• Home
  • Riau
  • Pemkab Rohil Terapkan Langkah-langkah Strategis Wujudkan Rohil Lumbung Padi Terbesar di Riau

Pemkab Rohil Terapkan Langkah-langkah Strategis Wujudkan Rohil Lumbung Padi Terbesar di Riau

Minggu, 09 Desember 2018 | 21:56
Bupati Rokan Hilir Suyatno bersama Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim melaksanakan panen raya padi di Kepenghuluan Pematang Singkek, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir.
ROHIL, RIAUGREEN.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir betekat dan terus melakukan pembenahan untuk menjadi penghasil lumbung pangan terbesar di Provinsi Riau.

Agar hal itu terwujud, Pemkan Rohil yang berjuluk negeri seribu kubah ini terus mengembangkan areal pertanian dan menambah lahan persawahan baru terutama di kecamatan yang lahannya berpotensi dengan tanaman padi.

Bupati Rohil H Suyatno, mengatakan kalau tanaman pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Namun demikian, kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan itu tidaklah hanya semata-mata dibebankan kepada pemerintah saja.

"Jangan semuan dibebankan kepada pemerintah, akan tetapi semua pihak sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang ketahanan pangan," kata Suyatno.

Orang nomor satu di Rohil ini meminta kepada masyarakat agar tidak mengalihfungsikan lahan persawahannya yang telah ada saat ini untuk perkebunan lainnya. "Toloh dipertahankan dan jangan dialihfungsikan, karena hasil padi sangatlah menjanjikan," pintanya.

Menurutnya, saat ini sudah begitu luas lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit oleh masyarakat.

"Padahal lahan pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomi yang sampai kini belum sepenuhnya pulih," ungkapnya.

Akan tetapi, lanjutnya, realita yang dihadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. Penyebabnya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencarian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.

"Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi riau yang harus di pertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah," ungkapnya.

Bappeda Dukung ASN Konsumsi Beras Lokal

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini sedang menggalakkan program konsumsi beras lokal terhadap seluruh aparatur sipil negara (ASN) yang ada di Rohil.

"Mengenai beras lokal kita sudah support Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat agar bagaimana bulan ini juga hingga selanjutnya ada sampel untuk penggunaan beras lokal. Karena kita sangat mendorong ASN khususnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membeli beras tersebut," kata Kepala Bappeda Rohil, HM Job Kurniawan AP MSi baru-baru ini di Bagansiapiapi.

Untuk tahap awal sebutnya akan di mulai dari Bappeda sebagai pembuka awal penerapan program yang telah lama di ingin oleh Bupati Rohil yang sedang cuti H Suyatno. "Seperti kita di Bappeda tahap awal  akan memesan 250 kilo gram, dan nanti akan kita lakukan pendataan," Jelasnya.

Selain itu tambahnya, setelah mengetahui adanya penerapan konsumsi beras lokal tersebut, sudah banyak camat yang bersedia menjalankan nya.

"Program ini dilakukan supaya petani kita tidak lagi tergantung dari riba dan sebagainya sehingga mereka bebas jual. Dimana beras jual mahal disitu pula mereka bebas menjualnya," katanya pula.

Sejauh ini terangnya sudah ada yang menampung dan mensupport beras tersebut yakni Dewan Masjid Indonesia (DMI) Rohil, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat.

Sementara terkait kualitas, beras lokal tidak kalah dengan beras-beras yang datang dari luar, bahkan harganya juga terjangkau.

"Untuk harga jual sementara perkilonya Rp11.000. Jadi kalau dalam bungkusan lima kilogram harganya Rp55.000 perbungkus. Kalau bungkusnya 10 kilogram berarti Rp110.000 perbungkus," pungkas Job Kurniawan.

Bupati Suyatno dan Plt Gubri Panen Raya

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim melaksanakan panen raya padi di Kepenghuluan Pematang Singkek, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Selasa 25 September 2018.

Acara itu juga dihadiri Danrem 031 WB Brigjend TNI Sonny Aprianto, Bupati Rohil H. Suyatno, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf. Didik Efendi, Kajari Rohil Gaos Wicaksono, Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Sekda Rohil Drs. H. Surya Arfan, M.Si, Para Kepala Dinas, Camat, Penghulu serta para petani.

Pelaksanaan panen raya padi di areal seluas 304 hektare oleh Gubernur Riau, Danrem serta Bupati dilakukan secara simbolis dengan melakukan pemotongan padi dan dilanjutkan dengan pemanenan dengan menggunakan mesin.

Dalam sambutannya, Gubri mengatakan, pemerintah daerah cukup apresiatif dalam menjaga serta melestarikan persawahan dan keberhasilan para petani dalam penanaman padi hingga panen.

Wan Thamrin meminta masyarakat agar tidak mengalih fungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini. "Tolong dipertahankan dan jangan dialih fungsikan, karena hasil padi sangatlah menjanjikan," harapnya.

Dia menambahkan, lahan persawahan yang dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit sudah cukup banyak. "Waktu masih saya menjabat Bupati Rohil, sepanjang jalan ke Bagansiapiapi itu lahan persawahan," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Danrem Sonny Aprianto, menyampaikan, pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomin yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.

Namun demikian, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. penyebab nya tentunya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencaharian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan.

"Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi Riau yang harus di pertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah. Untuk itu melalui panen raya padi seluas 304 hektar ini di harap dapat memenuhi kebutuhan sembako di Provinsi Riau khususnya Rohil serta dapat menggugah kembali gairah bertani masyarakat," jelasnya.

Keberadaan TNI tambahnya, untuk membantu kedaulatan rakyat melalui para Babinsa di daerah-daerah. Dan pihaknya mendapat perintah untuk mendampingi para petani dalam berbagai program seperti Luas Tambah Tanam (LTT).

"Kita berharap tidak ada lagi impor beras karena Indonesia merupakan negara penghasil padi besar," pungkasnya.

Lumbung Padi Riau

Sementara itu, Bupati Rokan Hilir Suyatno pernah menyebutkan dahulu ketika masih bergabung dengan Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir merupakan lumbung padi terbesar di Provinsi Riau. Namun, kini produksi padi menurun dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan.

Kondisi tersebut, sebut Bupati, merupakan fakta yang tidak produktif di tengah gencarnya komitmen pemerintah untuk menggalang kekuatan menuju swasembada tanaman pangan di Rokan Hilir.

Untuk mengembalikan kejayaan tersebut, Bupati Suyatno mengungkapkan kalau perlu dukungan semua pihak untuk membangun optimisme. Dia pun mengungkapkan beberapa latar belakang persoalan.

Salah satunya terkait keinginan pemerintah membatasi upaya pengembangan perkebunan kelapa sawit di tengah krisis harga pasar yang membuat anjloknya harga sawit petani.

Idealnya, sebut bupati, kondisi harga sawit yang turun mampu menekan terjadinya penyusutan terhadap upaya ekspansi perkebunan yang menggerus usaha pertanian khususnya tanaman pangan, termasuk padi.

Namun, dia tidak menafikan kalau pengaruh perkebunan sawit telah menyebabkan terjadinya degradasi luasan lahan pertanian tanaman pangan, khususnya padi.

Hal ini sangat dikhawatirkan dan Rohil yang selama ini terkenal dengan sebagai penghasil lumbung padi bisa menjadi tinggal kenangan. Hingga saat ini Diperkirakan sekitar 27 Ha lahan sawah telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

"Alih fungsi lahan saat ini tidak dapat dibendung, masyarakat cendrung berubah tanaman dari lahan sawah menjaddi lahan perkebunan sawit, tiap tahun masyarakat petani berubah fungsi saat ini," kata Bupati Rokan Hilir H Suyatno.

Diperkirakannya saat ini sudah mencapai 27 hektar lahan pertanian berubah fungsi menjadi lahan perkebunan sawit. Menyikapi hal tersebut, Kepada Dinas Pertanian, khususnya tenaga PPL di lapangan terus bekerja keras memberdayakan masyarakat dan memberi penjelasan serta pengertian sehingga masyarakat pertanian, tidak melakukan alih fungsi lahan.

Sebab, kalau itu terus berlangsung maka dikhawatirkan swasembada pangan sangat sulit tercapai di Kabupaten Rokan Hilir ini. Yang ada adalah swasembada sawit, bukan swasembada pangan, sehingga perlu diambil langkah-langkah yang konkrit untuk mengatasinya.

Lebih lanjut Suyatno menjelaskan akibat alih fungsi lahan ini, banyak Kecamatan yang dulunya dikenal sebagai sentral penghasil padi dan beras kini berubah daerah penghasil sawit, hal ini terlihat seperti di Kecamatan Bangko, Sinaboi, Palika, Kubu dan Rimba Melintang.

Diakui Suyatno, memancang program swasembada pertanian, hasilnya memang tidak bisa langsung dirasakan. Butuh waktu hingga tiga tahun ke depan untuk mencapai kerja besar ini.

Selain itu, pemerintah daerah bersama DPRD berupaya memajukan sektor pertanian, jagung dan kedelai dalam tiga tahun kedepan. bidang pertanian dan palawija.

"Untuk Riau, Kabupaten Rohil masih yang terbaik kedelainya. Dan, daerah Darussalam daerahnya sangat potensi untuk tanaman kedelai dan jagung, saya berharap bisa tetap dipertahankan. Targetnya, Indonesia harus menjadi daerah swasembada pangan 2017," paparnya.

Pemkab Rohil sudah bertekad terus menjadikan lumbung pangan di Provinsi Riau dengan cara mengembangkan areal pertanian yang ada dan mencetak sawah baru.

Sebagai prinsip landasan hukum dari penerapan kebijakan tersebut, maka pemerintah sangat menekankan penerapan Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Ketahanan Pangan.

Kebijakan ini juga merupakan implementasi dari kebijakan nasional untuk mempertahankan cadangan pangan di dunia yang saat ini juga mengalami penurunan dan kondisi cadangan pangan Indonesia berada dalam titik terendah.

Dengan kondisi demikian tentu akan menjadi masalah serius jika tidak diatasi sejak awal, ditambah lagi keadaan iklim saat ini yang sudah tidak menentu yang menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsong dan kekeringan.

Lakukan Pemetaan

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rokan Hilir, Muslim dalam kesempatan terpisah mengungkapkan, saat ini, pemerintah Provinsi Riau melakukan pemetaan lebih dari 6.000 hektar lahan untuk dijadikan sawah sebagai upaya swasembada pangan pokok.

Areal persawahan itu berada di sejumlah wilayah kecamatan dan untuk Kecamatan Bangko dipetakan lahan seluas 2.000 hektare lebih, kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Rokan Hilir.

Kemudian, lanjut dia, untuk di Kecamatan Sinaboi juga ada sekitar 2.000 hektar lahan yang akan dijadikan sawah tanaman padi dan di Kecamatan Pekaitan juga dengan luas lahan yang sama.

Sedangkan di Kecamatan Kubu dan Pasirlimaukapas total luas areal pertanian hanya ada 116 hektar dan di Kecamatan Bagansinembah dipetakan lahan seluas 100 hektar, katanya.

Dia mengatakan, program pemetaan dimaksudkan untuk mengetahui luas total areal pertanian padi dan sentra produksi padi di Kabupaten Rokan Hilir. Untuk luas lahan areal pertanian padi sawah di sentra produksi padi Kecamatan Rimbamelintang saat ini yang telah mulai dalam masa penanaman seluas 949 hektar, 300 hektar di antaranya telah mulai panen.

Muslim menjelaskan, dijadikanya sentra produksi pertanian padi berada di Kecamatan Rimbomelintang, karena daerah tersebut bisa dilakukan 3 kali tanam dan 2 kali panen dalam setahun. "

Januari-Mei sudah panen pertama dan Juni baru menanam kembali. Jadi jika dikalkulasikan untuk keseluruhan luas lahan tercatat sejak Januari hingga Mei, yang telah mulai di tanam ada seluas 1.779 hektar," ujarnya.  (advertorial/hum/her)


Loading...
BERITA LAINNYA
Gubri: Pemprov Riau Tetap Perhatikan Reteh
Selasa, 29 Januari 2019 | 19:27
BERIKAN KOMENTAR
Top