• Home
  • Rohul
  • Pembangunan Waduk Rokan Kiri, Baru Sebatas Perencanaan

Pembangunan Waduk Rokan Kiri, Baru Sebatas Perencanaan

Rabu, 21 Februari 2018 | 11:32
ROHUL, RIAUGREEN.COM - Pembangunan Waduk Rokan Kiri di Kecamatan Rokan IV koto saat ini baru sebatas Perencanaan. Berlanjut atau tidaknya Pembangunan Waduk, yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut masih ditentukan sejauh mana kajian dampak resiko dari pembangunan waduk tersebut. Untuk itu, masyarakat diminta tenang dan tidak terburu-buru menolak rencana pembangunan tersebut waduk tersebut.
 
Demikian disampaikan Nifzar saat hearing dengan DPRD Rohul, Senin (19/02/2018), terkait adanya penolakan masyarakat desa Cipang Kiri Hulu, Cipang Kiri Hilir, Cipang Kanan dan Tibawan, terhadap pembangunan Waduk Rokan Kiri di Kecamatan Rokan 4 koto tersebut.
 
Menurut Nifzar, Progres Perencanaan Pembangunan Waduk Rokan Kiri, tahun ini baru akan dilakukan penyusunan dokuman Analsis dampak lingkungan (AMDAL) dan Penyusunan Dokumen Larap. Dimana dalam dua Dokumen tersebut, baru akan diketahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari pembangunan wadyk tersebut, serta rincian tekhnis, berapa luasan bentangan genanangan dan lahan yang diperlukan untuk relokasi masayrakat setempat.
 
Kemudian jika AMDAl Dan LARAP selesai, maka tahun 2019 akan dilaksankan sertifikasi desain dan sertifikasi penggenangan. apabila memungkinkan dan  tidak mengandung Resiko yang terlalu besar, maka secara fisik baru akan dilaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pada tahun 2020. Jelas Nifzar. 
 
Nifzar mengakui, titik persoalan yang dihadapi dalam Rencana Pembangunan Waduk Rokan kiri selama ini, yaitu  kurangnya sosialisasi, sehingga masyarakat dengan pemikiran konservatifnya, berpikiran pembangunan waduk itu, akan dilakukan dalam waktu dekat.
 
Meski memahami persoalan tersebut, nifzar mengakui tidak bisa berbuat banyak, karena dalam PSN ini, Pemkab Rohul hanya sebatas Suport data, sementara sosialisasi, diluar kapasitas pemkab rohul.
 
Dalam Proyek PSN ini, Pemkab Rohul hanya sebatas memberikan suport data, sementara  menyampaikan informasi tidak pula ada kapasitas kita, karena kita belum tau persis tentang detail pembangunan proyek ini karena mulai dari penyusunan, perencanaan di lakukan oleh pusat.  jelasnya.
 
Sampai saat ini kita belum mendapatlan instruksi tertulis dari Pemerintah pusat untuk sosialisasi. Kita tau ini adalah PSN dimana bisa mengenyampingkan aturan lain.  tapi masalahnya  adalah kita tidak punya kapasitas. Tegas Nifzar lagi.
 
Terkait adanya penolakan dari masyarakat cipang raya, Nifzar menyatakan, pemerintah pada prinspinya tidak dalam kapasitas menolak atau mengiyakan apa yang di inginkan masyarakat tersebut. tetapi sebagai pemerintah, kata nifzar, pemkab rohul tentunya akan berpihak kepada masyarakatnya.
 
Kita tidak buang badan, tapi jika harus dilakukan sosialisasi apa substansi nya kita harus tau dulu dari pemerintah pusat sementara kondisinya sekarang kita tidak tau. Sebaiknya, Biarkan perencanaan berproses secara dokumen dan sampaikan saja kepada masyarakat, jika pada saatnya akan di sosialisasikan baru kemudian di tolak atau diterima. Kata nifzar.
 
Terkait adanya penolakan Warga dalam pembangunan Waduk rokan kiri ini, dalam waktu dekat DPRD Rohul akan kembali melakukan Hearing dengan menghadirkan pemerintah daerah, serta Ninik mamak, tokoh masyarakat,tokoh adat dan tokoh pemuda di 4 desa, untuk meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait pembangunan waduk serba guna rokan kiri tersebut. (adv/don)

BERITA LAINNYA
Bandar Shabu Dibekuk Polisi di Jalan Kenanga
Selasa, 16 Oktober 2018 | 10:57
Empat Bapak-bapak Diamankan Terkait Judi Togel
Kamis, 11 Oktober 2018 | 12:22
Bawa 11 Paket Narkoba, Warga Rohul Ditangkap
Senin, 17 September 2018 | 12:32
Suami Istri di Rohul Kompak Jualan Sabu
Rabu, 29 Agustus 2018 | 16:33
BERIKAN KOMENTAR
Top