Mengubah Kedamaian dalam Do'a

Oleh: Fajar
Rabu, 23 November 2016 | 12:17
foto kedegayo/net
Wasiat:

"Ketika aku muda, aku ingin mengubah dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini. Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.

Ketika aku sadari bahwa betapa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku.

Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.

Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Ternyata aku sadari bahwa satu – satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.
Tiba – tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan akupun bisa mengubah seluruh dunia ini."

Dengan semangat perubahan kita akan menuju sesuatu yang lebih baik dengan dilandaskan pada kekuatan diri pribadi yang penuh keimanan dan keyakinan pada agama. Aksi Bela Islam yang terjadi pada tanggal 4 November 2016, telah berhasil memutihkan Ibukota Jakarta yang pertanda kekuatan suci dari individu umat Islam dalam membela agamanya. Demonstrasi tersebut telah mengubah bahwa setiap demo dalam jumlah yang Subhanallah (banyaknya) akan berakhir ricuh.

Subhanallah…demo yang dimotori atasrasa keimanan yang kuat telah merubah semua prediksi dan kebiasaan, yaitu demo berjalan tertib dan bersih sesuai dengan judulnya "Demo Damai".

Subhanallah….Allah selalu bersama dan melindungi umat-Nya dalam melindungi ajaran agama-Nya.

Inilah sejarah di Indonesia bahwa unjuk rasa dalam jumlah yang besar dapatberjalandenganaman, tertibsertabersih, meskipun isu yang diangkat cukup bikin miris (penistaan agama Islam).

Umat Muslim telah membuat bangga Ibu Pertiwi dalam menjaga persatuan NKRI.

Isu agama atau SARA merupakan isu yang sangat sensitif dalam kehidupan bertoleransi denganbingkaiBhinneka Tunggal Ika.

Perubahan atau reformasi telah ditunjukkan umat Muslim Indonesia dalam penyampaian pendapat dimuka umum atau demontrasi, bahkan duniapun mengakui bahwa umat Muslim Indonesia mampu berdemokrasi dengan baik tanpa harus terlibat dan melibatkan diri dalam panggung politik…..ini murni penistaan agama !!!!

Aksi Bela Islam II telah berjalan dengan baik dan Insya Allah berhasil memberikan pressure kepada pemerintah untuk bertindak tegas dan cepat dalam penanganan terkait agama….

Namun perubahan kearah yang lebih baik tetap perlu dilakukan oleh segenap umat Muslim Indonesia…..sudahkah kita berdoa kepada Allah agar Allah menurunkan kekuatannya bagi kita umat Muslim Indonesia atau menurunkan adzabnya bagi penista agama dan pelindungya ?

Mari kita berdoa atau lebih afdol berdoa bersama – sama agar kekuatan Allah SWT segera turun sebelum adzab menimpa umat Muslim Indonesia Qunut Nazilah adalah kekuatan do'a yang mampu merubah fitnah besar yang terjadi dalam kehidupan Islam. 

Do'a/Dzikir berjemaah…..adalah kekuatan dan inti dari ibadah serta pertolongan Allah Tablig Akbar Istiqosah akan menjadi instrumen instropkesi diri umat Islam untuk selalu bersatu dalam Ukhuwayah Islamiyah dan agamanya Allah Insya Allah….Allah Maha Mendengar…Allah Maha Mengetahui….. sebagaimana Seruan Adzan yang tak pernah putus dikumandangkan di seluruh dunia oleh umat Muslim….

Saat nya kita umat Muslim Indonesia dari Sabang sampai Merauke mengumandangkan doa bersama – sama untuk perjuangan membela agama Allah…ISLAM 

Aksi Bela Islam telah menyatukan kekuatan fisik umat Muslim Indoensia…

Kin saatnya perubahaan…

Doa bersama menyatukan kekuatan doa umat Muslim Indonesia dalam memperjuangkan kebenaran agama Allah.***

Ditulis Oleh: Fajar
Penulis adalah Pemerhati Sosial/Kontributor Media



----oOo----

BERITA LAINNYA
Kesabaran dalam Mempersatukan Umat
Rabu, 11 Januari 2017 | 13:24
Menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI
Jumat, 16 Desember 2016 | 15:23
Kawal Prosesnya… Tunggu Hasilnya
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:59
Bom Samarinda, Bentuk Provokasi Gagal Kelompok Teror
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:57
Mengubah Kedamaian dalam Do'a
Rabu, 23 November 2016 | 12:17
Keluhan-Keluhan Masyarakat Terhadap Dunia Birokrasi
Selasa, 22 November 2016 | 11:08
BERIKAN KOMENTAR
Top