• Home
  • Politik
  • Analisis Pengamat Jika Prabowo Duet dengan Gatot di Pilpres 2019

Analisis Pengamat Jika Prabowo Duet dengan Gatot di Pilpres 2019

Sabtu, 14 April 2018 | 13:09
RIAUGREEN.COM - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyatakan siap menerima mandat untuk maju sebagai calon presiden ke Pilpres 2019. Kesiapan Prabowo maju sebagai capres dinilai masih dilema karena syarat tiket koalisi belum ada jaminan.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno menganalisis secara hitungan syarat presidential threshold, koalisi Gerindra-PKS sudah cukup mengusung Prabowo. Namun, dengan syarat PKS mengalah soal mengajukan kader sebagai cawapres untuk Prabowo.

"Kalau PKS bisa mengalah, koalisi enggak ada masalah. Prabowo aman maju dengan gabungan kursi Gerindra-PKS," kata Adi, saat dikonfirmasi Jumat malam, 13 April 2018.

Adi melihat bila PKS mengalah, maka ada beberapa nama yang layak diprioritaskan menjadi pendamping Prabowo. Dua nama itu adalah Gubernur DKI Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Namun, Gatot dinilai lebih potensial jadi cawapres Prabowo ketimbang Anies.

"Anies mungkin saja digoda masuk gelanggang cawapres. Tapi, baiknya Anies selesaikan mandat di Jakarta. Gatot saya lihat yang lebih berpeluang," lanjut Adi.

Bagi dia, latar belakang militer yang sama antara Prabowo dan Gatot tak menjadi masalah. Menurutnya, tak relevan pola relasional sipil-militer, Islam-nasionalis, Jawa-non Jawa untuk Pilpres 2019.

"Sekarang itu yang penting bagaimana bisa menaikkan elektabilitas yang bisa mengunci kemenangan. Prabowo dan Gatot dikunci, duet elektabilitas ini bisa potensial," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia tersebut. (*)


Sumber: viva.co.id



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top