• Home
  • Politik
  • Jokowi Jawab Polemik Bintang Mahaputera untuk Fadli dan Fahri

Jokowi Jawab Polemik Bintang Mahaputera untuk Fadli dan Fahri

Kamis, 13 Agustus 2020 | 12:49
cnni
Jokowi mengaku berkawan dengan Fahri Hamzah dan Fadli Zon meski kerap berseberangan secara politik.
RIAUGREEN.COM -- Presiden Joko Widodo menyatakan penganugerahan Bintang Mahaputera Nararya kepada politikus Fahri Hamzah dan Fadli Zon telah melalui pertimbangan matang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Selain itu, dirinya juga tak bermusuhan dengan kedua tokoh kritis itu.

Pemberian penghargaan itu sebelumnya sempat menjadi perbincangan lantaran Fahri dan Fadli selama ini dikenal cukup keras mengkritik pemerintahan Jokowi.

"Ya ini penghargaan diberikan kepada beliau-beliau yang memiliki jasa terhadap bangsa dan negara, dan ini lewat pertimbangan-pertimbangan yang matang oleh Dewan Tanda Gelar dan Jasa," ujar Jokowi usai Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/8).

Jokowi tak menampik bahwa pemberian penghargaan itu kemudian dipertanyakan publik karena keduanya kerap mengkritik. Namun, menurutnya, kritik itu tak berarti membuat kedua pihak bermusuhan.

"Misal ada pertanyaan mengenai Pak Fahri Hamzah, kemudian Pak Fadli Zon, ya berlawanan dalam politik, kemudian berbeda dalam politik itu bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Inilah yang namanya negara demokrasi," katanya.

Mantan Wali Kota Solo itu mengklaim berteman baik dengan Fahri dan Fadli meski kerap mendapat kritik dari keduanya.

Fahri Hamzah dan Fadli ZonTerkait Bintang Mahaputera Nararya, Fahri Hamzah menyebut Jokowi juga berperan sebagai kepala negara, sementara Fadli Zon menilai itu penghargaan untuk rakyat. (Foto: CNN Indonesia/Joko Panji Sasongko)
"Jadi saya berkawan baik dengan Pak Fahri Hamzah, berkawan baik dengan Pak Fadli Zon. Inilah Indonesia. Nanti tanyakan langsung ke Pak Fahri dan Fadli," ucap Jokowi.

Sementara itu Fahri yang datang langsung menghadiri penganugerahan tanda kehormatan mengatakan bahwa sebagai negara demokrasi saat ini yang terpenting adalah mengedepankan demokrasi.

Apalagi saat ini pemerintah tengah menghadapi pandemi Covid-19.

"Itu yang tadi beliau sampaikan sebagai negara demokrasi kita harus bisa memelihara persatuan dan kebersamaan, apalagi situasinya sekarang kan lagi covid. Jadi saya kira itulah momennya sekarang untuk mempersatukan bangsa," ucap Fahri.

Bagaimana pun, lanjut Fahri, Jokowi adalah kepala pemerintahan sekaligus kepala negara.

"Saya sering bilang bahwa presiden dalam sistem kita adalah kepala pemerintahan tapi juga kepala negara. Pada momen-momen 17-an seperti ini, presiden sebagai kepala negara tentu lebih menonjol, menjaga persatuan kita, menjaga simbol-simbol kita," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Fadli menyebut penghargaan dari Jokowi itu adalah bentuk kehormatan baginya dan Fahri sebagai pimpinan lembaga tinggi negara DPR.

Menurutnya, penghargaan bintang jasa itu juga merupakan penghargaan untuk rakyat.

"Tentu penghargaan ini adalah penghargaan kepada rakyat juga karena sama-sama menjaga demokrasi, dari kepala negara, dari presiden. Tadi apa yang disampaikan merupakan tradisi, kita mempunyai tujuan yang sama, sama-sama merawat dan menjaga Indonesia," tutur Fadli.

Politikus Partai Gerindra ini menyampaikan ucapan terima kasih atas pemberian penghargaan tersebut mengingat dirinya dan Fahri selama ini kerap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi.

"Kami ucapkan terima kasih atas pengakuan terhadap demokrasi kita, dengan berbagai perbedaan itu sebenarnya adalah potensi kita untuk maju dan tetap kuat untuk check and balances," ujarnya.(CNNI)

Loading...
BERITA LAINNYA
Wawako Ingatkan ASN Jangan Salahgunakan Narkoba
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:55
BERIKAN KOMENTAR
Top