• Home
  • Rohul
  • Anggota DPD RI Instiawati Ayus Komit Selesaikan Sengketa Lahan Masyarakat Muara Dilam dengan PT SAM 2

Anggota DPD RI Instiawati Ayus Komit Selesaikan Sengketa Lahan Masyarakat Muara Dilam dengan PT SAM 2

Kamis, 01 Maret 2018 | 13:33
ROHUL, RIAUGREEN.COM - Untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihannya, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)/Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) Instiawati Ayus SH MH melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) sekaligus silaturrahmi dengan masyarakat Desa Muara Dilam, Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, Selasa (27/02/2018) sore.

Kunjungan Perdana pejabat negara itu ke Desa Muara Dilam tiba sekira Pukul 15.05 WIB langsung disambut dan dikalungi bunga oleh Ketua TP PKK Desa Muara Dilam Asmita Zulfikar Amd Keb serta di dampingi Kepala Desa Muara Dilam Zulfikar SHi, Ketua BPD Desa Muara Dilam Amros Amd, Datuk Bendaharo Jasri.

Acara yang dipusatkan dihalaman Kantor Kepala Desa Muara Dilam itu turut juga dihadiri Bhabinkamtibmas, Sekretaris dan Staf Desa Muara Dilam, Ketua LPM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, para RW dan RT serta ratusan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Ketua BPD Desa Muara Dilam Amros dalam sambutannya berharap kedatangan Anggota DPD/MPR RI Instiawati Ayus SH MH ke Desa Muara Dilam berdampak positif dan dapat membawa perubahan dalam peningkatan pembangunan infrastruktur, pendidikan dan perekonomian masyarakat Desa Muara Dilam.

Sebagai perwakilan dan perpanjangan tangan masyarakat, Lanjut Amros, dirinya diminta untuk menyampaikan dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dengan harapan dapat terealisasi sehingga bisa dijadikan spirit bagi Desa Muara Dilam untuk melaksanakan program yang belum terakomodir.

"Jaringan kami terbatas buk hanya sampai tingkat Kabupaten dan Provinsi, untuk itu kami harapkan ditingkat yang lebih tinggi (tingkat pusat), melalui kehadiran ibu disini sebagai perwakilan Provinsi Riau, semua kebutuhan dan aspirasi masyarakat Desa Muara Dilam bisa di akomodir," harap Amros

Amros menjelaskan, ada beberapa aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Anggota DPD/MPR RI Instiawati Ayus SH MH, seperti permohonan masyarakat untuk menyelesaikan sengketa lahan antara masyarakat dengan PT SAM 2 Surya Dumai Group (sekarang First Resources Group), karena jumlah lahan yang dikuasai PT SAM 2 saat ini lebih kurang 6580 Hektar (Ha), berdasarkan Permentan Nomor 26 Tahun 2007 tentang Perizinan Usaha Perkebunan menyebutkan setiap perusahaan diwajibkan menyisihkan sekitar 20 persen dari total kebun yang dimilikinya kepada masyarakat sekitar kebun.

"Selain itu hasil koordinasi kami dengan BPN juga mengatakan pihak perusahaan mutlak dan wajib memberikan lahan kepada masyarakat sesuai dengan aturan yang berlaku, Kemarin kami juga diundang Surya Dumai, dalam pertemuan itu mereka sudah setuju dan mengakomodir kepentingan masyarakat, tetapi membutuhkan proses dan waktu. Untuk itu kami berharap kepada ibu Intsiawati Ayus ikut serta dan mendorong untuk proses percepatan tersebut," pinta Amros

Selain itu, tambah Amros, masyarakat berharap kepada Anggota DPD RI itu untuk membantu kelanjutan pembangunan Masjid Raya Muara Dilam, Permohonan pembangunan revitalisasi pasar beringin, permohonan pembangunan turap penanahan tebing disungai rokan, karena sering abrasi yang dapat mengancam fasilitas umum dan masjid yang hanya berjarak 20 meter dari sungai rokan.

"Selain itu masyarakat membutuhkan infrastruktu jalan, karena melihat kondisi jalan saat ini sangat perlu mendapat perhatian dari seluruh stakeholder dan komponen Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Rohul, karena jalan merupakan sebagai akses ekonomi masyarakat. Kami dari Pemerintah Desa sudah berkali-kali mengajukan penyambungan aspal itu namun tidak terealisasi, jadi kami belum merasa merdeka karena kami masih terjajah oleh infrastruktur jalan," tegas Amros

Amros menambahkan, selain itu, aspirasi masyarakat meminta sarana dan prasarana serta SDM di SMK Muara Dilam dan pemenuhan kebutuhan listrik, karena listrik merupakan program utama dari pemerintah, namun ada beberapa dusun belum tersentuh jaringan listrik dan Pembangunan jembatan sungai rokan, yang saat ini menggunakan jasa penyebrangan dengan jasa ponton yang miliki oleh perusahaan.

Setelah mendengar dan mencatat beberapa poin aspirasi masyarakat Desa Muara Dilam, Anggota DPD/MPR RI Intsiawati Ayus SH MH didampingi Manager Aspirasinya menjawab aspirasi masyarakat, sebelumnya dia mengucapkan terima kasih kepada telah mengundang ke Desa Muara Dilam. Sebelumnya dirinya juga sudah melakukan Kunker di 21 Desa di Riau, seperti di Pelalawan, Inhil, Kuansing, Kampar dan Rohul.

Mantan Ketua RMB-LHMR Riau ini berkomitmen untuk menyelesaikan sengketa lahan msyarakat Muara Dilam dengan PT SAM 2, pasalnya kasus yang sama juga sudah pernah diperjuangkan dan diselesaikannya antara masyarakat Kota Lama dengan PT SAM.

"Karena perpanjangan HGU PT SAM 2 ini dalam proses, saya akan menyurati instansi terkait untuk tidak memperpanjangkan HGU sebelum menyelesaikan komitmennya dengan masyarakat, azzamkan lahan ini milik masyarakat, jadi masyarakat tetap mengawal perkembangannya," pinta Intsiawati.

Lebih lanjut dikatakan Intsiawati Ayus, dirinya siap mendukung dan berharap masyarakat Muara Dilam untuk mendapatkan hamparan dalam pengelolaan kebun, baik dengan cara pola KKPA maupun bermitra dengan Perusahaan. Untuk itu, dirinya meminta surat tanah masyarakat dan keterangan permohonan masyarakat melalui dirinya dan akan menjembatani keinginan masyarakat tersebut dengan perusahaan untuk mendapatkan 20 persen kepemilikan lahan masyarakat.

"Hamparan sepadan itu harus disampaikan atau terserah perusahaan, nantinya seperti apa yang dikasih kepada masyarakat 1200 hektar itu dari 20 persen, apakah itu dikelola Bumdes, Koperasi atau dibagi per KK, jadi harus dirembukkan dulu, rumah adat kita kan ada, jadi musyawarahkan dulu," katanya

Terkait aspirasi masyarakat membangun Pasar Beringin, Intsiawati Ayus meminta kepada Pemerintah Desa Muara Dilam untuk membuat proposal yang ditujukan ke Kemendesa PDTT dan Kemendag RI, karena pihak Kementrian menganggarkan untuk pembangunan pasar dan sarana olahraga.

"Kalau untuk Pasar buat saja proposal ke Kemendag dan Kemendesa PDTT, disana tinggal menigisikan formulir. Selain itu terkait Turap, Buatkan permohononan dari Desa dengan dukungan RT/RW yang dilengkapi dengan RAB nya, ditujukan kepada Kepala Dinas PU dan Wajib ditanda tangani oleh Bupati, itu baru namanya proposal, kalau tidak begitu tidak saya tindaklanjuti, jadi nanti saya mudah untuk mengkoordinasikannya dengan Dinas terkait," jelasnya

Selain itu, terkait permintaan pembangunan infrastruktur jalan, dirinya menjelaskan sama dengan permohonan pembangunan pasar, yaitu membuat proposal. Sedangkan untuk pembangunan jaringan listrik di dua dusun tersebut harus digambarkan panjang dan skema jalan serta jumlah KK, sementara untuk bantuan pembangunan Masjid, Alumni UIR Pekanbaru ini meminta masyarakat membuat proposal yang ditujukan ke Biro Kesra Setdaprov Riau.  (don)

BERITA LAINNYA
Bandar Shabu Dibekuk Polisi di Jalan Kenanga
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:57
Empat Bapak-bapak Diamankan Terkait Judi Togel
Kamis, 11 Oktober 2018 | 12:22
Bawa 11 Paket Narkoba, Warga Rohul Ditangkap
Senin, 17 September 2018 | 12:32
Suami Istri di Rohul Kompak Jualan Sabu
Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:33
BERIKAN KOMENTAR
Top