• Home
  • Ruang Opini
  • Pentingnya Perilaku dan Penerapan Anti Korupsi Demi Kejayaan Negara dan Bangsa

Pentingnya Perilaku dan Penerapan Anti Korupsi Demi Kejayaan Negara dan Bangsa

Oleh: Farhan Ilyas Hasril (190103005)*
Selasa, 23 Juni 2020 | 13:25
foto int
HARI INI kita ketahui bahwa perilaku korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Dengan adanya korupsi berdampak hampir pada setiap serial kehidupan masyarakat. Untuk itu, kita bersama-sama melawan tindakan Anti Korupsi dan membangkitkan kesadaran serta kewaspadaan terhadap masyarakat akan perilaku korupsi. Untuk itulah artikel ini ditulis untuk dapat mengingatkan kita satu sama lain bahwa demi kepercayaan negara kita harus menerapkan perilaku Anti Korupsi.

Dalam hal ini pula sudah diterapkan bahwa pada 9 Desember sebagai hari Anti Korupsi Sedunia, disamping menetapkan hal tersebut juga mewajibkan setiap anggota negaranya dengan serius memerangi dan mencegah korupsi karena korupsi adalah musuh kita bersama yang telah lama menjadi parasit negara dan secara sengaja telah menggrogoti sendi-sendi keadilan dan kebijakan serta mengorbankan kepentingan masyarakat. Sehingga terjadinya penurunan kualitas kehidupan masyarakat.

Oleh sebab itu korupsi disebut sebagai kepanatan luar biasa. Sehingga penanganannya harus mendapatkan prioritas utama bagi negara. Tak terkecuali di Indonesia dalam upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK, Polri dan Kejaksaan seperti tidak ada habisnya, tiap tahun justru semakin banyak kita temui para pejabat pemerintah yang tertangkap akibat korupsi.

Tanpa kita sadari di dalam Pancasila terdapat peran penting sebagai dasar negara dan sebagai pedoman para penguasa-penguasa keadilan yang rakus dengan kekuasaannya. Alangkah lucunya negeri ini dengan banyaknya kekayaan tapi di rusak oleh pemerintah negaranya sendiri demi kepentingan dan kekuasaan pribadinya.

Namun hal ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa permasalahan korupsi harus benar-benar kita lakukan pemberantasan tidak hanya bagaimana menangkap dan mempidanakan pelaku korupsi dengan tindakan pidana korupsi, tapi juga bagaimana tindakan preventif (pencegahan) agar tidak terulang kembali pada masa yang akan mendatang.

Untuk itu penting bagi kita semua untuk memberikan pendidikan anti korupsi sejak dini, mereka generasi bangsa yang akan mendatang harus tau bahwah tindakan korupsi ini sangat berbahaya  jika tidak diberikan edukasi sejak dini. Pada tahun 2015-2018  tercatat 392 kasus dengan jumlah tersangka mencapai 1.153 orang dan negara memiliki kerugian sebesar Rp 4,17 Triliun Per tahun(Sumber:Databoks.Katadata.co.id), ini menunjukan bahwa di negara ini masih minimnya pembekalan ilmu dan kurang tegasnya penegak hukum untuk menerapkan perilaku anti korupsi. Pemerintah sudah membuat Peraturan Didalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi akan tetapi Pada hari ini Masih banyak yang melakukan tindak pidana korupsi.

*Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Teknik Industri
Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Riau



Loading...
BERITA LAINNYA
Idul Adha, Berkorban Dalam Ketaatan
Jumat, 31 Juli 2020 | 16:10
Pentingnya Etika Bisnis Saat New Normal
Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:27
Pentingnya Aturan Etika Saat Pandemi Covid-19
Kamis, 25 Juni 2020 | 13:16
Pandangan Islam Terhadap Korupsi
Selasa, 23 Juni 2020 | 13:34
Riba VS Penyelewengan Dana Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:16
Kesadaran Penting Kebenaran akan Komunikasi
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:50
BERIKAN KOMENTAR
Top