Idul Adha, Berkorban Dalam Ketaatan

Oleh: Riska Andayani
Jumat, 31 Juli 2020 | 16:10
Foto Ilustrasi
HARI RAYA Idul Adha 1441H ternyata masih kita rasakan ditengah pandemi, tentunya tetap terasa berbeda dalam merayakannya. Tetap memperhatikan protokoler kesehatan, termasuk menjaga jarak dan tidak berkumpul. Jamaah haji yang diizinkan ke Baitullah dipangkas habis, hanya 10.000. Meski  begitu, banyak pelajaran yang dapat kita ambil agar menjadi lebih baik  dalam kehidupan kita dimasa depan termasuk kebaikan untuk semua manusia.

Pandemi masih terus berlanjut, bahkan kurva terus meninggi. Ditambah lagi banyak  krisis ikutan semisal di bidang kesehatan, ekonomi dan social, meski  setelah penerapan New Normal - yang dianggap sebagai  solusi untuk antisipasi penanganan serta pengurangan dampak buruk pandemi- di tengah masyarakat. Kita menjadi butuh lebih banyak fasilitas kesehatan, butuh vaksin dan lainnya, sementara itu resesi ekonomi  terus memperburuk kondisi masyarakat hingga menimbulkan pilu pada keadaan social termasuk sulitnya mengikuti pendidikan saat pandemi. Sungguh ironis ketika kita mendapati kasus semisal  siswi yang rela menjual diri demi membeli handphone untuk belajar daring, termasuk kasus orang tua yang mencuri laptop untuk belajar anaknya. Kasus lain pun menunjukkan bahwa kapitalis dengan sistemnya itu lemah dan gagal dalam menangani problematika umat, termasuk pandemic yang masih terus berlanjut.

Pandemi dan krisis ikutan yang sedang kita hadapi ini hendaknya membawa kita pada perenungan hakiki bahwa kita adalah mahluk yang lemah dihadapan Pencipta, Tuhan semesta alam. Saat solusi yang dibuat manusia ini tidak menjadi solusi bagi permasalahan kehidupan termasuk dalam masyarakat dan Negara, hendaknya dapat menegaskan bahwa kita butuh arahan dan aturan-Nya, bukan justru terus berpaling.

"Jika mereka berpaling (dari syariah-Nya), ketahuilah bahwa Allah bermaksud menimpakan musibah kepada mereka akibat sebagian dosa-dosa mereka" (TQS al-Maidah [5]: 49)

Pencipta manusia dan alam inilah yang memiliki kuasa dan hak membuat aturan kehidupan agar mengantarkan kebaikan bagi semua mahluk.  Kita butuh segera kembali pada system Illahi yang menjadikan penerapan seluruh syariah sebagai solusi, dan meninggalkan system yang menjauhkan agama dari kehidupan.

Rasulullah bersabda:

"Wahai manusia, sesungguhnya telah aku tinggalkan untuk kalian dua perkara, yang menjadikan kalian tidak akan tersesat selama-lama jika kalian berpegang teguh pada keduanya. Itulah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya…" (HR Ibnu Khuzaimah).

Demi mewujudkannya kita harus memiliki ketaatan sempurna dan kesiapan berkorban meninggalkan seluruh orientasi individual dan materialistik menuju keinginan meraih ridla ilahi rabbi. Ketaatan pada titah Allahu rabbi tanpa tebang pilih, syariah untuk  kehidupan pribadi maupun negeri, syariah yang mengatur urusan domestik hingga publik, syariah muamalah dan siyasyah. Kehidupan hanya sementara terhenti oleh kematian yang  bisa datang kapan saja,semestinyalah  orientasi hidup kita berdimensi akhirat. Walau tidak mudah menjadi hamba yang taat apalagi di zaman ini, namun pasti kita bisa melakukannya.

Ingatlah kisah ketaatan sempurna dan pengorbanan Nabi Ibrahim alaihisalam ketika turun perintah Allah untuk menyembelih buah hati yang dicintainya Nabi Ismail 'alaihisalam, keduanya sungguh menunjukkan kepada kita bahwa iman dibuktikan dengan taat dan ketaatan juga butuh pengorbanan dan kesabaran. Diabadikan dalam Quran : "Ayah, laksanakanlah apa yang telah diperintahkan kepada engkau. Insya Allah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar (TQS ash-shaffat [37]: 206).

Maka, semoga renungan  Idul Adha 1441H ditengah  kebutuhan kita  untuk mendapatkan solusi atas krisis akibat pandemi  semakin menguatkan kesadaran agar taat sempurna pada seluruh aturan Sang Pengatur Allah swt dan menguatkan tekad untuk berkorban dengan seluruh daya upaya  untuk menegakkan aturan Allah dalam kehidupan. Kita dan seluruh komponen umat siap kembali pada system hidup dari Illahi rabbi, mewujudkan makna takbir, tasbih dan tahmid kita.


Loading...
BERITA LAINNYA
Idul Adha, Berkorban Dalam Ketaatan
Jumat, 31 Juli 2020 | 16:10
Pentingnya Etika Bisnis Saat New Normal
Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:27
Pentingnya Aturan Etika Saat Pandemi Covid-19
Kamis, 25 Juni 2020 | 13:16
Pandangan Islam Terhadap Korupsi
Selasa, 23 Juni 2020 | 13:34
Riba VS Penyelewengan Dana Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:16
Kesadaran Penting Kebenaran akan Komunikasi
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:50
BERIKAN KOMENTAR
Top