Buruknya Pelayanan Kesehatan Terhadap Masyarakat Miskin

Oleh: Saziya Ulfa
Kamis, 17 November 2016 | 12:53
foto riau.go,id
BELAKANGAN ini kita sering mendengar ataupun membaca kasus-kasus yang berhubungan dengan pelayanan yang ada di negara kita ini. Pelayanan di negara kita ini sangatlah tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Banyak masyarakat yang tidak terlayani dengan baik. Misalnya saja dalam hal pelayanan masyarakat dibidang kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang di selenggarakan sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok ataupun masyarakat.

Dalam undang-undang dasar negara Indonesia diamanatkan bahwa kesehatan merupakan salah satu dari hak asasi manusia yang tercantum dalam pasal 28 H ayat 1"setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan tempat tinggal yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya sebagai perwujudan kesejahteraan umum sebagai yang dimaksud dalam pembukaan undang-undang dasar 1945. 

Pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan dengan berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) yaitu suatu tatanan yang menghimpun berbagai upaya bangsa Indonesia secara terpadu dan saling mendukung guna menjamin derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Sebagai pelaku dari pada penyelenggaraan pembangunan kesehatan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus saling bahu membahu secara sinergis melaksanakan pembangunan kesehatan yang terencana, terpadu, berkesinambungan dalam upaya bersama-sama mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. 

Pelayanan masyarakat sangatlah diperlukan oleh semua lapisan masyarakat. Sudah banyak negara-negara lain yang mengakses berbagai cara agar masyarakatnya dapat terlayani dengan cepat dan baik. Sedangkan di negara kita pemerintah masih membedakan lapisan-lapisan yang ada dalam masyarakat. Mereka lebih mendahulukan para kalangan atas sedangkan dalam hal kesehatan ini tidak ada kalangan atas maupun bawah karena kita semua sama-sama membutuhkan yang namanya kesehatan. Hal ini terjadi karena para orang kaya tersebut menyogok sehingga apapun masalah yang mereka alami dapat diselesaikan dengan cepat, lain halnya dengan orang miskin atau kalngan bawah.

Baru-baru ini muncul berita yang lagi-lagi berhubungan dengan pelayanan kesehatan di negara kita ini yaitu di daerah jember lantaran tidak memiliki dana persalinan sebesar 3,7 juta rupiah seorang bayi harus ditahan dirumah sakit hingga 17 hari. Upaya sang keluarga untuk mencicil pun ditolak oleh pihak rumah sakit. Betapa ironisnya pelayanan kesehatan di negara kita ini. Bayi yang seharusnya berda disamping seorang ibu harus ditahan dirumah sakit. Yang lebih anehnya pada masalah ini pihak rumah sakit tidak menerima cicilan yang diberikan. Kalau terus seperti itu maka biaya pun semakin membengkak lantaran bayi masih berada dirumah sakit. Padahal di dalam sila ke 5 keadailan bagi seluruh rakyat Indonesia bukan hanya untuk orang kaya saja.

Tetapi kita tidak bisa menyalahkan pihak rumah sakit sepenuhnya, bisa saja karena pemerintah pusat lebih mementingkan hal-hal lain sehingga pelayanan kesehatan masyarakat terabaikan. Adapun buruknya pelayanan kesehatan di negara kita ini juga disebabkan oleh sistem pelayanan kesehatan yang ada belum memadai, pelayanan kesehatan yang masih lamban, tenaga kesehatan yang kurang professional dan biaya yang terlalu mahal. Bagi warga miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan adalah hal yang sangat sulit. Mereka harus memenuhi syarat dari pihak rumah sakit. Upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap warga miskin melalui jamkesmas masih belum terisolasi dengan baik, masih banyak pasien yang menggunakan jamkesmas dipersulit dengan urusan administrasi.

Terkait dengan masalah pelayanan kesehatan yang ada di negara ini, kita dapat melakukan berbagai cara untuk mengatasi hal tersebut agar masyarakat mendapat pelayanan yang lebih baik. Kebijakan-kebijakan yang dapat dilakukan pemerintah pemerintah seperti menjalankan program BPJS, memperluas jangkauan pelayanan kesehatan seperti membangun puskesmas-puskesmas sampai ke pelosok desa, meningkatkan kualiatas dan kuantitas tenaga kerja.selain. selain pemerintah kita sebagai masyarakat juga harus berperan serta berpartisipasi agar masalah pelayanan kesehatan dinegara ini bisa menjadi lebih baik lagi. Partispasi itu dapat kita wujudkan dengan ikut serta dalam menjadi kader posyandu yang diadakan di desa kita masing-masing dan selalu berpartisipasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan pihak puskesmas di desa kita.***

 
Ditulis Oleh: Saziya Ulfa
Penulis adalah Mahasiswi UIN Suska Riau
Fakultas Ekonomi dan Sosial Jurusan Ilmu Administrasi Negara


BERITA LAINNYA
Kisah Dibalik Honorer Kuansing
Rabu, 10 Mei 2017 | 16:24
Ada Apa dengan APBD Kuansing Tahun 2017?
Minggu, 16 April 2017 | 13:01
Restu DPD I Golkar untuk Timo Kipda
Selasa, 10 Januari 2017 | 14:36
Pendidikan Sekuler Lahirkan Murid Cacat Moral
Jumat, 03 Maret 2017 | 16:54
Kesabaran dalam Mempersatukan Umat
Rabu, 11 Januari 2017 | 13:24
Menjaga Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI
Jumat, 16 Desember 2016 | 15:23
Kawal Prosesnya… Tunggu Hasilnya
Minggu, 11 Desember 2016 | 12:59
BERIKAN KOMENTAR
Top