Stop Korupsi, Anti Korupsi, Musnahkan Korupsi

Slogan Kata Korupsi Hanya Sebagai Pajangan untuk Dibaca

Oleh: Aswal Akmal
Rabu, 23 November 2016 | 12:45
foto okezone.com
INDONESIA adalah negara yang berkembang dengan penduduk yang sangat padat,tentu ini tantangan pemerintah bagaimana untuk membahas soal ini mereka pasti pandai mengatur karena mereka ialah orang-orang cerdas,berintelektual yang tinggi dan mempunyai kinerja yang profesional yang handal.

Kembali mengingat angka kemiskinan di indonesia sangat memprihatinkan,sedih kita melihat ketika ada seorang ibu-ibu yang mengendong anaknya masi berusia 4 tahunan,nenek yang mengungut sampah kaleng,dan sayngnya lagi para anak-anak mengamen dijalanan mereka tidak sempat merasakan manisnya  pendidikan,bagaimana mau bersekolah untuk kebutuhan saja tidak mencukupi,berbagai fenomena yang terjadi tidak dapat dipungkiri itulah realita kehidupan yang kita lihat sekarang ini sebagai sesama manusia mari kita bantu rakyat kita.dalam UUD 1945 pasal 1 ayat 3 negara indonesia adalah negara hukum,maka dari itu baik keslahan tentang perampokan,pemerkosaan,narkoba,dan korupsi tegakan hukum seadil-adilnya tidak ada pandang bulu.

Setiap tahunnya ketika melihat di media masa KORUPSI selalu ada apa lagi pada tahun ini di indonesia ada yang terduga begitu banyak uang yang di ambil,tapi alhamdulillah KPK (KOMISI PEMBERANTAS KORUPSI) dalam kinerjanya cukup bagus untuk menangkap parah predator yang berkeliaran,walaupun ada yang telah terduga lalu di hukum, tapi kenyataannya yang kita lihat saat ini tetap ada yang terduga setiap tahunnya, kenapa tidak dibagikan uang itu kepada saudara kita yang memang membutuhkan uluran tangan parah pemerintah. 

Tulisan ini bukan hanya untuk pemerintah tapi bagi penerus bangsa yaitu pemuda,diambil sedikit dari tulisan M. Arief Rasyid Hasan ia berkta bahwa program kepemudaan harus dirancanag bersama dengan prioritas kebutuhan yang relavan.dilihat realita sekarang peran pemuda sangat dibutuhkan baik dari internal maupun eksternal karena melihat peran pemuda hari ini jika ada pejabat yang korupsi maka kita para pemuda langsung menangani isu tersebut dengan turun kejalan untuk menyampaikan aspirasi mereka terhadap kepedulian rakyat.

Permasalahan sekarang berbagai slogan agar tidak ada yang melakukan tindakan yang membuat merugikan negara indonesia, seperti Anti korupsi,Musnakan korupsi masi banyak slogan kata yang telah kita lihat di jalan umum, para pekendaraan  maupun yang berjalan kaki mereka membacanya berulang-ulang,terkadang mereka tertawa melihat tulisan itu,berkata ah cuman hanya untuk pajangan aja namun realitanya mereka tetap korupsi lebih baik tidak pajangkan sama sekali kalau masi ada yang korupsi, itulah persepsi mereka,kalu dipikir ada betulnya apa yang mereka katakan memang seperti itulah kejadian,memang tidak akan bisa dimusnakan kata-kata (KORUPSI) walaupun hanya 7 huruf tapi bisa membuat bencana besar yang menimpa kepada masyarakat,pertanyaan besar sampai kapan korupsi ini musna? Kenapa mereka lakukan? Bagaimana cara memberantasnya? Apakah tidak bisa?.

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini mereka akan yang akan menjawab sendiri secara pribadi,namun solusinya kembalikan pribadi masing-masing pasti bisa menjawab soal gampang itu,hanya ada  4 pertanyaan ,wlaupun hanya ada 4 empat namun membutuhkan jangka waktu yang sangat panjang kemungkinan bisa ada salah satu pertanyaan yang tidak terjawab, mari kita doakan bersama agar pertanyaan itu bisa dijawab dengan cepat langsung sesuai dengan tindakan,bukan hanya sekedar ucapan belaka sekarang perlu bukti yang akan kuat zaman telah beruba sesuai dengan perkembangan sekarang.tak perlu banyak bicara yang penting bukti yang konkret,kata-kata tidak bisa dipercaya lagi hanya perlu BUKTI,BUKTI DAN,BUKTI BUKAN JANI KOSONG. 

Maka dari itu tidak perlu banayak slogan yang dipajangkan,itupun tidak akan mampan telah banayak buktinya toh setiap pergantian tahun tetap masih ada yang terduga melakukan tindakan  korupsi maka dari itu mari kita sama-sama mempunyai sikap kepedulian. Banyak yang harus dibangun di indonesia baik itu pendidikan,pembangunan, serta perekonomian itulah yang diperbaiki mulai dari sekarang kalau tidak kapan lagi,sedikit mengambil kata dari  M.Arief Rosyid Hasan "pembangunan aspek SDM selalu membutuhkan kecermatan dan ketelatenan , karena yang dihadapi adalah manusia dengan berbagai aspek kehidupannya. Butuh keberpihakan yang kuat dari siapa pun pemerintah yang terpilih kelak mendorong rumusan kebijakan agar tak hanya hebat di atas kertas", itulah perkataan beliau.

Artinya jangan hanya sekedar ucapan belaka yang kita tanamkan,tapi perlu bukti yang sesuai dengan ucapan dan tindakan sedikit bicara tapi banyak tindakan itulah yang perlu di tanamakan.peduliakan rakyat terlebih dahulu sekiranya begitu yang harus di konsepkan secara akurat,tidak hanya serta merta.yang lucuhnya ketika ada suatu pemilihan pilkada,para kandiddat ketika mereka kampanye dengan menyampaikan,visi dan misi didepan masyarakat dengan suara yang lantang menyampaikan kata demi kata, sampai-sampai masyarakat tergiur sambil tepuk tangan wah para kandidat dalam dalam hatinya memang banyak pendukungku toh,ia berkata saya akan membangun desa kalian,baik itu pendidkan,maupun jalan,mari kita sama-sama bergotong royong dalam memperbaiki suatu hal yang harus dibentuk,dan masyarakat tepuk tangan kembali sambil bersorak-sorak,namun setelah itu ketika hari H ternyata ia menang dengan ketukan palu sidang,setelah itu coba lihat perkemabngan masyarakat menanti janji omongan para kandidat tersebut sekian lama hari berganti hari,waktu terus berjalan,ternyata jalan masi banyak yang berlobang,sehingga para orang-orang banyak yang terjatuh karena lobang tersebut, tidak lama ada kejadian sampai-sampai kata itu meluas berbagai daerah karena melakukan tindakan korupsi jabatan tidak sampai dalam 1 periode,hanya beberapa bulan ia duduk dikursi mewah,masyarakat kecewa dengan perkataan pemimpin tersebut, biasa dipanggil orang yaitu ATUK, itulah dinamika yang bisa terlihat dalam zaman sekarang,omongan tidak bisa dipercaya lagi yang hanya bukti kebenaran yang konkret serta absolut.inilah yang harus perlu ditekankan untuk kita semua jangan coba-coba menjadi pemimpin apabila belum siap,berfikir terlebih dahulu menjadi seorang pemimpin, bukan untuk sendiri tapi untuk orang banyak,bayangkan berapa ribu masyarkat yang ada di indonesia,tidak bisa dihitung dengan jari,Mari tinggalkan kata korupsi di indonesia, tidak usa banyak slogan kata yang pajangkan di muka umum.apalagi gambar-gambar wallpaper di Hp sedang menangkap para koruptur buat lucu saja itu sekiranya korupsi bukanlah budaya indonesia.***


Ditulis Oleh: Aswal Akmal
Penulis adalah Mahasiswa UIN Suska Riau Jurusan Administrasi Negara


BERITA LAINNYA
Ada Apa dengan APBD Kuansing Tahun 2017?
Minggu, 16 April 2017 | 13:01
Restu DPD I Golkar untuk Timo Kipda
Selasa, 10 Januari 2017 | 14:36
Pendidikan Sekuler Lahirkan Murid Cacat Moral
Jumat, 03 Maret 2017 | 16:54
Kesabaran dalam Mempersatukan Umat
Rabu, 11 Januari 2017 | 13:24
Menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI
Jumat, 16 Desember 2016 | 15:23
Kawal Prosesnya… Tunggu Hasilnya
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:59
Bom Samarinda, Bentuk Provokasi Gagal Kelompok Teror
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:57
BERIKAN KOMENTAR
Top