• Home
  • Politik
  • Ahok Kutip Al Maidah 51, Ini Tanggapan Anies Baswedan

Ahok Kutip Al Maidah 51, Ini Tanggapan Anies Baswedan

Minggu, 09 Oktober 2016 | 13:40
foto aniesbaswedan.com
RiauGreen.com - Bakal calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta jangan ada yang menyalahkan orang banyak yang tersinggung atas pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang merujuk pada ayat suci Alquran.

"Introspeksi adalah langkah yang lebih bijak dan dewasa," kata Anies melalui sebuah tanggapan yang dikirimkan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/10).

Berikut ini tulisan lengkap tanggapan Anies terhadap pernyataan Gubernur Basuki atau Ahok.

Tanggapan terhadap Pernyataan Gubernur DKI

Assalamualaikum Wr Wb
Ibu, Bapak, teman-teman semua,

Hari-hari ini ketenteraman terganggu, kenyamanan terusik dan kemarahan tersulut oleh pernyataan Gubernur DKI Jakarta.
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta dalam sebuah acara resmi pemerintah daerah dengan merujuk pada ayat suci Alquran sangatlah tidak perlu, tidak relevan dan tidak tepat. Karena itu jangan justru menyalahkan orang banyak yang merasa tersinggung, namun introspeksi diri adalah langkah yang lebih bijak dan dewasa.

Gunakan cara dan kata yang patut, serta rasa hormat bila menyebut sesuatu yang dipandang sebagai suci oleh siapa pun. Bangsa ini bhinneka, maka hormatilah kebhinnekaan itu.

Di Indonesia ini tak terhingga banyaknya orang yang berkomitmen dan bekerja untuk menjaga suasana damai dan saling menghormati. Bukan pekerjaan yang ringan. Mereka semua itu menjaga suasana negeri ini agar terbebas dari sentimen negatif terkait SARA dalam kehidupan sehari-hari.

Kamipun memiliki komitmen itu, apalagi dalam kampanye Pilkada ini. Komitmen dan ikhtiar menjaga kedamaian serta mengeratkan tenun kebangsaan itu harus bersama-sama, dan itu semua tidak bisa dikerjakan hanya oleh sebagian kita sementara ada pihak menganggap sepele, apalagi tak sensitif tentang pentingnya menghormati.

Menjaga tenun kebhinnekaan jadi berat, sulit dan rumit jika ada pihak yang terus-menerus mengancam dengan pernyataan-pernyataan tak sensitif dan tak menghormati. Ikhtiar banyak orang yang berusaha merawat kedamaian itu jadi dicederai oleh ucapan tak sensitif dan tindakan tak patut.

Dan, apabila ada pihak-pihak yang merasa perlu untuk menuntut secara hukum atas pernyataan itu, maka itu harus dipandang sebagai suatu yang wajar ditempuh dalam sebuah negara hukum seperti Indonesia. Kata dan perbuatan bisa memiliki konsekuensi hukum. Kita harus menghormatinya.

Maka sekali lagi, mari jaga komitmen menjadikan Pilkada DKI Jakarta ini sebagai pesta demokrasi dan festival gagasan yang penuh dengan kesejukan dan keceriaan. Mari kita semua menjaga keeratan tenun kebangsaan kita.

Salam,
Anies Baswedan
8 Oktober 2016

Sumber : Antara/Republika

BERITA LAINNYA
Sandiaga Uno Terkaya, Menyusul Ahok Nomor Dua
Selasa, 29 November 2016 | 11:43
Haji Lulung Klaim 2 Ramalannya Benar Tentang Ahok
Rabu, 16 November 2016 | 14:23
Ahok Tetap Bisa Ikut Pilkada Meski Tersangka
Jumat, 11 November 2016 | 19:34
Siswi 16 Tahun Dijual ke Om-om Seharga Rp 1 juta
Rabu, 09 November 2016 | 10:21
Putra Amien Rais Bela Ayahnya Terkait Demo Ahok
Senin, 17 Oktober 2016 | 20:07
DOB Ditunda Mendagri, Intsiawati Ayus Tak Terima
Kamis, 06 Oktober 2016 | 13:30
BERIKAN KOMENTAR
Top