamas di dekat Khan Younis dan sebuah posisi Hamas di Gaza City, serta sebuah lahan pertanian yang diduga menjadi lokasi peluncur roket bawah tanah di Gaza bagian selatan.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat gempuran Israel di Gaza itu.

Dalam komentarnya, Hamas menyebut serangan udara terbaru itu sebagai 'sandiwara' Israel.

"Pengeboman oleh pendudukan terhadap area-area perlawanan hanya dimaksudkan untuk pertunjukan, sebuah upaya oleh pemerintahan baru untuk menaikkan semangat tentara-tentaranya dan komandannya yang turun (dalam pertempuran terakhir)," ujar juru bicara Hamas, Fawzi Barhum.

Barhum juga memperingatkan bahwa pertempuran baru akan pecah jika Israel 'terus melakukan kebodohan dan menargetkan orang-orang kami'.

Diketahui bahwa Hamas dan Israel sebelumnya menyepakati gencatan senjata sejak 21 Mei lalu, usai keduanya terlibat pertempuran sengit selama 11 hari.

Seorang delegasi Israel di Kairo, Mesir, yang melakukan pembicaraan dengan Mesir sebagai mediator gencatan senjata, seperti dilaporkan Channel 13, juga memperingatkan jika serangan balon api terus berlanjut, maka Israel bisa meluncurkan kelanjutan dari operasi militer 11 hari bulan lalu.

Hamas berulang kali menegaskan bahwa balon api merupakan 'tindakan populer' yang sah terhadap Israel dan tidak seharusnya dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Namun Israel menolak klaim tersebut, dan bermaksud memaksa Hamas mempertimbangkan kembali nilai-nilai dari serangan balon apinya.

Sementara itu, sejumlah laporan menyebut bahwa Hamas sempat melepaskan tembakan dengan senjata-senjata mesin berat ke arah wilayah Israel, usai serangan udara terbaru pada Kamis (17/6) malam. Tembakan dari Hamas itu dilaporkan sampai membuat sirene peringatan serangan udara di Israel berbunyi.

Rekaman CCTV yang didapatkan Associated Press menunjukkan apa yang tampak seperti tembakan senapan mesin berat ke udara dari wilayah Gaza, yang diduga sebagai upaya militan Palestina untuk menembak jatuh pesawat-pesawat tempur Israel yang melakukan gempuran.

Rekaman lainnya menunjukkan sejumlah proyektil ditembakkan dari wilayah Gaza, namun tidak diketahui secara jelas apa jenisnya dan di mana proyektil itu jatuh.

Laporan The Times of Israel menyebut sirene peringatan roket berbunyi di wilayah Kfar Aza, dekat perbatasan Gaza. Namun militer Israel menegaskan dalam pernyataannya bahwa sirene peringatan itu dipicu oleh 'serangan non-roket dari Gaza ke Israel'.

Hamas belum memberikan pernyataan soal laporan serangan senapan mesin berat ke Israel tersebut.**

loading...
BERITA LAINNYA
165 Orang Tewas Akibat Banjir di Jerman
Senin, 19 Juli 2021 | 19:11
BERIKAN KOMENTAR
Top