• Home
  • Pelalawan
  • Kecamatan Kuala Kampar di Pelalawan Berpotensi Sumbang Produksi Padi Lebih 60.000 ton
Bupati Harris Resmikan SP3T di Desa Sungai Upih Kuala Kampar

Kecamatan Kuala Kampar di Pelalawan Berpotensi Sumbang Produksi Padi Lebih 60.000 ton

Rabu, 06 Maret 2019 | 13:07
PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Bupati Pelalawan H.M.Harris meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol coperative farming SU-III gapoktan Harapan Maju Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar. Rabu (27/2/2019).

Bupati Pelalawan HM.Harris menyampaikan sejalan dengan kebijakan pembangunan pemerintahan Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang dikenal 9 agenda atau nawacita, maka setidaknya ada 3 prioritas pembangunan Kabupaten Pelalawan yang menunjang atau menjadi bagian dari implementasi nawacita yakni pembangunan kawasan teknopolitan, destinasi wisata bono di Teluk Meranti dan pengembangan kawasan padi wilayah perbatasan di Kuala Kampar.

"Sebagai daerah yang terletak di pesisir dan merupakan daerah perbatasan negara, maka membangun Kabupaten Pelalawan berarti membangun Indonesia dari pinggiran. Pengembangan padi dikawasan Kuala Kampar dengan skala agribisnis akan berdampak bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani serta terwujudnya kedaulatan sebagai menjadi target dari nawacita," terangya.

Menurutnya, sudah sejak lama Pulau Mendol dengan luas kurang lebih 30.000 Ha merupakan lumbung padi bagi kawasan pesisir bagian tengah Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, dengan pola tradisional dan sebagian telah terjangkau oleh program pemerintah. Sebelumnya, pada tahun 2015, produksi padi mencapai kurang lebih 18.000 ton. Kabupaten Pelalawan dengan upaya inovasi telah memiliki 5 varietas padi unggul pasang surut yang telah dilepas dan dilaunching yakni cekau, karya, bono, mendol dan inpara Pelalawan mempunyai potensi 8,2 ton, dan segaka keteebataaan SDM dan infrastruktur perbenihan.

"Kecamatan Kuala Kampar berpotensi menyumbang produksi padi lebih 60.000 ton mengalami peningkatan 2 kali dari kondisi saat ini.Untuk itu Kita berharap dengan telah ditetapkannya Kabupaten Pelalawan sebagai kawasan padi oleh Keputusan Menteri Pertanian. Dengan beebagai potenai tersebut, kami siap menerima penugasan dari pusat dan kami berharap juga kawasan padi di Kabupaten Pelalawan menjadi bagian dari roadmap Indonesia lumbung pangan dunia 2045," ujarnya.

Peresmian Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) Mendol Cooperative Farming SU III Gapoktan Harapan Jaya Desa Sungai Upih Kecamatan Kuala Kampar ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Pelalawan HM.Harris.

Usai pemotongan pita, Bupati beserta rombongan tampak serius dan bangga dengan proses pengeringan, penggilingan dan packing beras penyalai.Suara mesin yang menderu dalam proses poduksi didalam pabrik tak menggangu antusias bupari dan rombongan dan ratusan warga yang hadir menyaksikan langsung produksi beras.

Hadir mendampingi Bupati Wakil Ketua DPRD Pelalawan Supriyanto, Anggota DPRD Pelalawan Sayid Mashudi,Staff Ahli Bupati Mayhendri,Kepala Dinas PUPR Hasan Tua Tanjung, Kepala Bappeda M.Syahrul Syarif, Plh Kepala Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian Balitbang Kementerian Pertanian Dede Hairudin Phd,Kepala BPTP Nana Sutrisna dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Pelalawan Ir Syahfalevi,Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Fakhrizal, Plt.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Hendri Gunawan,Plt Kepala Dinas Kesehatan Asril,Camat dan Perangkat Desa serta Kelurahan di Kecamatan Kuala Kampar. (disk/ang)

Loading...
BERITA LAINNYA
Dua Remaja Ketiduran di Masjid Usai Curi Motor
Selasa, 05 Maret 2019 | 12:12
BERIKAN KOMENTAR
Top