• Home
  • Siak
  • Perusahaan Jepang Tertarik Dirikan Pabrik Kelapa Sawit di Siak

Perusahaan Jepang Tertarik Dirikan Pabrik Kelapa Sawit di Siak

Kamis, 05 April 2018 | 15:02
Asisten I L Budhi Yuwono pimpin pertemuan ekspose rencana kerjasama dikawasan industri tanjung buton (KITB) oleh pemerintah daerah kabupaten siak dan sejumlah perusahaan BUMD PT. KITB, PT. SPS , PT. SPN dengan perusahaan asing asal jepang CREA JAPAN di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Rabu ( 4/3/2018).
SIAK, RIAUGREEN.COM - Asisten I L Budhi Yuwono pimpin pertemuan ekspose rencana kerjasama dikawasan industri tanjung buton (KITB) oleh pemerintah daerah kabupaten siak dan sejumlah perusahaan BUMD PT. KITB, PT. SPS , PT. SPN dengan perusahaan asing asal jepang  CREA JAPAN di Ruang Rapat Pucuk Rebung, Rabu ( 4/3/2018).

Direktur KITB M Soeharto, menjabarkan  master plan kepada investor dalam pertemuan ini, termasuk penjelasan lokasi KITB yang sangat strategis karena berada pada jalur pelayaran internasional. Saat ini KITB sangat membuka diri kepada tiap calon investor namun berdasarkan regulasi tentu harus mengikuti proses aturan yang berlaku.

Pertemuan yang juga dihadiri oleh sejumlah pimpinan OPD dilingkup pemkab siak ini, mendiskusikan berbagai hal termasuk kendala dan beberapa kekurangan yang masih terdapat dalam kawasan industri tanjung buton sebagaimana yang  disampaikan oleh Soeharto dari pihak PT. KITB.

CEO Crea Jepang Mr. Hayakawa Takuto melalui juru bicarnya Johan, menjelaskan bahwa perusahaan yang dinaunginya ini begerak di jasa New Fuel Oil yang menjadikan kelapa sawit sebagai komoditi untuk dijadikan bahan bakar.

Johan menjelaskan sebab di negara jepang minyak kelapa sawit tidak dikonsumsi melainkan diolah menjadi bahan bakar karena biodiesel dikenal sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan dengan master plan yang dirancangnya, jika memang rencana kerja sama ini berjalan Crea Jepang akan mendirikan pabrik kelapa sawit di Kabupaten Siak.

Sementara Kepala Badan Penanaman Modal Siak Heriyanto, menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi investor dalam pengurusan perijinan karena saat ini sistem kemudahan dan cepat dapat dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang berkembang.

Namun yang perlu menjadi catatan penting ialah, Heriyanto meminta kepada perusahaan Crea Jepang untuk berkoordinasi dengan Kementrian terkait di pusat guna memastikan investasi yang akan dilakukan di KITB nantinya bisa berjalan sesuai dengan tujuan Crea untuk berinvest di Kabupaten Siak.

Kedepannya, dari hasil diskusi akan diadakan pembicaraan lebih lanjut terutama terkait prioritas investasi yang akan dikembangkan di KITB dan direncanakan dalam waktu dekat tim tekhnis dari Crea akan kembali berkunjung ke Kab. Siak. (zul)

BERITA LAINNYA
1000 Honorer di Siak Terima Berkah
Jumat, 12 Oktober 2018 | 18:47
Gala Desa Momentum Kejayaan Olahraga Indonesia
Sabtu, 06 Oktober 2018 | 11:55
BERIKAN KOMENTAR
Top