Indonesia: Skenario Penerapan New Normal Masa Pandemi

Oleh: Nabilla rahmanisa
Minggu, 31 Mei 2020 | 12:17
KASUS infeksi pandemi Virus Corona atau Covid -19 selalu mengalami penambahan kasus di Tiap Daerah Daerah Di Indonesia. Tidak hanya berakibat pada kesehatan manusia namun, juga berimbas kepada aktivitas bisnis ataupun transportasi dan lainnya mengakibatkanmenurunnya aktivitas ekonomi  masyarakat dunia termasuk masyarakat Indonesia sendiri.

Dengan adanya virus Covid-19 ini pun banyak negara negara di dunia termasuk Indonesia sendiri  mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna untuk menanggulangi virus ini,  dari kebijakan dengan berbagai  syarat, aturan aturan dan ketentuan yang beragam jenis untuk mencegah penyebaran Virus Covid-19 agar tidak semakin meluas skala penyebarannya .

Salah satu kebijakan pemerintah di Indonesia yang dapat kita ambil secara relevansi  adalah kebijakan PSBB, sosial distancing, himbauan agar di rumah saja atau work home dan lain sebagainya yang bertujuan untuk memutus tali penyebaran Covid-19 ini. Namun secara mengejutkan baru baru ini pemerintah akan menerapkan "New Normal" pada Bulan Juni Tahun 2020 padahal dengan adanya kebijakan sebelumnya saja masih banyak yang masyarakat yang meninggal karena terinfeksi virus ini.

Dalam surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor 467 Tahun 2020 tentang kelender pendidikan tahun pelajaran 2020/2021, dimana tahun ajaran ini akan berakhir pada 25 Juni 2021. Tentu sangat berkaitan dengan penerapan new normal ini yang akan memulai Indonesia memasuki fase baru dengan masyarakat menjalankan protokol kesehatan yang dijadikan penerapan normal baru di masa masa pandemi Covid-19.

Dengan pemerintah yang tengah bersiap menerapkan new normal yang bertujuan agar menggerakkan kembali perekonomian yang sempat  terhambat karena adanya kebijakan PSBB. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk berdamai dengan kata lain artinya berdampingan hidup dengan virus corona ini.

Penerapan new normal ini juga menerapkan langkah langkah pencegahan antara lain seperti tetap berjarak fisik dan  mencuci tangan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentu menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat yang semakin khawatir apakah ini adalah langkah yang tepat diambil pemerintah? Atau apakah kebijakan ini akan efisien dan efektif bagi masyarakat? dan berbagai tanggapan lainnya baik itu pro dan kontra terhadap pemerintah.

Penulis adalah Mahasiswi di Univeristas Abdurrab Pekanbaru

Loading...
BERITA LAINNYA
Idul Adha, Berkorban Dalam Ketaatan
Jumat, 31 Juli 2020 | 16:10
Pentingnya Etika Bisnis Saat New Normal
Sabtu, 27 Juni 2020 | 10:27
Pentingnya Aturan Etika Saat Pandemi Covid-19
Kamis, 25 Juni 2020 | 13:16
Pandangan Islam Terhadap Korupsi
Selasa, 23 Juni 2020 | 13:34
Riba VS Penyelewengan Dana Covid-19
Kamis, 04 Juni 2020 | 08:16
Kesadaran Penting Kebenaran akan Komunikasi
Selasa, 02 Juni 2020 | 09:50
BERIKAN KOMENTAR
Top