Ada Apa dengan APBD Kuansing Tahun 2017?

Ditulis Oleh: JASWAL AKMAL
Minggu, 16 April 2017 | 13:01
ANGGARAN pendapatan belanja daerah yang disingkat ( APBD) suatu rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang disetujui oleh dewan perwakilan Rakyat daerah ( UU NO.17 tahun 2003 pasal 1 butir 8 tentang keuangan negara).
   
Semua penerimaan daerah dan pengeluaran daerah harus dicatat dan dikelolah dalam APBD.penerimaan dan pengeluaran daearah tersebut adalah dalam rangka pelaksanaan tugas-tugas desentralisasi, sedangkan penerimaan dan pengeluaran  yang berkaitan dengan pelaksanaan Dekonsentrasi atau tugas pembantuan  tidak dicatat dalam APBD tersebut.

Hingga kini keterlambatan pembahsan APBD 2017 kabupaten kuantan singingi ( kuansing ) menjadi pertimbangan  Gurbernur Riau( Gubri ) Arsyadjuliandi Rachman. Bahkan ancaman sanksi pun tengah pertimbangan sumber ini saya dapatkan ( Riau eksis.com).

Gubernur Riau (Gubri) bahkan sudah mencoba berkonsultasi kepada Badan pemeriksa keuangan perwakilan(BPKP) Riau.

Lambatnya APBD kuansing pada tahun 2017 sangat mencemaskan kuansing mendapatkan sorotan dari wakil ketua DPRD Riau Noviwaldy usman, dia menilai persoalan itu akibat adanya kurang harmonisan hubungan antara Pemkab dan DPRD kuansing sehingga persoalan APBD kuansing jadi terganggu,ini sudah masuk bulan april, kok belum juga disahkan selain sanksi administrasi, dampaknya tentu pembangunan tak sepenuhnya bisa di laksanakan secara baik, siapa yang rugi tentu masyarakat terkait adanya persoalan politik pasca pilkada kuansing sehingga sampai sekarang APBD kuansing 2017 belum juga disahkan.

Hingga kini  draft KUA PPAS kabupaten kuantan singingi belum juga disampaikan ke DPRD kuansing oleh badan perencanaan pembangunan daerah penelitian dan pengembangan kaunsing,namun berdasrkan keterangan sekda kuansing Muharman asumsi pendapatan APBD kuansing tahun 2017 turun dari tahun lalu dan APBD hanya berkisar antara 1,2 triliun ujar sekda kuansung halloriau.com jumat ( 17/2/2017). Terbukti ketidak seriusan para pemerintah DPR/DPRD serta pemimpin kuansing untuk membahas persoalan APBD kuansing tahun 2017 dan sampai sekrang belum jugak disahkan lihat saja apa yang akan terjadi apakah pembangunan kuansing akan berjalan secra baik atau tidak saksikan saja.

Terus pertanyaannya dari mana uang pembangunan APBD  sedangkan belumi disahkan? Mungkin pertanyaan ini para pemimpin serta para pemerintah yang ada dikuansing karena merekalah yang tau persoalan APBD,tidak mungkin bertanya kepada para pemotong karet atau pekerja sawit mereka tidak memikirkan  tentang persoalan ini,mereka hanya memikirkan kebutuhan hidup keluarganya yang dirumah tetapi dampaknya atau tumbalnya  terhadap masyrakat yang ada di kuansing.dalam kondisi ini ekseskutif dan legislatif harus menemukan jalan keluar agar APBD ini disahkan.
   
Keterlambatan pengesahan APBD kuansing kini telah berdampak pada ekonomi masyarakat karena sektor riil bergerak turun.kondisi ini diperburuk lagi dengan turunya harga karet setelah merangkak naik beberpa tahun. Kalau kita ingat seorang pahlawan yang terlupakan dan menjadi buronon para tentara misalnya jepang,belanda dan lain-lain.tujuannya hanya satu mengubah nasib bangsa namanya Tan malaka atau sultan ibrahim seorang pahlawan dari Nagari pandam gadang  suliki,sumatera barat, tetapi APBD  saja tidak bisa diselesaikan bagaiamana mau mengubah nasib bangsa toh.

Keterlambtan APBD karena ada beberapa faktor diantaranya:
dari sumber ( Syukriy Abdullah)

1. Keterlambatan dalam penyusunan KUA/PPAS dan RAPBD,sehingga terlambat disampaikan kepada DPRD oleh kepala daerah.
2. DPRD tidak melaksnakan fungsi angarannya dengan baik,yakni membahas dan memberikan persetujuanterhadap KUA/ PPAS dan RAPBD.padahal persetujuan ini menjadi kunci dapat tidaknya proses penyusunan anggaran  dilanjutkan ketahap berikutnya.
3. Adanya alsan politik yakni sebagian anggota DPRD dengan kepala daera.

Namun saat ditanya sanksi seperti yang akan diberikan kepada kaunsing  dipenghujung bulan ketiga 2017 belum juga menuntaskan pembahasan  APBD mereka,namun jika memang sanksi harus diberikan tentu harus sesuai perundangan  yang berlaku pada saat ini.

Untuk itu para pemimpin dan pemerintah agar untuk bergerak secara cepat mengatasi APBD kuansing tahun 2017 supaya disahkan  karena apabila diperlambat dampaknya kepada masyarakat kuansing sendiri, jika kedua belah pihak antara eksekutif dan legislatif mengedepankan ego sektoral,keterlambatan APBD ini akan berdampak pada pembangunan dan menggangu perputaran ekonomi masyrakat kuansing.

Kami berharap bulan April sudah disahkan dan untuk tahun kedepannya jangan terulang kembali meski dana APBD tidak sebanyak tahun kemaren untuk itu pemerintah harus bisa bagaimana cara menggunakan uang tersebut dengan danah yang akan dikeluarkan, tapi jangan sampai uang itu seperti lilin yang meleleh. 

Kami yakin pemerintah bisa menggunakan APBD sebaik mungkin apa bila sudah disahkan,masi ada desa yang jalan masih rusak maka itu harus di perbaiki contoh Desa Luai kec.kuantan Mudik  jalan banyak yang berlobang dan desa-desa lain harus  di opservasi juga. Dan satu lagi para masyarakat kaunsing harus diberi bantuan masih banyak rumah warga yang tidak layak untuk di huni karena rumah adalah tempat berkumpul para keluarganya.

Jika APBD lebih banyak dari tahun kemaren dibandingkan tahun ini pasti ada kekeliruan apakah ada suatu politik panas atau kurangnya satu komitmen,kalau memang iya mohon suatu masalah jangan dibesar-besarkan ingat ini APBD yang harus disahkan secepat mungkin.***

Ditulis Oleh: JASWAL AKMAL
Penulis Adalah Mahasiswa UIN SUSKA Riau Fakultas Ekonomi dan Ilmu sosial

BERITA LAINNYA
Kisah Dibalik Honorer Kuansing
Rabu, 10 Mei 2017 | 16:24
Ada Apa dengan APBD Kuansing Tahun 2017?
Minggu, 16 April 2017 | 13:01
Restu DPD I Golkar untuk Timo Kipda
Selasa, 10 Januari 2017 | 14:36
Pendidikan Sekuler Lahirkan Murid Cacat Moral
Jumat, 03 Maret 2017 | 16:54
Kesabaran dalam Mempersatukan Umat
Rabu, 11 Januari 2017 | 13:24
Menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI
Jumat, 16 Desember 2016 | 15:23
Kawal Prosesnya… Tunggu Hasilnya
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:59
BERIKAN KOMENTAR
Top