• Home
  • Siak
  • Eks Konsultan di Siak Ini Sarankan Prosedur Pelelangan Paket Proyek Harus Lebih Profesional

Eks Konsultan di Siak Ini Sarankan Prosedur Pelelangan Paket Proyek Harus Lebih Profesional

Rabu, 06 Maret 2019 | 11:07
SIAK, RIAUGREEN.COM - Banyaknya isu yang berkembang dan santer dikedai-kedai kopi di Siak terkait pelelangan paket proyek oleh Panitia ULP yang melelangkan paket proyek OPD dan instansi yang ada terkait persen dibuang terlalu besar.

Menanggapi hal ini salah seorang mantan konsultan H Sugiran didampingi Rofai dan Efendi nas tokoh pemuda Siak Rabu (6/3/2019) menanggapi hal tersebut, menurutnya kita hanya mengingatkan kepada rekanan kontraktor hendaknya harus lebih berhati-hati dalam melakukan penawaran dan persen yang dibuangkan, jangan lantaran karena mau dapat pekerjaan dibuang sekian persen, karena belum lagi pajak dari nilai paket yang dimenangkan sudah 12,5 persen, belum membuang paket proyek yang dilelang puluhan persen, akhirnya kalau ini dipaksakan tentunya pekerjaan di lapangan bagaimana kualitasnya, sementara pekerjaan yang dilaksanakan rekanan dituntut dan wajib sesuai bestek dan spek.

"Kami hanya mengingatkan karena kita sayang sama rekanan kita semua jangan dikemudian hari kelak timbul persoalan hukum, kalau sudah matang perhitungan rekanan dengan membuang puluhan persen suatu paket yang dilelangkan dan akan selesai pak kerjaan dilapangan sesuai bestek dan speknya, silakan saja," ingat Sugiran.

"Kita menginginkan panitia juga harus profesional dalam melakukan evaluasi, jangan terkesan  mencari titik aman dan bertugas hanya sebatas melelangkan saja," imbuh Rofai pula.

"Bukti dan cinta pada daerah inilah kita sarankan dan beri masukan seperti ini, begitu juga harapan kita OPD ataupun instansi terkait yang punya paket proyek harus pula memberi masukan kepada panitia, artinya supaya kontraktor bekerja aman dan kualitas pekerjaan dapat nanti dirasa oleh anak cucu kita atas pembangunan yang dijalankan ataupun yang dibuat," tuturnya.

Disamping itu, Sugiran juga menepis jika ada dugaan ataupun segala macam konsultan perencana menaikan harga (Mark Up) , kalau itu tidak benar dan tidak ada jalannya, karena konsultan perencana setiap perencanaan yang dibuat pasti perkiraannya sudah sesuai standar dan mekanisme dan prosudur, jadi hal itu kita tepis kalau ada anggapan demikian, tuturnya.

Di lain hal saat ini pengawasan pekerjaan di lapangan yang dijalankan oleh rekanan bukan saja diawasi konsultan pengawas,ada nantinya media, LSM dan masyarakat yang memang mengerti dengan campuran campuran bahan bangunan misalnya semen dan sebagainya, dan juga pekerjaan di lapangan juga diawasi oleh penegak hukum jika itu menyalahi bestek maupun spek, maka kita himbau rekanan harus berhati hati, panitia juga evaluasi harus pula profesional, harap sugiran dan tokoh lainnya saat itu. (zul)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top