• Home
  • Dumai
  • Puluhan Jurnalis Desak Kapolres Dumai Tindak Tegas Kasus Pemukulan Wartawan

Puluhan Jurnalis Desak Kapolres Dumai Tindak Tegas Kasus Pemukulan Wartawan

Senin, 27 September 2021 | 19:39
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Puluhan jurnalis di Kota Dumai menggelar aksi damai di depan mapolresta Senin (27/09/2021) siang. Lebih dari 10 oraganisasi pers yang ada di Dumai turut serta dalam aksi menolak kekerasan terhadap jurnalis ini.

Adapun sejumlah organisasi pers yang hadir diantaranya Perwakilan PWI, DPD IMO Indonesia Kota Dumai, Forum Gabungan Wartawan (FORGAN), Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Riau, PPWI, JMSI, Forum Pemred, serta sejumlah pentolan wartawan lainnya di Kota Dumai.

Aksi ini didorong atas keprihatinan dan bentuk perlawanan terhadap tindak kekerasan yang menimpa sejumlah wartawan dalam melakukan tugas-tugas jurnalistik dalam kurun waktu tiga bulan belakangan di Kota Dumai.

Tidak lama menggelar aksi di depan mapolres, para wartawan disambut hangat oleh kapolres Dumai, AKBP Mohammad Kholid, S.I.K beserta jajaran.

Dihadapan Kapolres para wartawan menyampaikan sedikitnya tiga tuntutan agar adanya jaminan kedepan tindak terjadi kembali peristiwa yang sama. Serta menindak tegas pelaku jika kedepan kembali terjadi.

Dalam kurun waktu tiga bulan belakangan, sedikitnya ada tiga wartawan yang mendapat perlakuan yang bertentangan dengan UUD kebebasan Pers. Dimana ketiganya mendapat intimidasi hingga pemukulan dalam melakukan tugas jurnalistik di lapangan.

Koordinator aksi, M Syahrul Aidi menjelaskan aksi ini tidak ada paksaan, adapun puluhan jurnalis yang berpartisipasi hari ini merupakan orang-orang yang prihatin terhadap nasib jurnalis kedepannya. Agar tidak lagi mendapat intimidasi apalagi tindak kekerasan saat menjalankan tugas-tugas jurnalis baik peliputan maupun investigasi di lapangan.

"Kita apresiasi seluruh teman-teman yang merasa terpanggil untuk aksi hari ini, yang peduli terhadap nasib jurnalistik dimana saat ini kita merasa ternodai oleh prilaku oknum yang tidak bertanggung jawab. Bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap jurnalis adalah suatu tindakan yang melanggar hukum, hal ini harus ditegakkan," ungkapnya disela aksi damai.

Ditambahkan Syahrul Aidi, segala tuntutan sudah disampaikan langsung kepada Kapolres, kedepan kita harap komitmen bersama ini menjadi sebuah sejarah agar kedepan peristiwa yang menimpa tiga rekan wartawan sebelumnya tidak terjadi kembali.

Usai pertemuan dengan Kapolres para wartawan berpamitan secara teratur dengan protokol kesehatan yang diterapkan di mapolres Dumai.***

loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top