• Home
  • Dumai
  • Penipuan Berkedok Give Away Baim Wong : Warga Dumai Jadi Korban

Penipuan Berkedok Give Away Baim Wong : Warga Dumai Jadi Korban

Senin, 13 Juni 2022 | 01:55
Penipuan Give Away mengatasnamakan Baim Wong kembali terjadi, menimpa seorang wanita "single parent"warga Dumai

DUMAI, RIAUGREEN.COM - Penipuan mengatasnamakan Give Away Baim Wong marak sekali terjadi dan kali ini menimpa seorang wanita single Parent sebut saja (TT) umur 35 tahun warga kelakap tujuh Kota Dumai, Minggu (13/06/22).

(TT) menceritakan sekira pukul 11.00 Wib mendapat telpon dari nomor whatsapp (0821-8557-8761) mengatasnamakan Baim Wong lantas menyampaikan bahwa (TT) memenangkan hadiah dari Give away Baim Wong senilai Empat (4) Juta Rupiah.

Semula (TT) meragukan namun pelaku meyakinkan bahwa ini tidak di pungut biaya sama sekali dan hadiah bisa dicairkan lewat Agen BRILINK terdekat caranya tunjukkan kode ini ( 80777082116064568 ) cukup katakan ingin transaksi Briva maka hadiah ini milik anda, ungkap (TT).

Dengan ketidaktahuan (TT) ditambah penjelasan dari pelaku tersebut tentu memberikan keyakinan kepada (TT) untuk mengambil hadiah tersebut di Agen BRILINK, lantas bergegas (TT) memacu motornya menuju Agen BRILINK : Arif Budiman ( Apotek Saka Jaya)
yang beralamat di Jalan Ombak.

Sesampainya disana (TT) langsung menyampaikan maksud dan tujuan bahwa ingin bertransaksi BRIVA kepada karyawati Agen BRILINK tersebut, (TT) pun memberikan no kode yang diberikan pelaku kepada karyawati tersebut lantas singkat cerita transaksi  di proses dan  berhasil senilai 3.999.000 Rupiah.

(TT) datang ke Agen BRILINK tersebut tanpa membawa uang Ia hanya mengikuti arahan dari Pelaku yang menelpon nya mengatasnamakan Baim Wong, tanpa menyerahkan uang apapun Transaksi langsung di proses dan Karyawati Agen BRILINK menyerahkan Resi pengiriman kepada (TT) dan meminta uang kepada (TT), ungkapnya.

Sontak (TT) kebingungan dan berupaya menjelaskan "saya mana ada uang,saya mau ambil hadiah dari Baim Wong bukan mau Transfer uang, jelas (TT) panik.

Terjadilah adu argument yang panjang sampai Karyawati tersebut mengundang teman teman gaulnya datang menghardik (TT) habis habisan dan menahan nya tidak boleh pergi sebelum membayar tagihan transaksi BRIVA tadi.

(TT) berupaya untuk menemui atau menghubungi Bos karyawati tersebut namun tidak dikabulkan dengan alasan "nanti aku kena marah" pokoknya harus kembalikan uang kami , papar (TT).

Kondisi (TT) sebagai single parent tentu menyulitkannya untuk mendapatkan uang sebanyak itu ,kalaupun ada itu pun (TT) harus mencari utangan kesana kemari dahulu akhirnya (TT) bermaksud meninggalkan Kartu identitasnya dan mohon minta waktu untuk mencari utangan dahulu namun ditolak keras oleh karyawati dan kawan kawan  gaulnya yang diundang datang untuk ikut menahan (TT) di sana.

Tidak jua menemukan penyelesaian akhirnya motor,kunci motor dan KTP (TT) ditahan oleh karyawati tersebut sebagai jaminannya, dengan berat hati (TT) pun mengiyakan dan pulang sambil berfikir keras atas apa yang menimpanya hari ini, " boro boro dapat hadiah malah motor bisa melayang", terang (TT) ter isak isak.

(TT) menuturkan motor inilah transportasinya untuk mencari nafkah, mengantar jemput anak anaknya sekolah dan lain lainnya, (TT) tidak sanggup rasanya membayangkan jika motornya harus raib akibat ketidaktahuannya.

Langkah selanjutnya (TT) akan membuat laporan ke Kepolisian atas apa yang menimpa pada nya dan berharap ada solusi atas permasalahan ini.

" Permasalahan ini akan saya bawa ke ranah hukum, semoga pelaku dapat tertangkap dan saya juga akan melaporkan keberatan atas di tahannya motor saya padahal saya juga korban, saya bersumpah saya tidak tahu apa apa tentang transaksi BRIVA lantas kenapa mereka langsung proses transaksi tanpa tahu saya punya uang atau tidak, setahu saya kalau di Bank kan kalau mau transfer harus serahkan uang nya dulu sementara saya tidak ada perlihatkan uang apalagi menyerahkan uang sebelumnya, Pungkas (TT) berusaha menyampaikan uneg unegnya sambil terisak isak.

Apa itu transaksi BRIVA '

BRIVA adalah metode pembayaran yang disediakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) berupa deretan kode khusus untuk satu kali transaksi dan otomatis akan terkonfirmasi jika penggunanya sudah melakukan pembayaran.
Sistem pembayaran ini menggunakan mekanisme online real time. (Redaksi)


Belajar dari kejadian yang menimpa (TT) ini merupakan modus kejahatan baru dan masih jarang kita temui di Kota Dumai (orang yang berbelanja ke Tokopedia kita yang harus membayar) tentunya ini menjadi pelajaran berharga untuk kita semua untuk lebih berhati hati lagi.
Agar kasus seperti ini tidak semakin meluas kita percayakan sepenuhnya kepada Aparatur Hukum kita Kepolisian agar mengungkap dan meringkus para pelaku pelakunya.


Penulis : Konstributor Dumai/Baim RGC


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top