Banjir Yang Tak Kunjung Berakhir

Ditulis Oleh: Alfira Khairunnisa (Pemerhati Sosial Masyarakat dan Lingkungan)
Selasa, 06 November 2018 | 14:14
MEMASUKI musim penghujan sejumlah daerah kerap dilanda bencana banjir, bahkan tak jarang penduduk yang berdomisili di kawasan yang terkena dampak banjir juga mengungsi yang dengan terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya untuk sementara waktu.

Sejumlah daerah di Indonesia rentan dengan banjir yang sudah menjadi bencana tahunan ini, termasuk di Kabupaten Rokan hilir, Riau.

Curah hujan di Kabupaten Rokan hilir cukup tinggi, bahkan beberapa pekan belakangan kian membanjiri rumah-rumah penduduk, dan mengakibatkan aktifitas warga tidak berjalan produktif. Bagaimana tidak? Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebutkan bahwa saat ini terdapat 4.052 jiwa penduduk di Kabupaten Rokan Hilir yang terpaksa mengungsi dikarenakan bencana banjir (GoRiau.com, 30/10/2018)

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur menuturkan rincian daerah yang terkena banjir diantaranya, Kepenghuluan (desa) Karya Mulyo Sari ada 1.258 jiwa, Rokan Baru 1.793 jiwa, Rokan Baru Pesisir 564 jiwa, serta Teluk Bano II sebanyak 437 jiwa.

Akibat tingginya curah hujan dengan banjir yang menggenangi rumah penduduk dan meluapnya sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir, juga berdampak terhadap kesehatan warga setempat, tak sedikit penduduk saat ini terserang diare, sehingga membutuhkan penanganan kesehatan.

Korban banjir yang menderita diare mayoritas adalah balita dan remaja mereka mendiami lokasi rawan genangan, ada sekitar 204 kasus warga yang terserang diare di Kecamatan Bangko dan sebanyak 63 orang adalah balita (AntaraRiau.com, 1/11/2018)

Bencana Banjir Yang Kian Berulang Tak Usai

Persoalan yang kerap terjadi ini sampai sekarang belum terselesaikan, Negara sebagai pengayom masyarakat nampak belum mampu menyelesaikan persoalan banjir yang melanda khususnya di daerah yang sering terkena banjir.

Kasus serupa juga pernah terjadi pertengahan tahun 2004, banjir mengguyur pemukiman warga, hingga  mencapai  ketinggian 1,5 meter akibat meluapnya Sungai Rokan di Rokan hilir. Kasus yang kerap terjadi berulang, namun belum ada kebijakan yang berarti dari pemerintah setempat maupun pusat hingga kini untuk mengantisipasi dan menaggulangi terjadinya banjir.

Hal ini menjadikan dilema tersendiri bagi warga penduduk korban banjir. Bagaimana tidak? Mereka dilanda kebingungan, pemerintah  menginstruksikan mereka untuk berpindah kelokasi yang lebih aman, namun tidak difasilitasi oleh pemerintah. Mereka enggan berpindah dikarenakan ditempat itulah mereka mencari nafkah sebagai pencari ikan di sungai Rokan. Ladang tempat mereka bercocok tanam terasa berat jika ditinggalkan.

Persoalan banjir di wilayah manapun akan terus terjadi bila penguasa tidak serius mengurus kepentingan publik,  sudah selayaknya cepat tanggap dalam mengatasi permasalahan banjir agar tidak terjadi berulang-ulang

Sistem Islam Solusi Efektif Tanggulangi Banjir

Sistem Islam memiliki kebijakan efektif dan efisien. Solusi Islam dalam upaya mengatasi banjir adalah membangun bendungan-bendungan untuk menampung curahan air hujan, curahan air sungai dan lain sebagainya. Kemudian memetakan daerah rawan banjir dan melarang penduduk membangun pemukiman di dekat daerah tersebut, agar tidak terkena dampak banjir jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi.

Selanjutnya pembangunan sungai buatan, kanal, saluran drainase yang berfungsi untuk  mengurangi penumpukan  volume air dan mengalihkan aliran air. Kemudian dapat juga dilakukan membangun sumur-sumur resapan di daerah tertentu. Selain beberapa solusi di atas sistem Islam juga menekankan beberapa hal penting lainnya, yaitu pembentukkan badan khusus untuk penanganan bencana alam, persiapan daerah-daerah tertentu untuk cagar alam, kemudian sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan dan kewajiban memelihara lingkungan.

Disamping itu juga harus ada kebijakan atau persyaratan tentang izin pendirian bangunan yaitu pembangunan yang menyangkut tentang pembukaan pemukiman baru, agar masyarakat tidak sembarang mendirikan bangunan.

Loading...
Penyediaan daerah serapan air dan penggunaan tanah. Itulah berbagai solusi dari masalah banjir   yang sering dihadapi masyarakat.

Masyarakat butuh solusi efektif dan efisien, cepat tanggap dan tak berlarut-larut dalam ketidak pastian. Maka sudah selayaknya Negara menggunakan sistem terpercaya lagi handal dalam menghadapi seluruh problematika kehidupan.

Loading...
BERITA LAINNYA
Sawit Potensi & Problematika Ibu Pertiwi
Minggu, 21 April 2019 | 09:58
Yuk, Gotong Royong 10K Bangun Asrama Gratis
Senin, 15 April 2019 | 18:04
Lika-liku Bisni Jasa Titip (Jastip)
Senin, 15 April 2019 | 18:02
Politik Identitas, Millenial Cerdas
Jumat, 29 Maret 2019 | 16:37
Benarkah Dana Desa untuk Kemakmuran Desa?
Rabu, 23 Januari 2019 | 10:01
BERIKAN KOMENTAR
Top