• Home
  • Rohil
  • Kecam Tindakan Pembakaran Bendera Tauhid, GMB Rohil Gelar Aksi Unjuk Rasa

Kecam Tindakan Pembakaran Bendera Tauhid, GMB Rohil Gelar Aksi Unjuk Rasa

Senin, 29 Oktober 2018 | 22:15
Hermansyah
Gerakan Muslim Bersatu (GMB) Kabupaten Rokan Hilir, menggelar aksi Bela Tauhid, Aksi tersebut dilakukan mengecam atas tindakan anggota Banser yang membakar bendera tauhid di acara hari santri Nasional di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.


ROHIL, RIAUGREEN.COM - Gerakan Muslim Bersatu (GMB) Kabupaten Rokan Hilir, menggelar aksi Bela Tauhid, Aksi tersebut dilakukan mengecam atas tindakan anggota Banser yang membakar bendera tauhid di acara hari santri Nasional di Garut, Jawa Barat beberapa waktu lalu.


Aksi unjukrasa rasa tersebut dilakukan didepan Kantor BPKAD Jalan Merdeka, Senin (29/10/2018) Bagansiapiapi, Rohil Riau.


Sebelum melakukan unjukrasa, ratusan peserta bela tauhid terlebih dahulu berkumpul di Masjid Al-ikhlas, dan melakukan unjukrasa dari depan masjid Agung Al-Ikhlas untuk menuju kantor BPKAD.


Massa bela tauhid tersebut diikuti oleh Laki-laki dan prempuan, yang lengkap dengan atribut dan bendera bertulisankan kalimat tauhid, serta bendera merah putih, yang menggunakan kendaraan roda empat serta roda dua dengan atribut bendera Al Liwa dan Ar Rayyah.


Selama perjalanan massa mengucapkan kalimat tauhid. Selama perjalanan massa terus bertambah dengan rute Adapun Rute yang dilalui Masjid Agung An Nur-Jalan Klenteng-Jalan Pahlawan-Jalan Bangko-Jalan Perwira-Jalan Kubu-Jalan Perniagaan-Jalan Perdagangan-Jalan Jambu-Jalan Pusara Hilir-Jalan Pahlawan dan berahir di Jalan Merdeka depan kantor BPKAD.


Salah satu orator pawai Abu Nawas selama perjalanan terus mengingatkan agar selama pawai tidak ada bendera yang jatuh satupun karena merupakan marwah agama Islam.


"Hari ini adalah momen sumpah pemuda. Pemuda Islam saat ini bersumpah bahwa bendera yang dibawa merupakan bukan bendera HTI tetapi bendera Tauhid yang dipakai Nabi Muhammad saw," teriaknya.


Azmi Koordinator Umum Aksi Abdul Hasmi saat melakukan orasi di depan kantor BPKAD mengatakan, tujuan pawai adalah untuk menjaga marwah kalimat Tauhid. Setelah aksi selesai diharapkan masyarakat Islam tidak terpecah belah dengan berbagai macam permasalahan.


Ustad Ibrahim Ahmad Pimpinan Ponpes Al Assisiyah Bangko juga menyampaikan bahwa, kalimat Tauhid adalah kalimat yang dimuliakan orang Islam. Memuliakan Tauhid adalah bagian dari membela agama.


"Kalimat Tauhid adalah salah satu pondasi umat Islam. Apabila ada yang menistakan kalimat Tauhid dengan cara apapun maka mereka adalah musuh," sebutnya.


Sementara Rio Almunasa menyebutkan, aksi pawai bela tauhid merupkan bentuk protes ummat muslim Rohil terhadap pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser beberapa waktu lalu.


"Kita kan tahu bendera tauhid dibakar, kita masyarakat Rohil tentu merasa tidak senang dengan aksi tersebut. Kita melakukan aksi damai tanpa membenci kelompok tertentu, aksi ini akan berjalan dengan damai, " katanya.


Rio juga bersama seluruh peserta pawai bela tauhid meminta agar pihak kepolisian menyelesaikan permasalahan pembakaran bendera tauhid dengan maksimal.


Selama pelaksanaan pawai bela tauhid, setiap titik persimpangan dijaga ketat oleh pihak kepolisian Polsek Bangko, Polres Rohil.(her)


Loading...
BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top