• Home
  • Ruang Opini
  • Hanya Kepada Angkatan Pemuda Semata, Masyarakat Indonesia Menaruh Harapan

Hanya Kepada Angkatan Pemuda Semata, Masyarakat Indonesia Menaruh Harapan

Ditulis: JASWAL AKMAL, MAHASISWA UIN JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA LOKAL B
Minggu, 29 Oktober 2017 | 19:26
PENYATAAN besar oleh masyarakat  yang dilontarkan oleh  kepada pemuda, mereka berkata" baik atau buruknya bangsa ini tergantung kalian wahai pemuda hari ini dan masa yang akan datang ". Sebab orang tua tidak membicarakan nasib bangsa lagi karena mereka memikirkan bagaimana  mencari perekonomian untuk keluarganya. Pemudalah yang memikirkan nasib bangsa indonesia ini. Jika tak henti mencari akar masalah bangsa sosial, politik, ekonomi , kebudayaan, maka tak lain bermula dari defenisi kita tentang bangsa. Penulis perna mengikuti diskusi yang diselenggarakan di kampus UiN Suska Riau pada tanggal 26 Okobert. 17  dengan tema :" Aksi Nyata  untuk NKRI  Yang Utuh dan Mermartabat", ada  narasumber bernama MuammarAl-kadafi selaku dosen fakultas ekonomi dan ilmu sosial  bahwa ia menagatakan pemuda adalah tulang punggung bangsa indonesia ini , pemuda sebagai aktor pembangunan bangsa, harus mempunyai kekuatan moralitas, dan intergritas.

Ada prestasi mahasiswa yang mampu meruntuhkan rezim sueharto karena ada sebab kenapa dan mengapa para demonstran tak berhenti-henti untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat begitulah semangat para pemuda indonesia sampai-sampai bertumapahan dara demi bangsa ini. seluruh mahasiswa yang turun untuk mensuarakan kepentingan seluruh masyarkat indonesia.

Berbicara soal pemuda tidak asing lagi untuk didengar dalam bangsa Indonesia karena tercatat dalam sejarah bahwa pemuda beserta masyarakat ikut serta memperjuangkan kemerdekaan Rebublik Indonesia. mereka seluruh bersatu dari sabang sampai Marouke serta para ulama, elemen-elemen, para pahlawan, beserta berbagai organisasi seperti HMI ,PMII,GMNI, KAMI,dan lain-lainya. Dalam tulisan Setiyono yang judul bukunya : Menagih Kipra Pemuda, sebuah tamparan terasa di pipih ini, Menagih kipra berarti menuntut sebuah eksistensi , meminta sebuah relasi , menginginkan sebuah pembuktian peran. Dan pemuda memikul harapan besar untuk memperbaiki kondisi saat ini. berbagai problemtika yang terjadi saat ini mulai dari Ekonomi, kemiskinan, pendidikan,lingkungan , korupsi yang setiap tahunnya sehingga media selalu mempersiapkan tulisan tentang korupsi. Maka ini adalah tugas dari pemuda.

Bangsa ini memiliki Sumber daya alam melimpah yang harus dikelolah ,dikembangkan , dan berdayakan sebaik-sebaiknya. . Dalam pasal 33 uud 1945 pemabahsannya  yang merupakan salah satu undang-undang yang mengatur tentang pengertian perekonomian , pemanfaatan SDA, itu ada 5 ayat tetapi penulis menulis ayat 3 yang berbunyi bahhwa, Bumi, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Itulah bunyi ayat 3,pertanyaaan adalah apakah negara indonesia yang menguasai alam ini atau sebaliknya? Ini yang harus kita pikirkan agar rakyat indonesia menikmati seperti  bunyi ayat 3 tersebut. Jangan sampai kita memelihara orang lain yang mengambilnya , ibarat menanam buah durian kita yang menanam orang lain yang menikmati hasilnya. Maka perihala dan dijaga sebaik-baiknya.

Membutuhkan peran dan fungsi penting pemuda dalam meningkatkan sumber daya manusia ( SDM) yang handal dan berkarakter untuk meneruskan kepemimpinan bangsa ini ke depan. Dahulu pemuda bertumpah darah untuk memepertahankan NKRI mereka berpisah dengan keluarga,istirahat saja mereka tidak tenang siang dan malam mereka memikirkan kehidupan bangsa ini agar kelak nanti penerus bangsa bisa merasakan damai dan tentram. Mereka adalah pemuda  kita walau mereka tidak ada lagi di bangsa indonesia ini  tetapi semangat pejuang mereka masi ada di Bumi ini.

Dalam tulisan M.Arief Rosyid Hasan selaku mantan ketua umum PB HMI  dalam tulisannya berjudul Menuju Optimisme, Saatnya pemuda kembali merenungkan arti dari Sumpah Pemuda yang sesunggunya, apa hanya sebagai kata-kata tanpa adanya maknanya? Sebuah kata memang mempunyai kesaktian sendiri punya daya jangkau yang jauh melampaui maksud mula –mula ketika kata itu diucapakan. Apa lagi dalam sebuah proyek politik semesial bangsa , kata-kata tertentu dirawat dalam ingatan bersama , dihafalkan selayaknya seperti kitap suci. Bahkan dibangunkan musem dan dan diperingati pada tanggal kelahirannya yaitu pada tanggal 28 oktober 1928. Hasil keputusan kongres itu kita tahu berisi tiga pengeakuan " Berbangsa satu, bangsa Indonesia: bertumpah darah satu tanah air indonesia; Berbahasa persatuan , bahasa indonesia.

 Cita-cita sumpah pemuda yang dulu mengerekan imaji kebangsaan, kini tinggal dan terancam lenyap. Bangsa yang dulu menggelorakan persatuan dan perubahan nasib orang banyak kini muak dengan kenyatan politik dibayangi pesimisme massal. Tak paham mesti kemana masa depannya diarahkan. Jika masih ada yang membaca sumpah pemuda hari ini , bukanlah mereka yang dulu memimpikan perubahan yang hidup dengan spirit suci semesial syair yang sering dinyanyikan demonstran " Bunda relakan darah juang kami, untuk membebaskan rakyat. Namun mereka yang antre di depan pusat perbelanjaan, mengumpulkan pundi demi membeli perangkat teknologi baru.

Sumpah pemuda adalah satu tongggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegakan cita-cita berdirinya bangsa Indonesia. Yang dimaksud dengan sumpah adalah keputusan kongres pemuda kedua yang diselengarakan dua hari , 27 – 28 oktober 1928 di Batavia ( Jakarta) . keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada tanah air indonesia , bangsa ini , dan tanah air Indonesia. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap perkumpulan.
   
Angkatan muda yang dulu memulai imaji kebangsaan hari ini harus kembali kepada khittanya melalui optimisme yang tak hanya dibangun dari semangat musiman, namun dari penghayatan mendalam atas kegitaran orang banyak yang hidupnya tak kunjung sejahtera. Tugas pemuda hari ini untuk menyatukan kembali potensi yang berserak di antara angkatan muda , yang lepas dari primodial dan ideologi politik, untuk bersama membangun ke Indonesian.

Pemuda harus mampu menyelsaikan persoalan baik di negri sendiri maupun internasional.. Mari kita bangun persatuan  walau berbagai suku, budaya,agama,bahasa,dan sebagianya namun kita tetap satu ( Bhineka Tunggal Ika ). Jangan hanya gara-gara suku berbeda pemuda jadi konflik tapi jadikanlah suatu perbedaan itu  bagaikan sesuatu yang  indah, karena setiap perbedaan pasti ada kesamaan.




BERITA LAINNYA
Penyebab Tingginya Perceraian
Minggu, 01 Oktober 2017 | 13:45
Buku Sarana Menggapai Kemajuan
Senin, 25 September 2017 | 11:33
Jangan Ada Korban Berjatuhan
Kamis, 21 September 2017 | 19:11
Selamat Datang Mimpi
Minggu, 03 September 2017 | 20:45
BERIKAN KOMENTAR
Top