Masyarakat Pekanbaru Mulai Resah dengan Aksi Kejahatan

Ditulis oleh: JASWAL AKMAL, MAHASISWA UIN SUSKA RIAU JURUSAN ADM NEGARA
Senin, 18 Desember 2017 | 11:38
Ilustrasi@youtube
PENDUDUK di Kota Pekanbaru Riau selalu waspada karena maraknya kejahatan, kini di Pekanbaru perbincangan masyarakat mulai dari warung kopi, Media, sampai di  perguruan tinggi cerita mereka mengenai "begal".

Setiap media dalam satu hari lebih dari satu kali menginformasikan tentang adanya kriminalitas. Tidak dapat dipungkiri itulah yang terjadi dalam negara kita ini. Di sana-sini banyak terjadi pembunuhan, perampokan, pemerkosaan, pencurian, dan banyak lagi kriminalitas yang lain. Banyak sudah para pembuat onar itu yang ditangkap oleh aparat penegak hukum, tetapi masih banyak pula para pembuat onar yang masih berkeliaran. Sehingga membuat hati masyarakat tidak tenang, selalu resah diselimuti rasa ketakutan.

Kriminalitas atau kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Masyarakat modern yang sangat kompleks menumbuhkan keinginan-keinginan materiil tinggi, dan sering disertai ambisi-ambisi sosial yang tidak sehat. Dambaan pemenuhan kebutuhan yang berlebihan tanpa didukung oleh kemampuan untuk mencapainya secara wajar akan mendorong individu untuk melakukan tindak criminal seperti tindak pembegalan yang sekarang sedang marak terjadi dimana-mana terkususnya hari ini di kota Pekanbaru.

Warga Pku hari ini itu takut kalau keluar malam yang biasanya selalu bergadang malam kini jarang melakuakan aktivitas tersebut dikarenakan mereka sudah tau apa yang terjadi di kota Pku, apa lagi kalangan Mahasiswa yang anak kos mereka berdiam diri di Rumah karena ketakutan kalau keluar malam, kalau keluar merekapun tidak berani sendiri apa lagi perempuan.

Secara sosiologis, kejahatan adalah semua bentuk ucapan, perbuatan, dan tingkah laku yang secara ekonomis, politis, dan sosial-psikologis sangat merugikan masyarakat, melanggar norma-norma susila, dan menyerang keselamatan warga .Orang yang melalukan pembegalan disebut Begal. Begal ialah penjahat yang merampas barang-barang di tengah jalan sepi.

Terlepas darimana begal berasal, orang yang berada dalam kondisi ekonomi lemah dan terdesak kebutuhan hidup, ditambah kurangnya iman, cenderung berpikir pendek. Boleh dibilang, akan menghalalkan segala cara agar kebutuhan hidupnya ini bisa terpenuhi,tentu ada faktor penyebab namun. Hal yang paling signifikan ialah masalah ekonomi dan lapangan kerja yang begitu sempit apa lagi hidup di kota penduduk tak terhitung sehingga orang berlomba-lomba mencari lapangan kerja.

Mayoritas pelaku begal merupakan anak-anak muda yang belum atau tidak memiliki pekerjaan tetap. Sepertinya tuntutan pergaulan juga ambil bagian di sini. Para remaja yang seharusnya sekolah atau masuk usia kerja malah kumpul tidak jelas. Tak jarang diantara mereka banyak yang terjerumus perjudian/narkoba. Orang tua jelas tidak akan memberi anak-anaknya uang untuk digunakan hal-hal seperti itu. Akhirnya mereka terpaksa membegal.

Bukan sekedar kehilangan motor, tapi mereka juga harus mengalami luka berat. Bahkan di pekan baru menurut sumber dari Riau24.com Seperti yang terjadi pada Rabu, 06 Desember 2017, seorang pengendara motor bernama Feri menjadi korban begal di Jalan Kubang Raya kecamatan Tambang, Kampar. Pria 26 tahun ini akhirnya meninggal dunia sementara sepeda motor dan barang berharga korban dilarikan pelaku begal.
 
Pada hari yang sama, saat sore menjelang magrib seorang toke emas bernama Firdaus bersama rekannya M. Nasir dan Wati, dirampok empat orang pria diduga menggunakan senjata api (Senpi), diperkirakan korban menderita kerugian sebanyak 3 kilogram emas dan uang tunai Rp 160 juta.
Baru-baru ini pun terjadi ,Seorang pria berinisial RM babak belur oleh massa, Minggu (17/12/2017) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Lelaki berusia 28 tahun itu diduga hendak maling motor, namun kepergok sekuriti sebelum melancarkan aksinya di area Kampus UNRI, Kota Pekanbaru Provinsi Riau.( GoRiau.com)
 
Sejauh ini belum ada tindakan yang memuaskan dari aparat selain himbauan agar berhati-hati saat mengemudi kendaraan roda dua di malam hari. Padahal tanpa dihimbau pun sebaiknya selalu berhati-hati. Bukan hanya pengendara roda dua, tapi pejalan kaki, pengendara roda empat, atau sekedar penumpang bis pun harus tetap berhati-hati .semoga pihak yang berwajib bisa mengatasi masalah ini terkususnya di kota Pekanbaru. (*)
   


BERITA LAINNYA
Jangan Takut Ujian Nasional
Sabtu, 14 April 2018 | 14:21
Guru Gak Harus Otoriter
Senin, 19 Februari 2018 | 00:46
Memilih Pemimpin Ideal Bagi Masyarakat Riau
Kamis, 01 Februari 2018 | 11:15
Eksistensi Melayu di Bumi Lancang Kuning
Jumat, 26 Januari 2018 | 11:23
UU Ormas Senjata Legitimasi Kekuasaan
Senin, 15 Januari 2018 | 14:38
Pilkada dan Isu Pendidikan Gratis
Rabu, 10 Januari 2018 | 22:20
Jangan Mengeluh & Syukuri Menjadi Seorang Pendidik
Minggu, 10 Desember 2017 | 13:56
BERIKAN KOMENTAR
Top