• Home
  • Rohul
  • Kasus Penipuan SK Honorer, Sekda Rohul Dua Kali Mangkir Beri Kesaksian

Kasus Penipuan SK Honorer, Sekda Rohul Dua Kali Mangkir Beri Kesaksian

Kamis, 27 Juli 2017 | 16:37
Sekda Rohul Ir Damri Harun memotong Tumpeng saat perayaan Ulang Tahunnya yang ke 59
PASIRPANGARAIAN, RIAUGREEN.COM -‎ Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Ir. Damri, kembali mangkir memberikan kesaksian untuk kedua kalinya, di sidang lanjutan penipuan SK tenaga honor.

Pada sidang sebelumnya, Rabu (18/7/17) sore lalu, tiga pejabat teras Pemkab Rohul juga mangkir di sidang dengan agenda memberi kesaksian, yakni Sekda Rohul Damri, Asisten III Setdakab Rohul Sri Mulyati alias Eneng, dan Kepala Dinas Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (DKPP) Rohul Fajar Sidqy.

Seharusnya, ketiga pejabat teras Pemkab Rohul kembali dihadirkan di sidang lanjutan untuk memberikan‎ kesaksian, Rabu (26/7/17) sore, namun Sekda Rohul Damri kembali mangkir untuk kedua kalinya dengan alasan sedang dinas keluar daerah.

Sedangkan, Sri Mulyati juga mantan Kepala BKD Rohul, serta Kepala DKPP Rohul Fajar Sidqy hadir dan sudah memberikan kesaksian pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian diketuai Majelis Hakim Sarudi, dengan anggota Irpan Lubis dan Adil Simarmata, Rabu sore kemarin.

Pada sidang lanjutan tersebut, seorang terdakwa bernama Romi menyebut kesaksian mantan Kepala BKD Rohul Sri Mulyati tidak benar, bahwa ia pernah memberi uang ke saksi, untuk memuluskan pelapor bisa masuk sebagai tenaga honor di lingkungan Pemkab Rohul. Namun tuduhan terdakwa dibantah oleh saksi.

Sedangkan Kepala DKPP Rohul Fajar Sidqy pada kesaksiannya menyebutkan tanda tangan di SK honorer bukan tandatangan dirinya. Demikian juga kop surat yang dipakai untuk SK honorer palsu, apalagi alamat masih memakai alamat Kantor BKD Rohul yang lama.

Salah seorang JPU Kejari Rohul Riki Saputra SH dikutip dari riauterkini.com, mengatakan dalam sidang mendengarkan keterangan saksi, Sekda Rohul Damri tidak bisa hadir untuk kedua kalinya karena ada dinas keluar daerah.

Riki mengaku JPU akan mengupayakan kembali menghadirkan Sekda Rohul Damri pada sidang lanjutan Rabu pekan depan, untuk dimintai kesaksiannya terkait perkara penipuan SK honorer.

"Kita akan upayakan kembali menghadirkan saksi (Sekda Rohul, Damri)‎ di sidang selanjutnya (Rabu pekan depan)," jelas Riki kepada wartawan.

Perkara penipuan SK honorer palsu atau bodong merupakan pelimpahan dari Penyidik Sat Reskrim Polres Rohul ke Kejari Rohul. Pada perkara ini, penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Romi (wiraswasta), Iskandar (mantan honorer RSUD Rohul, dan Muharmi (PNS RSUD Rohul).

Perkara penipuan masuk tenaga honor ini ditangani Penyidik Sat Reskrim Polres Rohul, setelah seorang calon honorer bernama Masitoh Tambusai resmi melaporkan penipuan ke polisi.

Berdasarkan Laporan Polisi tanggal 16 Januari 2017, penipuan dialami pemohon Masitoh berawal Kamis 9 Juli 2015‎ silam. Masitoh melapor ke polisi, karena SK honorer diterimanya dari terdakwa Romi ternyata palsu. (red/rtc)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top