• Home
  • Rohul
  • Aliansi Mahasiswa Se-Rohul Sampaikan 7 Petisi Pada Pemerintah

Aliansi Mahasiswa Se-Rohul Sampaikan 7 Petisi Pada Pemerintah

Jumat, 09 Maret 2018 | 13:27
Puluhan Mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (08/03/2018) Siang, gelar Aksi unjuk Rasa damai di Bundaran Ratik Togak, Jalan Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian.
ROHUL, RIAUGREEN.COM - Rencana Pemerintah menaikkan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai April mendatang, terus menuai penolakan dari mahasiswa.  Di Kabupatan Rokan Hulu,  Puluhan Mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa  Se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (08/03/2018) siang, gelar Aksi unjuk Rasa damai di Bundaran Ratik Togak,  Jalan Tuanku Tambusai, Pasirpengaraian.

Selain Berorasi, Mahasiswa juga Membentangkan Poster, Berisikan berbagai Persoalan masyarakat. Aksi mahasiswa tersebut cukup menarik perhatian masyarakat Khusunya pengendara yang melintas di jalan Tuanku Tambusai,Pasir pengaraian.

Sedikitnya, ada 7 Tuntutan yang disampaikan Mahasiswa dalam Aksi unjuk Rasa tersebut, yaitu Tolak kenaikan harga BBM dan normalisasi pendistribusian minyak ke Riau, Naikkan dan stabilkan harga karet, Stop kebijakan impor yang dianggap merugikan rakyat. Tolak investasi asing, Tegakkan keadilan hukum diindonesia,  Nasionalisasi aset bangsa dan indonesia darurat demokrasi.

Dalam Orasinya, Korlap Aksi Asmarasyah mengatakan, banyak kebijakan pemerintah Sekarang yang dinilai menyudutkan dan membuat masyarakat menangis. pemerintah terkesan acuh, dengan apa yang menjadi penderitaan rakyat.

"Kenaikan BBM adalah salah satu contoh kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pemerintah tidak peduli ketika menaikan harga yang menjadi kebutuhan rakyat, tapi tidak peduli memperbaiki kondisi anjloknya harga komoditi perkebunan, khusunya karet yang menjadi mata pencarian utama masyarakat rohul," ucapnya.

"Pada saat kontestasi Baik Pilkada, Pileg dan Pilpres Calon selalu menjanjikan janji politik, salah satunya membangun pabrik karet di Rohul, tapi sampai sekarang mana pabrik karet yang sudah dibangun itu," ucapnya kesal.

Selain itu, Mahasiswa menilai, DPR dan pemerintah juga berupaya membungkam kritikan rakyat khusunya mahasiswa dengan UU MD3 yang baru.

"Pemerintah sekarang hanya berkoar tentang kerja..kerja ..kerja, tapi pekerjaan yang dilaukan tidak ada hasil. Sekarang ini Rakyat meninginkan berkerja dengan hasil," sebutnya.

Setelah Puas Berorasi, Mahasiswa yang menggunakan sepeda motor melanjutkan Aksi di Kantor DPRD Rohul untuk menyampaikan Aspirasi dengan dikawal Aparat Polres Rohul.

Aksi masa awalnya sempat memanas, karena kedatangan mahasiswa tertahan di luar pagar gedung DPRD, sementara puluhan aparat kepolisian dari Polsek Rambah yang dipimpin Kapolsek AKP Didi Antoni SH MH berjaga jaga mengamankan aksi. Saat mendatangi Gedung DPRD, tak ada satu pun anggota DPRD Rohul yang berada di gedungnya, sehingga membuat mahasiswa kecewa.

Setelah sempat ber orasi diluar gedung DPRD Rohul, Sekitar pukul 12.20 WIB, mahasiswa akirnya diterima Kabag Persidangan dan Produk Hukum Setwan DPRD Rohul, Gusman Efendi SH di Ruangan Aula Banggar.

Dalam pertemuan di ruangan Banggar itu, koordinator Umum Aksi. Ilham Al Amin dan koordinator lapangan ASMARASYAH  mempertanyakan ketidak hadiran anggota dewan, bahkan mahasiswa meminta surat perjalanan tugas anggota dewan itu kemana saja.

Kabag Persidangan Setwan DPRD, Gusman menjelaskan kepada mahasiswa bahwa seluruh anggota DPRD Rohul termasuk pimpinan memang tidak ada di kantor.dan sedang ke luar daerah untuk konsultasi urusan dan persoalan masyarakat ke Pekanbaru dan Jakarta.

Setelah Menyampaikan Aspirasi Mereka Ke DPRD, Sekitar Pukul 13.00 Wib, Mahasiswa Membubarkan diri dengan tertib. (don)

BERITA LAINNYA
Bawa 11 Paket Narkoba, Warga Rohul Ditangkap
Senin, 17 September 2018 | 12:32
Suami Istri di Rohul Kompak Jualan Sabu
Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:33
BERIKAN KOMENTAR
Top