Riba VS Penyelewengan Dana Covid-19

Oleh: Dr H Muhammad Rizal Akbar SSi M Phil*
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:16
Dr H Muhammad Rizal Akbar SSi M Phil
SEBUAH pelajaran perbandingan bagi kita semua. Riba, merupakan upaya menumbuhkan pendapatan dari modal harta yg dimiliki dengan jalan yg zholim. Perbuatan itu secara tegas dilarang keras oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala melalui firmannya:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

"Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275).

Ayat diatas menggambarkan kepada kita betapa buruknya hukuman Allah kepada mereka yg memakan riba, sehingga digambarkan seperti orang yang kerasukan setan.

Jika riba Allah ancam sedemikian rupa, maka betapa buruknya bagi mereka yg melakukan penambahan harta dengan jalan mencuri, memeras,menipu maupun korupsi. Yang setidaknya untuk melakukannya tidak perlu modal seperti Riba.

Saat ini kita dihebohkan dengan isu di medsos tentang adanya kesan bahwa dana penangulangan covid-19 yang diselewengkan diberbagai tempat. Kita berharap kiranya isu tersebut hoax. Sebab bila isu-isu itu benar, maka betapa malangnya kita yang hadir pada generasi ini. 

Karena, Tidak ada standar moral yang lebih rendah dari ketika seseorang mengambil keuntungan untuk meperkaya diri disaat terjadinya wabah di kampung halamannya sendiri.

Dizaman nabi Sulaiman, dikisahkan bahwa, Allah menurunkan wabah dimana masyarakatnya kerasukan setan dan menyerang masyarakat lain secara membabi buta. Wabah ini diturunkan oleh Allah disebabkan karena banyaknya pemimpin dan pemuka masyarakat pada kaum itu yang menggantungkan hidup dan memperkaya diri dari bisnis yang ribawi.

Untuk itu kita berdoa semoga semua isu yang beredar di medsos tetang penyelewenagan dana penanggulangan covid-19 itu hoax adanya. Supaya Allah segera mencabut wabah ini, tidak menghukumi kita dengan azab yang lainnya serta mengembalikan kita pada keadaan yang benar-benar normal.

*Penulis adalah Ketua Yayasan IAI Stai Tafaqquh Fiddin Kota Dumai Riau


Loading...
BERITA LAINNYA
Idul Adha, Berkorban Dalam Ketaatan
Jumat, 31 Juli 2020 | 16:10
Pentingnya Etika Bisnis Saat New Normal
Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:27
Pentingnya Aturan Etika Saat Pandemi Covid-19
Kamis, 25 Juni 2020 | 13:16
Pandangan Islam Terhadap Korupsi
Selasa, 23 Juni 2020 | 13:34
Riba VS Penyelewengan Dana Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:16
Kesadaran Penting Kebenaran akan Komunikasi
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:50
BERIKAN KOMENTAR
Top