• Home
  • Rohul
  • Mahasiswa Desak Pemkab Rohul Bertanggungjawab Tuntaskan Fisik Gedung RSUD 6 Lantai

Mahasiswa Desak Pemkab Rohul Bertanggungjawab Tuntaskan Fisik Gedung RSUD 6 Lantai

Jumat, 09 Agustus 2019 | 15:20
foto int
ROHUL, RIAUGREEN.COM - Mangkraknya pelaksanaan pembangunan fisik Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rokan Hulu enam lantai sejak tahun 2017 yang hingga kini belum dioperasionalkan, mendapat kritikan dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Negeri (Ampun) Rokan Hulu yang menggelar aksi demonstrasi, Selasa (6/8) di Bundaran Ratik Togak simpang empat perkantoran Pemda Rohul.
   
Pasalnya, pembangunan fisik Gedung RSUD Rohul yang telah menghabiskan anggaran Negara sekitar Rp50 miliar itu, belum ada kelanjutan pembangunannya.
   
Massa Ampun menuntut aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi atas pembangunan lanjutan Gedung dan pengadaan alat kesehatan yang diperuntukan di RSUD Rohul enam lantai tahun 2016 dan 2017.
   
Menyikapi aspirasi massa Ampun Rohul, Direktur RSUD Rokan Hulu dr Novil Raykel menjawab Riau Pos, Kamis, (8/8), menyebutkan, aspirasi yang disampaikan adek-adek mahasiswa itu, dinilai wajar-wajar saja.

Mengingat pembangunan fisik Gedung RSUD Rohul enam lantai yang sudah direncanakan tahun 2010 dibangun secara bertahap dengan sumber dana dari APBN dan APBD Riau itu sudah lama terbengkalai.

Diakuinya, Pemerintah Kabupaten Rohul bertanggungjawab untukmenuntaskan pembangunan fisik Gedung RSUD Rohul enam lantai hingga operasional.
''Saat ini pemerintahan daerah berusaha untuk melanjutkan pembangunan Gedung RSUD Rohul enam lantai yang terbengkalai, dengan catatan ada 2 (dua) syarat. Sebagaimana yang disampaikan Pak Gubri H Syamsuar saat meninjau Gedung RSUD Rohul sudah menyampaikan segera lakukan audit BPKP dan fisik oleh LPPM Universitas Riau. Kita sudah tindaklanjut dan lakukan konsultasi ke BPKP Riau dan LPPM Unri,'' ujarnya

Novil mengatakan, untuk kelanjutan pembangunan fisik Gedung RSUD Rohul enam lantai, menunggu hasil audit BPKP Riau dan LPPM Unri.'' Kita menargetkan lanjutan pembangunan Gedung RSUD Rohul enam lantai bersumber dari Dana Bantuan Keuangan (Bankeu) tahun 2020. Sekarang sudah dikonsultasikan, tergantung hasil audit BPKP, karena syarat untuk melanjutkan pembangunan Gedung RSUD Rohul itu harus ada audit keuangan dan fisik,'' tuturnya.

Sementara itu, koordinator Aksi Ampu Rohul Andrizal Serombou dalam orasinya meminta Pemkab Rohul bertanggung jawab atas mangkraknya Gedung RSUD Rohul enam lantai yang sangat dibutuhkan masyarakat.
   
Karena pembangunan Gedung RSUD Rohul Tahun Anggaran  2016 sangat tidak rasional, jika dilihat dari kondisi bangunan Gedung RSUD Rohul yang terbengkalai.
   
Massa Ampu membentangkan Spanduk serta Poster, mendesak aparat penegak hukum memeriksa Direktur RSUD Rohul periode 2016. Dimana diketahui, pada priode tersebut, jabatan Direktur RSUD dijabat Wildan Asfan Hasibuan dan Plt Direktur M Yaqub serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembangunan lanjutan RSUD Rohul Tahun anggaran 2016. (gus)

Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top