• Home
  • Siak
  • Renovasi Peraduan Sultan Siak Berantakan, Kerabat Kesultanan Siak Turun Lokasi

Renovasi Peraduan Sultan Siak Berantakan, Kerabat Kesultanan Siak Turun Lokasi

Rabu, 20 Maret 2019 | 14:50
zulfahmi/riaugreen.com
Barang-barang di rumah peraduan Sultan Siak
SIAK, RIAUGREEN.COM - Mencuatnya indikasi penyimpangan pembangunan yang tidak sesuai dengan konsep awal maupun berserakan bahan material rumah peraduan Sultan Siak yang seakan tidak dihargai sebagai aset daerah (cagar budaya) di medsos, akhirnya persatuan kerabatan Sultan Siak langsung  ke lokasi pembangunan Rabu (20/3/2019).

Rimbongan yang turun mulai dari kerabat yang bersal atau berdomisili di Siak dan Pekanbaru juga berdomisili saat ini luar kota.

Diantaranya Tengku Ridwan, Tengku Sulung, Tengku Amar, Tengku Tomainur, Tengku Wira, pemantau dan pecinta budaya dan aset daerah Andi Bin usman yem, juga tokoh masyarakat Rofai, Ruslan LAI. Tenggo Ramli dan puluhan kerabat kesultanan siak saat itu turun ke lokasi pembangunan CSR PT RAPP yang dikerjakan oleh kontraktor PT Arung Samudera.

Melalui juru bicara kerabat kesultan Siak Tengku Ridwan Tengku Amar yang didampingi puluhan kerabat lainnya saat diwawancara RiauGreen.com menjelaskan, rombangan persatuan kerabat kesultanan siak turun ke lokasi pembangunan samping istana siak ini, adalah melihat langsung pembangunan renovasi yang dilakukan.

"Ternyata di lapangan sangat kita sayangkan, seakan aset aset yang direnovasi dibiarkan berserakan seperti ini, kunci-kunci rumah yang umurnya sudah ratusan tahun berlapis kuningan asli seperi lapisan emas dibiarkan seperti ini, lemari-lemari dibiarkan seperti ini, juga lemari pribadi Sultan yang sudah terbuka seperti ini dan juga kayu-kayu yang sudah berumur ratusan tahun dipotong dan dibiarkan berserakan, sangat kita sayangkan sekali seakan tidak menghargai aset dan peninggalan yang bisa menjadi ilmu bagi anak cucu kita ke depan, atau dimuseumkan, karena aset-aset tersebut sudah berumur ratusan tahun, kayu dan bahan material yang didatangkan saat sultan membangun bukan bahan sembarangan, bahkan ada yang didatangkan dari luar negeri, seperti lantai keramik itu buatan prancis, masa dibiarkan seperti ini berserakan dan sekehendak hati tanpa ada pengawasan dari instansi terkait dilibatkan, atau tokoh adat dan kerabat kesultanan maupun Lembaga Adat Melayu Riau Kqbupaten  Siak," kesalnya.

Menurut tokoh-tokoh tersebut, kedatangannya kemari bukan menghentikan pekerjaan sepihak, tapi ini harus didudukkan bersama, dimusyawarah, ada pihak rekanan, pemerintah daerah yang mengawas, kerabat sultan, tokoh masyarakat dan adat maupun LAM, jangan seperti negeri ini tidak bertuan, karena pembangunan ataupun renovasi cagar budaya ini tidak sama dengan membangun bangunan lainnya, bahan yang digunakan juga harus sesuai dengan bahan aslinya paling tidak jenis kayu dan bahan lainnya harus mendekati, kokoh dan kuat.

Material bangunan yang dirobohkan atau direnovasikan harus pula dikumpulkan dimuseumkan, bukan malah dipotong buat dinding kem atau jembatan, kita minta setelah kami turun ini ada pertemuan lanjutan dengan direktur perusahaan, pemerintah daerah, tokoh adat, kerabat kesultanan, cagar budaya maupun tokoh lainnya dilibatkan untuk membicarakan hal ini nantinya, jelas rombongan kerabat kesultanan saat itu panjang lebar.

Sementara pihak perusahaan atau pengawas yang mengaku bernama Tedi saat ditanya kronologis awal pembangunan apakah tidak melibat pihak pemerintah daerah atau tokoh tokoh lainnya dan para kerabat kesultanan, menurut tedi kalau hal itu secara pribadi tidak bisa menjawab karena itu gawe wewenang Pimpinannya (Direktur).

Namun dirinya mengaku berterima kasih atas kedatangan para kerabat kesultanan dan para tokoh maupun pembuka masyarakat, yang telah sudi datang dan memberikan masukan, secara pribadi dirinya bangga dapat bekerja dan datang ke Siak ini, makanya keinginan untuk dilakukan pertemuan besok kamis dengan pimpinan perusahaannya sudah disampaikan, tidak ada halangan besok sekitar pukul 16.00 wib pertemuan dilakukan.

Terkait masaalah barang-barang yang berserakan dan bekas papan papan yang sudah dipotong akan dikumpulkan oleh anggota pekerja nanti disatu tempat, terkait lemari besi pribadi sultan ini memang dari mulai bekerja memang sudah seperti ini kuncinya dilas dan sudah terbuka, isinyapun dirinya tak tau begitu juga pekerja lainnya, tutur tedi.

Sementara di luar masih di area lokasi banyak masyarakat menyayangkan kalau pemerintah daerah mengaku tidak dilibatkan, itu sangat disayangkan, masa orang datang ke rumah dan merenovasi ke rumah kita, tuan rumah tidak mau mengawasi, itu bukan jawaban, tuturnya sambil ketawa dan penuh tanya. (zul)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pemkab Siak Gesa Peluang Pariwisata Halal
Rabu, 12 Juni 2019 | 17:44
Bapekam Mesti Paham Tupoksi
Selasa, 21 Mei 2019 | 15:09
BERIKAN KOMENTAR
Top