• Home
  • Rohil
  • Bisnis Kreatif Bu Lurah, Raup Omset Rp12Juta/Bulan

Bisnis Kreatif Bu Lurah, Raup Omset Rp12Juta/Bulan

Rabu, 12 April 2017 | 11:45
Syarifah Kemala bersama keluarga
SIAK, RIAUGREEN,COM - Tim liputan Humas Siak berkunjung ke rumah Syarifah Kemala (27) di jalan Sapta Taruna gang Bunga Tanjung, Balai Kayang, Kampung Rempak. Mala sapaan akrabnya, adalah seorang ibu rumah tangga biasa, istri dari Lurah Kampung Dalam, Fuad Assegaf, Senin (10/4).
 
Dari mencoba hingga menjadi hobi, akhirnya merambah dunia bisnis, usaha rumahan "dapur mama nizam" hingga mampu meraih omset 12 juta rupiah. 
 
Disitulah wanita yang ramah senyum itu, memulai hobi memasaknya. Berawal dari keinginannya untuk memberikan asupan gizi yang sehat bagi anak pertamanya, hal ini kemudian mendorongnya untuk mencoba berbagai resep makanan. 
 
Wanita kelahiran Siak ini mengaku sering kali gagal, namun ia tidak putus asa untuk terus mencoba. Setiap masakan yang telah berhasil dibuatnya,  ia posting di media sosial, lengkap dengan  resep buatannya.
 
Ternyata hal ini mendapat respon yang positif dari teman-temannya,  semenjak saat itu banyak yang memesan kue buatannya. Berawal dari coba-coba, hingga saat ini sudah banyak yang berlangganan bahkan untuk dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang kampung. 
 
Mala pun menjual seratus lebih jenis kue, seperti kue brownies dan kue-kue kering, snack dan roti dan kue-kue untuk hari besar seperti hari lebaran. Bentuknya pun cukup variatif, sebab kue-kuenya dihiasi dengan sentuhan artistik, sehingga tampak lebih menarik dan indah.

Keberuntungan memang ada di pihak Mala lantaran hari demi hari penjualan kuenya semakin laris manis. Tanpa terkecuali pemesanan dalam jumlah besar pun pernah ia terima. Permintaan semakin meningkat, sehingga Mala harus mempekerjakan beberapa orang untuk membantunya.

Diantara kue buatannya, yang menjadi andalan adalah roti donat paha ayam, pizza serta brownies. Harga kue berkisar 3 ribu hingga 70 ribu rupiah, dan ia tetap menjaga kualitas dan rasa dari makanan yang dibuatnya.
 
Alumni jurusan bahasa Inggris UPI Bandung ini, terkadang juga mengalami suka-duka, seperti kue pesanan yang belum dibayar dan tidak dijemput-jemput oleh pemesannya. 
 
"Dukanya itu, kalau kue yang sudah dipesan tapi gak diambil, ya kita sebagai penjual harus siap sama semua resiko maupun komplain dari orang lain, "ujar anak pejabat Siak ini. 
 
 
Usahanya yang dilakukannya itu tak lepas dari dukungan suami.  "Pernah juga suami bilang, macam mana ni dek, nanti kuenya tak enak. Terus nanti ada yang bilang masak istri lurah jualan kue," ungkapnya sambil ketawa ringan.
 
Dalam menjalankan usaha, ia berpesan agar setiap orang tetap bersemangat walaupun pernah gagal, selagi yang dilakukan adalah halal. 
 
"Selagi yang kita lakuin itu baik, kenapa gak kita coba. Siapa bilang orang dirumah itu nggak bisa eksis, nggak bisa menghasilkan. Itu tergantung kita, harus tetap semangat," ungkapnya.
 
Masih kata Mala, untuk mengembangkan usahanya, ia berkeinginan membuka toko sendiri,  sehingga orang-orang nantinya dapat dengan mudah membeli langsung ditoko kue miliknya.
 
Selain itu kata dia, hal ini juga mendukung program Pemkab Siak, dalam meningkatkan kepariwisataan dan ekonomi kreatif, sehingga setiap pengunjung yang datang tidak sulit menemukan oleh-oleh untuk dibawa pulang. 

Berbagi tips
 
Mala cerita, ia dulu sempat tes Pegawai di Siak, jadi guru. Namun karena belum beruntung, Mala pun fokus pada aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Menjadi istri seorang PNS, punya bayak waktu luang dirumah, bisa lebih dekat dengan anak.
 
Karena usaha yang dijalaninya banyak disukai orang, ia pun sering di ajak menjadi motivator bagi ibu-ibu di kecamatan maupun dharma wanita kabupaten Siak.
 
Ia berpesan, di zaman sekarang ini sangat penting bagi kita untuk menambah pengetahuan atau pengalaman. Apalagi bagi ibu-ibu rumah tangga, bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan baik.
 
Banyak mesin pencari yang bisa kita manfaatkan untuk mencari informasi. Carilah ilmu yang bermanfaat, bisa juga dengan membaca buku. Mala sarankan banyak-banyak membaca buku, kemudian kurangi kumpul-kumpul yang tidak bermanfaat. 
 
"Sebenarnya banyak hal yang dapat menjadikan diri kita kreatif, semoga kita bisa menjadi ibu muda kreatif yang positif dan bermanfaat, dapat membuka usaha baru dari ide-ide kreatif dan menjadi ibu muda yang di sayang anak-anak dan suami," pungkasnya. (infotorial/hms/zul)

BERITA LAINNYA
Dua Pencuri Gasak Pipa Besi Milik PT CPI
Jumat, 15 September 2017 | 13:41
Sedang Lelap Tidur, Pemuda Ini Diciduk
Senin, 11 September 2017 | 11:02
Aril Diringkus Polisi Terkait Kepemilikan Sabu
Senin, 28 Agustus 2017 | 12:03
Defisit Anggaran, Rohil Butuh Peran Pemprov Riau
Rabu, 09 Agustus 2017 | 23:25
MTQ ke-14 Kabupaten Rohil Resmi Ditutup
Senin, 07 Agustus 2017 | 13:59
BERIKAN KOMENTAR
Top