• Home
  • Rohil
  • Bawaslu Riau Ambil Tindakan Soal Caleg Asal Rohil Diduga Bagi-bagi Sembako

Bawaslu Riau Ambil Tindakan Soal Caleg Asal Rohil Diduga Bagi-bagi Sembako

Kamis, 08 November 2018 | 12:44
Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, melakukan Konferensi Pers terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan salah seorang Caleg Kabupaten Rokan Hilir yang Berinisial KRS.
ROHIL, RIAUGREEN.COM - Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, melakukan Konferensi Pers terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan salah seorang Caleg Kabupaten Rokan Hilir yang Berinisial KRS.

Konferensi Pers tersebut langsung dipimpin Ketua Bawaslu Provinsi Riau Rusidi Rusdan didampingi tim penyidik Kejati dan Polda Riau, Rabu (4/11/2018) di kantor Bawaslu Kabupaten Rokan Hilir, Jalan Perwira, Bagansiapiapi, Rohil.

Terkait dengan kasus dugaan tindak pidana yang dilakukan salah seorang Caleg Kabupaten Rohil Yang berinisial KRS, Rusidi menyampaikan bahwa kasus tersebut sedang dilakukan pengkajian serta pendalaman oleh Gakkumdu, dengan meminta keterangan terhadap saksi-saksi yang menerima pemberian sembako tersebut, dan setelah itu tim akan meminta pendapat ahli dari KPU Riau dan ahli hukum pidana termasuk juga meminta keterangan kepada Ketua dan Sekwan DPRD Rohil.

"Dan yang terakhir baru meminta klarifikasi terhadap terduga KRS, baru dapat disimpulkan apakah perbuatannya termasuk pelanggaran atau tidak," kata Rusidi.

Jadi harapan kita agar untuk kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal semacam ini untuk lebih hati-hati, walaupun seandainya ketentuan unsur pidananya tidak terpenuhi,bisa jadi pelanggaran pada UU lain dan itu akan kita teruskan kepada lembaga berwenang.

"Dan kita menghimbau untuk bantuan -bantuan yang sifatnya diberikan kepada pihak Door To door apa lagi oleh caleg, ini supaya berhati-hati, karena kita tidak bisa menentukan hitam-putih, ini boleh apa tidak, yang jelas biarkan tergantung pada kajian, kemudian kalau ada pelanggaran Administrasi, ada kemungkinan kalau ia terjadi secara Terstruktur, sistematik, Masif, ini ada kemungkinan calegnya akan Diskualifikasi," jelasnya.

Jadi itu makanya kita menghimbau,untuk rekan-rekan caleg untuk berhati-hati kita merekomendasikan untuk menggunakan cara-cara kampanye bentuk lainlah, jangan menghadalkan sifat-sifat bantuan, itu bisa menyebabkan, kalau ada kesimpulan dari pidana bisa menyebabkan penjara, pintanya.

Untuk diketahui kasus ini bergulir dari temuan Bawaslu Rohil, telah melakukan penyitaan berupa beras, susu kaleng, gula dan bubuk teh yang berasal dari pemberian anggota DPRD Rohil berinisial KRS kepada puluhan orang masyarakat yang menjadi korban banjir di Kepenghuluan Karya Mulyo Sari Kecamatan Pekaitan beberapa waktu yang lalu.

Loading...
"Terduga pelaku akan secepatnya dipanggil untuk mengetahui apa motifnya. Apakah saat itu dia sebagai anggota DPRD aktif atau sebagai caleg. Kalau terbukti KRS bersalah nantinya akan di jerat dengan pidana pemilu berupa hukuman maksimal dua tahun kurungan penjara ditambah denda Rp.24 juta dan terkait statusnya sebagai caleg nanti akan kita lihat, apakah ada kemungkinan dilakukan diskualifikasi atau tidak," terangnya. (her)



Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top